- ITMG naik ke level tertinggi sejak 11 Mei 2026.
- Perseroan berencana melakukan public ekpose kinerja kuartal I.
- Indikator RSI menunjukkan momentum bullish semakin kuat.
ITMG lebih tinggi 1,59% dari penutupan Rabu lalu untuk diperdagangkan di 25.500 menuju penutupan perdagangan hari ini. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk dibuka di 25.100 dan baru saja mencatatkan tertinggi harian dan tertinggi baru sejak 11 Mei di 25.600 di sesi II pasca kabar bahwa perseroan akan mengadakan Public Expose Kinerja Kuartal I 2026 yang diumumkan dalam keterbukaan informasi pagi tadi.
Kenaikan ITMG membantu sektor energi dalam bursa saham Indonesia untuk menunjukkan kenaikan lebih dari 2,5% bersama MITI (+13,64%), ALII (+6,58%), BIPI (+8,03%), dan saham-saham energi lainnya.
Public Expose Kinerja Kuartal I
Perseroan akan mengadakan Public Expose Live 2026 pada 9 September 2026 mulai pukul 02:00 GMT (09:00 WIB). Ada tiga agenda dalam acara ini, yaitu laporan kinerja kuartal I 2026; prospek dan strategi usaha; dan lain-lain.
Pada kenyataannya, perseroan telah merilis laporan keuangan interim yang ditelaah secara terbatas untuk semester I 2026 pada awal bulan ini. Dengan demikian, para investor diprakirakan akan lebih memerhatikan agenda kedua dan ketiga.
Melihat lebih dekat laporan keuangan yang disebutkan di atas, perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar US105,99 juta selama semester I 2026 yang lebih tinggi dibandingkan US$90,97 juta pada semester I 2025. Laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan menjadi US$0,1 dibandingkan US$0,000080. Salah satu penyebab kinerja positif tersebut adalah penjualan dan pendapatan usaha perseroan yang mencapai US$1 miliar dibandingkan US$919,41 juta pada periode yang sama.
Sementara dari posisi keuangan, jumlah aset perseroan bertambah menjadi US$2,41 miliar pada akhir semester I 2026 dari US$2,40 miliar pada akhir tahun 2025. Sejalan dengan itu, jumlah ekuitas bertambah menjadi US$1,91 miliar dari US$1,90 miliar dan jumlah liabilitas menjadi US$506,22 juta dari US$497,73 juta.
Terperangkap dalam Kisaran
ITMG mempertahankan tren naik yang baru diinisiasi setelah menembus Simple Moving Average (SMA) 200-hari pada pertengahan bulan lalu. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 62,43 mengindikasikan momentum bullish karena berada di atas level netral 50. Namun, dalam jangka pendek saham ini terjebak dalam kisaran sideways yang terbentuk sejak Kamis lalu dengan sisi atas dibatasi 25.550 yang berulang kali gagal ditembus dengan tegas dan sisi bawah dibatasi oleh area 25.000.
Dalam kasus ITMG menemukan penawaran beli yang kuat dan menembus batas atas kisaran, penghalang terdekat muncul di 2.600 (level angka bulat), 27.050 (tertinggi 23 April dan 5 Mei), dan 27.700 (tertinggi 15 April). Sementara di sisi bawah, support signifikan ada di 24.175 (terendah 28 dan 29 Juli), 23.724 (SMA 200-hari), dan 23.000 (level angka bulat).

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia
Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.
Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.
Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.
Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Sulit Melanjutkan Kenaikan saat Pedagang Tunggu Pidato Warsh untuk Petunjuk Suku Bunga
USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.715 saat Dolar Bertahan di Atas 99, Minyak Turun
Emas Tetap Amati US$4.700 Jelang Pidato Ketua The Fed Warsh
Bitcoin Bertahan di $78.000 di Tengah Kejutan PCE AS – SPX6900, VeChain Reli