- Sektor energi dan siklikal memimpin pelemahan, masing-masing anjlok di atas 3%.
- Tarif global AS 15% berlaku 150 hari usai putusan Mahkamah Agung.
- Dolar kembali stabil, namun ketidakpastian dagang bayangi pasar emerging.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,37% atau turun 115 poin ke level 8.280, setelah dibuka di 8.428 dan sempat menyentuh tertinggi 8.437. Tekanan jual mendorong indeks mendekati level terendah harian di 8.259, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian global.
Pelemahan dipimpin sektor energi yang merosot 3,51% ke 4.215, disusul sektor siklikal yang turun 3,13% ke 1.190 serta IDXSMC-LIQ yang terkoreksi 2,31%. Indeks BUMN20 dan saham berdividen tinggi juga bergerak negatif tipis. Di sisi lain, sektor keuangan justru menguat 1,02% ke 1.504, mengindikasikan rotasi selektif ke saham berfundamental relatif solid.
Sentimen eksternal kembali menjadi sorotan setelah Mahkamah Agung AS dalam putusan 6-3 membatalkan tarif timbal balik Presiden Donald Trump yang sebelumnya diberlakukan melalui IEEPA 1977. Pengadilan menilai dasar hukum tersebut tidak memberikan kewenangan untuk mengenakan pajak impor. Tak lama berselang, Trump mengumumkan tarif menyeluruh 10% berdasarkan Pasal 122 UU Perdagangan 1974 – yang kemudian dinaikkan menjadi 15%, batas maksimum yang diizinkan, berlaku selama 150 hari tanpa persetujuan Kongres.
Strategis Senior Rabobank Philip Marey menilai langkah ini bersifat taktis dan membuka jalan bagi kemungkinan penggunaan Pasal 301 untuk menerapkan tarif yang lebih permanen terhadap negara yang dianggap melakukan praktik dagang tidak adil. Data Yale Budget Lab menunjukkan tarif efektif AS sempat turun dari 16% menjadi 9,1% setelah putusan, namun kembali naik ke 13,7% menyusul kebijakan baru tersebut. Marey memperingatkan proteksionisme berpotensi tetap menjadi ciri utama kebijakan perdagangan AS.
Michael Pfister dari Commerzbank menambahkan bahwa pelemahan awal dolar AS pasca-putusan hanya sementara, dengan USD kembali mendekati level sebelum putusan. Namun, ketidakpastian tetap tinggi, seiring gugatan perusahaan AS untuk pengembalian biaya tarif, negosiasi dagang yang belum tuntas, serta potensi kenaikan tarif lebih lanjut. Trump bahkan memperingatkan negara-negara agar tidak mundur dari kesepakatan dagang, dengan ancaman tarif yang lebih tinggi berdasarkan undang-undang lain.
Rangkaian keputusan dan respons cepat tersebut menyuntikkan gelombang ketidakpastian baru ke pasar global, menggantikan struktur kesepakatan tarif yang sebelumnya telah dinegosiasikan dengan sejumlah negara, dan turut membebani sentimen di pasar saham domestik.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Turun saat Dolar AS Tetap Kuat, Ketegangan Geopolitik Berlanjut
Emas (XAU/USD) sedikit turun pada hari Selasa karena Dolar AS (USD) yang lebih kuat menekan permintaan logam mulia, meskipun risiko-risiko geopolitik dan ekonomi tetap menjadi titik fokus. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di dekat $5.175, turun sekitar 1,20% pada hari ini.
EUR/USD Datar Dekat 1,1780 Meskipun Dolar AS Diperdagangkan Kuat
Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan dalam kisaran ketat di sekitar 1,1780 selama perdagangan sesi Eropa pada hari Selasa. Pasangan mata uang ini konsolidasi meskipun Dolar AS (USD) diperdagangkan dengan kuat, mengindikasikan bahwa Euro (EUR) juga optimis.
“Tidak Ada yang Bisa Memahaminya Lagi”: Tarif Trump akan Merugikan Dolar AS
Para pelaku pasar mengetahui pada hari Jumat bahwa Mahkamah Agung AS menolak penggunaan Presiden Donald Trump terhadap Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional untuk membenarkan sebagian besar tarif spesifik negara yang diumumkan sejak kembalinya dia ke Gedung Putih.
Top Loser Kripto: BCH, HYPE, PUMP Lanjutkan Pelemahan saat Bitcoin Turun di Bawah $64.000
Altcoin, termasuk Bitcoin Cash, Hyperliquid, dan Pump.fun, memimpin kerugian dalam 24 jam terakhir saat Bitcoin jatuh di bawah $64.000 pada hari Selasa. Prospek teknis untuk BCH, HYPE, dan PUMP menunjukkan risiko penurunan di tengah penjualan pasar yang lebih luas.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 24 Februari:
Indeks USD terus naik tipis seiring pasar terus mengamati berita terkait tarif. Pada paruh kedua hari ini, Rata-rata Perubahan Ketenagakerjaan ADP 4-minggu dan data Indeks Keyakinan Konsumen dari Conference Board untuk bulan Februari akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS