• IHSG belum membuat kemajuan signifikan di bawah 5.700.
  • Realisasi penyaluran Kredit Program mencapai 49,20% dari target.
  • PMI Manufaktur S&P Indonesia Juni masuk ke wilayah kontraksi.
  • Data Neraca Perdagangan dan Inflasi menjadi perhatian selanjutnya.

IHSG bergerak di area 5.667,65 yang lebih tinggi 0,43% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 5.640,61 merayap naik ke tertinggi hari 5.705,35 dalam satu jam pertama perdagangan namun kesulitan untuk menindaklanjutinya di tengah informasi bahwa PMI Manufaktur S&P Indonesia untuk bulan lalu memasuki wilayah konstruksi. Selain itu, para investor menantikan data Neraca Perdagangan dan Inflasi untuk mengukur sentimen pasar saham ke depan.

Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja beragam di sesi pertama Rabu ini. LQ45 (+0,40%) menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik sejauh hari ini yang didorong oleh AMMN (+4,52%), CUAN (+8,49%), INCO (+5,10%), MDKA (+2,07%), dan saham-saham lainnya.

MDKA sedikit memantul setelah ditutup turun untuk tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Pemantulan tersebut terjadi di hari cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi hari ini. Perseroan berencana membagikan dividen yang akan dibayarkan pada 24 Juli 2026. Data Keuangan per 31 Desember 2025 menjadi rujukan untuk pembagian dividen yang disebutkan di atas.

Dalam siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) diinformasikan bahwa realisasi penyaluran Kredit Program mencapai Rp167,97 triliun atau sekitar 49,20% dari target 2026, per 28 Juni 2026 dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) di 2,39%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, sebelumnya pekan ini mengatakan Pemerintah akan tetap memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) agar mudah diakses dan menjangkau kelompok yang belum bisa mengakses pembiayaan formal. Penguatan Kredit Program dibuat agar masyarakat memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya.

Sebelumnya hari ini, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia untuk bulan Juni turun ke 46,9 dari 50,0 pada bulan Mei. dengan demikian, indikator ini masuk ke dalam area kontraksi karena berada di bawah 50, level yang menjadi pemisah antara kontraksi dan ekspansi.

Dalam laporannya, S&P Global menginformasikan bahwa penurunan kembali dalam pesanan baru menyebabkan penurunan produksi paling kuat sejak April 2025. Penurunan pada bulan pelaporan terutama disebabkan oleh penurunan permintaan pada barang manufaktur Indonesia. Pesanan baru turun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia akan merilis data Inflasi bulan Juni serta Neraca Perdagangan Mei yang juga mencakup data Ekspor dan Impor mulai pukul 04:00 GMT (11:00 WIB). Data ini akan diamati secara cermat mengingat data ini mencakup periode saat perang antara AS dan Iran intensif, meskipun saat ini mulai mereda, untuk mengukur dampak kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi situasi atau potensi kebijakan di masa depan.

Data tersebut merupakan data terakhir dari Indonesia untuk pekan ini. Data penting terdekat selanjutnya adalah Cadangan Devisa Indonesia bulan Juni yang dijadwalkan dirilis pada 7 Juli 2026 oleh Bank Indonesia.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,167% yang belum berubah sejak pembukaan hari ini. Dalam jangka pendek, imbal hasil bergerak sideways di level-level ini. Aksi tersebut menyusul rebound dari 6,845%, yang merupakan terendah 17 Juni 2026.

Indikator Ekonomi

Inflasi (Thn/Thn)

Indeks Inflasi dirilis oleh Indonesia Statistik adalah ukuran pergerakan harga dengan perbandingan antara harga eceran contoh perwakilan barang dan jasa. Kekuatan pembelian Rupiah Indonesia terseret oleh inflasi. IHK digunakan sebagai indikator kunci untuk mengukur inflasi dan perubahan dalam tren pembelian. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk mata uang Rupiah, sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 01, 2026 04.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 3.2%

Sebelumnya: 3.08%

Sumber: Statistics Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Yen Jepang Turun ke Terendah Baru sejak 1986 versus USD

Yen Jepang Turun ke Terendah Baru sejak 1986 versus USD

Pasangan mata uang USD/JPY membangun momentum penembusan hari sebelumnya dan terus menembus tertinggi baru multi-dekade selama perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Harga spot saat ini diperdagangkan di sekitar wilayah 162,70, naik untuk tiga hari berturut-turut, membuat para pedagang tetap waspada di tengah ekspektasi kemungkinan intervensi oleh otoritas Jepang.
Valas Hari Ini: Dolar AS Netral saat Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed Tetap Hidup

Valas Hari Ini: Dolar AS Netral saat Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed Tetap Hidup

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan dengan sikap netral di dekat level 101,20 pada hari Selasa saat para investor mencerna data Amerika Serikat (AS) yang beragam dan komentar hawkish Federal Reserve (The Fed). Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, mengatakan inflasi tetap terlalu tinggi dan kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan jika tekanan harga berlanjut.
Jalur yang Memungkinkan Bagi Emas Tetap ke Bawah Jelang Warsh

Jalur yang Memungkinkan Bagi Emas Tetap ke Bawah Jelang Warsh

Emas melemah dalam upaya pemulihan singkatnya di atas level $4.000 pada perdagangan awal Rabu, kembali mendekati terendah tujuh bulan $3.942 yang dicapai sehari sebelumnya. Meski ada upaya sebelumnya untuk mendapatkan kembali level $4.000, para penjual Emas enggan menyerah di tengah pembelian Dolar AS (USD) yang tak henti-hentinya di seluruh pasar.

Konsolidasi Cardano di dekat support saat momentum bearish mereda

Konsolidasi Cardano di dekat support saat momentum bearish mereda

Cardano (ADA) diperdagangkan sekitar $0,146 pada hari Rabu, stabil setelah koreksi tajam seiring meredanya tekanan jual. Metrik derivatif yang melemah mengindikasikan para penjual tetap berhati-hati, sementara indikator momentum bearish yang memudar menunjukkan potensi pemulihan untuk ADA. Metrik derivatif Cardano mendukung prospek negatif.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk hari Rabu, 1 Juli

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk hari Rabu, 1 Juli

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan dalam posisi netral di dekat level 101,20 pada hari Selasa saat para investor mencerna data Amerika Serikat (AS) yang beragam dan komentar Federal Reserve (The Fed) yang hawkish. Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, mengatakan bahwa inflasi tetap terlalu tinggi dan kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan jika tekanan harga berlanjut.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA