• MBMA dibuka dengan gap naik menyusul pengumuman buyback.
  • Perseroan berencana membeli kembali saham sampai 16 Desember 2026.
  • Saham ini melanjutkan pergerakan sideways dalam ascending channel.

MBMA lebih tinggi 4% dari penutupan Rabu untuk diperdagangkan di 515 di sesi II hari ini. Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk dibuka dengan gap naik di 515 dan melompat ke tertinggi harian 530 dalam satu jam pertama perdagangan menyusul informasi bahwa perseroan akan melakukan pembelian kembali saham. Namun, MBMA kesulitan untuk menemukan minat beli yang berkelanjutan untuk melampaui tertinggi harian yang disebutkan di atas.

MBMA yang dibuka dengan gap naik terlihat meredam kinerja negatif indeks LQ45. Indeks ini ditekan terutama oleh AMMN (-4,47%), INCO (-2,07%), dan TLKM (-1,88%) yang berpotensi ditutup merah untuk tiga hari berturut-turut.

Perseroan akan Buyback Saham selama Tiga Bulan

Perseroan melalui keterbukaan informasi yang dirilis pasca-penutupan pasar kemarin mengungkapkan perincian rencana pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan.

Perseroan berencana membeli kembali saham sebanyak-banyaknya 1,465 miliar lembar saham dengan dana maksimum Rp1,383 triliun. Aksi korporasi berlangsung dalam periode 17 September – 16 Desember 2026.

Buyback bisa dihentikan lebih cepat dari periode yang disebutkan di atas jika perusahaan telah mencapai pembelian kembali 1,465 miliar lembar saham atau dana yang dialokasikan telah sepenuhnya digunakan untuk aksi korporasi ini.

MBMA Berupaya Pertahankan Rebound dari Terendah Kemarin

Tren teknis jangka panjang MBMA tetap turun karena masih di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Namun, tren diredam karena saham ini bergerak sideways dalam ascending channel sejak awal Juni tepat di bawah SMA 200-hari. Pergerakan sideways juga tercermin dalam indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari yang naik dan turun di sekitar level netral 50 dalam periode yang sama.

Level-level teknis penting di sisi atas yang perlu diperhatikan adalah 570 (tertinggi 31 Agustus dan 1 September), 595 (tertinggi 26 Agustus), dan area 600 (pertemuan batas atas ascending channel dan SMA 200-hari). Sementara di sisi bawah, MBMA memiliki support di 486 (batas bawah ascending channel), 452 (terendah 1 Juli), dan 398 (terendah 2026 yang dicapai pada 4 Juni).

MBMA
Grafik harian MBMA
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Rebut Kembali US$4.300 di Tengah Pullback USD yang Moderat, tetapi The Fed yang Hawkish Batasi Kenaikan

Emas Rebut Kembali US$4.300 di Tengah Pullback USD yang Moderat, tetapi The Fed yang Hawkish Batasi Kenaikan

Emas (XAU/USD) naik kembali di atas level US$4.300 menjelang sesi Eropa pada hari Kamis, meskipun masih berada dalam jangkauan dekat level terendah enam minggu yang disentuh pada hari sebelumnya. Dolar AS (USD) melemah setelah menyentuh level tertinggi baru sejak akhir Juli dan memberikan beberapa dukungan bagi komoditas ini.
Rupiah Indonesia Melemah di Tengah Prospek Kebijakan BI yang Semakin Rumit

Rupiah Indonesia Melemah di Tengah Prospek Kebijakan BI yang Semakin Rumit

USD/IDR terdepresiasi setelah dibuka dengan gap bullish, tetap berada di wilayah positif untuk hari keenam berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar 17.780 selama sesi Asia pada hari Kamis. Sementara itu, para pedagang bersiap menghadapi pertemuan kebijakan Bank Indonesia (BI) pekan depan.
Emas Memantul tetapi Masih Kesulitan

Emas Memantul tetapi Masih Kesulitan

Emas menghadapi penjual baru di atas US$4.300 pada Kamis pagi, menghentikan rebound dari level terendah enam minggu US$4.235 yang dicapai tak lama setelah pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) AS yang hawkish. The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 3,75%-4%, seperti yang telah diprakirakan secara luas, dalam keputusan bulat pada hari Rabu.
XRP dan XLM Pulih di Tengah Sinyal Beragam

XRP dan XLM Pulih di Tengah Sinyal Beragam

Ripple (XRP) dan Stellar (XLM) melanjutkan pemulihan mereka pada saat berita ini ditulis pada hari Kamis setelah menemukan support di level-level teknis utama. Namun, data derivatif dan on-chain yang beragam untuk kedua altcoin tersebut menunjukkan bahwa para pedagang tetap berhati-hati dan belum menunjukkan keyakinan kuat terhadap rebound yang berkelanjutan. Data derivatif menunjukkan prospek yang beragam dan hati-hati di antara para pedagang.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 17 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 17 September:

Indeks Dolar AS (DXY) berhasil merebut kembali level psikologis 100,00 saat para pedagang menilai keputusan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS. Bank sentral AS tersebut menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan September pada hari Rabu. Ini menandai kenaikan suku bunga pertama The Fed dalam tiga tahun

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA