Komoditas Kemungkinan Akan Mengalami Perjalanan Bergelombang – ANZ


Saat Tiongkok memasuki periode baru perkembangan ekonomi, pasar komoditas diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan dalam pola konsumsi dan arus perdagangan seiring dengan langkahnya menuju emisi nol-bersih pada tahun 2050. Kebijakan terkait akan berdampak lebih luas bagi komoditas kompleks, seperti yang dilaporkan oleh ahli strategi di ANZ Bank.

Langkah-langkah kebijakan Tiongkok mengguncang pasar komoditas

“Tiongkok secara aktif berupaya membatasi konsumsi batu bara, yang telah menghasilkan ledakan impor LNG. Tiongkok juga meningkatkan upayanya untuk membatasi dampak industri berat terhadap lingkungan. Baja dan aluminium adalah dua sektor yang menjadi target pembatasan produksi baru-baru ini. Namun, Beijing juga ingin membatasi ekspor dalam upaya mengurangi emisi. Penggunaan besi tua dalam proses produksi, proses yang lebih hemat energi, juga akan didorong.”

“Dampaknya pada pasar komoditas tidak mungkin seragam. Pasar baja dan aluminium global (selain Tiongkok) bisa mengetat, mendorong harga lebih tinggi. Namun, peningkatan penggunaan skrap dapat membebani bahan baku tertentu. Meningkatnya biaya transisi energi ini juga dapat semakin meningkatkan kekhawatiran inflasi dan meningkatkan kekhawatiran pengetatan kondisi moneter.”

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Feed news

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

USD/JPY: Tetap Merah Di Bawah 110,00, Fokus Tetap Pada FOMC

Pasangan USD/JPY memperpanjang penurunan intraday yang stabil dari puncak satu setengah minggu dan terus melemah sepanjang awal sesi Amerika Utara. Pasangan ini mencatat terendah baru harian dalam satu jam terakhir dan terakhir terlihat melayang di sekitar wilayah 109,85-80.

Berita USD/JPY lainnya

USD/CAD Tetap Di Bawah 1,2200 Pasca IHK Kanada, FOMC Membayangi

USD/CAD tetap defensif, di sekitar wilayah 1,2175-80 dan mengalami reaksi yang agak kelu terhadap laporan IHK Kanada. USD/CAD beringsut lebih rendah pada hari Rabu dan ditekan oleh kombinasi faktor-faktor.

Berita USD/CAD Lainnya

Pratinjau Federal Reserve: Pertama Naik, Lalu Turun? Pedoman Untuk Lakukan Perdagangan Saat Acara The Fed

Apakah akan melakukan tapering atau tidak? Itulah pertanyaan untuk pasar menjelang pertemuan penting Juni oleh Federal Reserve. Bank sentral paling kuat di dunia itu membeli obligasi senilai $120 miliar setiap bulan dan investor satu pendapat mengenai pengurangan pembelian ini karena situasi ekonomi Amerika membaik. 

Informasi Fed Lainnya

Deteksi level utama dengan Indikator Pertemuan Teknikal

Tingkatkan titik entri dan exit Anda juga dengan Indikator Pertemuan Teknikal. Alat ini mendeteksi pertemuan beberapa indikator teknis seperti moving average, Fibonacci atau Pivot Points dan menyoroti indikator tesebut untuk digunakan sebagai dasar berbagai strategi.

Indikator Pertemuan Teknikal

Ikuti perdagangan pakar kami dengan alat Posisi Perdagangan

Temukan bagaimana posisi perdagangan kontributor khusus FXStreet (Pedagang Ritel, Pialang, dan Bank) saat ini untuk EUR/USD dan aset lainnya. Anda dapat mengklik setiap perdagangan untuk membaca analisis yang menjelaskan keputusan atau menggunakan agregat posisi untuk memahami bagaimana likuiditas didistribusikan di sepanjang skala harga.

Posisi Perdagangan

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA