- IHSG mencoba bangkit setelah turun lebih dari 3% pada hari kemarin.
- Airlangga Hartarto tetap fokus pada agenda reformasi pasar modal Indonesia.
- PMI Manufaktur S&P Global Indonesia menjadi data terdekat selanjutnya.
IHSG berada di 5.951,22 yang lebih tinggi 1,14% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia membuka hari di 5.873,07 dan mencoba bangkit setelah turun lebih dari 3,5% pada hari kemarin pasca pengumuman MSCI yang menetapkan pasar Indonesia tetap di Emerging Market yang disertai dengan beberapa catatan. Para pejabat mengklaim akan melanjutkan reformasi pasar Indonesia pasca pengumuman klasifikasi pasar oleh lembaga tersebut.
Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja positif setelah turun pada hari kemarin. LQ45 (+1,03%) menjadi salah satu indeks yang mengalami kenaikan terbesar yang didorong oleh BRPT (+5,28%), CUAN (+4,92%), INKP (+4,24%), ASII (+2,59%), dan saham-saham lainnya. Tidak ada aksi korporasi yang menjadi latar belakang kenaikan empat saham yang disebutkan di atas, sehingga minat investor tampak menjadi pendorong tunggal setelah mencerna keputusan MSCI.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Airlangga Hartarto, mengatakan, "Fokus kami adalah memastikan setiap agenda reformasi tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi diimplementasikan secara konsisten", seperti diinformasikan dalam siaran pers yang dirilis kemarin.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menanggapi keputusan MSCI dengan mengatakan bahwa akan menindaklajuti area-area yang masih menjadi perhatian dalam proses evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan.
Tanggapan dua pejabat di atas menyusul keputusan MSCI yang mempertahankan pasar Indonesia dalam Emerging Market sebelumnya minggu ini. Dalam laporan MSCI 2026 Market Classification Review, lembaga penyedia indeks global ini mengakui reformasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSE) seperti di antaranya adalah pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih terperinci, pengenalan kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC), dan peta jalan untuk menaikkan free float minimum menjadi 15%.
MSCI akan terus menilai perkembangan reformasi yang disebutkan di atas terutama dalam konteks free float. Masih ada peluang lembaga ini mempertimbangkan penurunan pasar Indonesia ke Frontier Markets jika tidak ada kemajuan yang memadai pada saat MSCI Index Review November 2026.
Sebelumnya pekan ini, Bank Indonesia menginformasikan bahwa Uang Beredar M2 Indonesia bulan Mei tumbuh 10,8% tahun-ke-tahun (yoy) yang lebih tingi dari bulan sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan 9,2%. Ini menjadi data Indonesia terakhir bulan ini.
Data Indonesia terdekat selanjutnya yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar adalah Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global Juni, Neraca Perdagangan Mei, dan Inflasi Juni yang akan dirilis pada Rabu pekan depan.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,167% yang belum berubah pada basis harian. Imbal hasil ini mengalami penurunan 0,71% pada hari kemarin, mematahkan kenaikan empat hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Namun dalam jangka lebih panjang, imbal hasil ini mempertahankan tren naik terutama setelah mencatatkan tertinggi baru 2026 di 7,532% pada 9 Juni.
Indikator Ekonomi
PMI Manufaktur S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Jul 01, 2026 00.30
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: -
Sebelumnya: 50
Sumber: S&P Global
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Tetap Tenang setelah Data Ketenagakerjaan
Perak Jatuh ke Dekat $56,50 di Tengah Meningkatnya Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed
Potensi Death Cross Indikasikan Penurunan Lebih Lanjut pada XAU/USD
Bitcoin menguji $60.000 saat paus melakukan aksi jual – Aave dan Jupiter menunjukkan ketahanan
Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas tetap berada di bawah tekanan jual yang intens, dengan Bitcoin kembali di $60.000 untuk ketiga kalinya tahun ini. Data on-chain menunjukkan tekanan jual dari para investor dompet besar, yang biasa disebut whales, sementara total likuidasi mencapai hampir $1 miliar dalam 24 jam