- IHSG menahan pelemahan di atas level 5.800.
- Harga minyak dunia kembali ke dekat level-level pra perang.
- Bank Indonesia akan merilis data Cadangan Devisa besok.
IHSG bergerak di area 5.877,92 yang lebih tinggi 0,04% dari penutupan Jumat lalu pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 5.893,28 dan meraih tertinggi hari 5.935,68 di sesi pertama namun kesulitan untuk menindaklanjutinya. Ini menyusul kenaikan indeks selama tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya dari 5.607,45, terendah 1 Juli. Tidak ada rilis data ekonomi dari Indonesia yang bisa memengaruhi sentimen pasar hari ini. Namun, bank sentral akan merilis data Cadangan Devisa Indonesia pada Selasa besok.
Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja beragam di sesi pertama Senin ini. LQ45 turun 0,12% yang ditekan oleh ISAT (-3,27%), SMGR (-1,75%), MBMA (-0,96%), KLBF (-0,67%), ICBP (-0,36%), dan saham-saham lainnya. ICBP kesulitan menindaklanjuti kenaikan 2,96% Jumat lalu di hari cum dividen di pasar reguler dan pasa negosisasi hari ini. Perseroan berencana membagikan dividen dengan total Rp3,09 triliun atau Rp265 per saham yang akan dibayarkan pada 28 Juli 2026.
Pasar saham Indonesia kesulitan menindaklanjuti kinerja positif hari-hari sebelumnya meskipun harga minyak dunia tetap tertekan saat ketegangan di Timur Tengah jauh mereda dari bulan-bulan sebelumnya. Minyak Brent di area $71,80 per barel, kembali ke level-level pra-perang, dan West Texas Intermediate (WTI) di $68,40 pada saat berita ini ditulis. Keyakinan akan kondisi stabil di Timur Tengah juga ditunjukkan oleh Organization of Petroleum Exporting Countries dan sekutu-sekutunya (OPEC+), termasuk Rusia, yang telah sepakat menaikkan target produksi sebesar 188.000 barrel per hari yang dimulai pada bulan Agustus. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau ICP di $70-$95 per barrel dengan target lifting 605.000-620.000 barrel per hari.
Kalender ekonomi Indonesia sepanjang hari ini kosong. Namun, Bank Indonesia (BI) akan merilis data Cadangan Devisa Juni 2026 pada hari Selasa pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Data ini menjadi lebih penting untuk menilai dampak upaya intervensi bank sentral untuk mendukung nilai Rupiah yang sempat mencapai level terlemah sepanjang masa di area 18.240 per Dolar AS pada awal Juni 2026. Secara historis, Cadangan Devisa mengalami penurunan bulanan berturut-turut sejak mencapai $151,9 miliar pada Desember 2025 hingga Mei 2026 di $144,9 miliar. Angka bulan Mei 2026 setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor dan masih di atas standar kecukupan internasional yaitu tiga bulan impor. Data Indonesia penting lainnya yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar Indonesia adalah Keyakinan Konsumen Juni pada hari Rabu dan Penjualan Ritel pada hari Kamis.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,131% yang turun 0,31% pada basis harian Senin ini. Meskipun turun, imbal hasil ini masih terlihat sideways, bergerak di level-level ini sejak 25 Juni 2026.
Indikator Ekonomi
Cadangan Devisa
Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Jul 08, 2026 03.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: -
Sebelumnya: $144.9
Sumber: Bank of Indonesia
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
AUD/USD Mundur dari Hambatan Fibonacci 38,2%; Bertahan di Atas 0,6900
Perak Koreksi Mendekati $62, namun Harga Minyak Batasi Penurunan
Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Merebut Kembali SMA 21 Hari, namun Penjual Belum Mau Menyerah
Emas turun dari tertinggi sepuluh hari tepat di atas $4.200 pada awal Senin, saat sentimen risiko memburuk dan menghidupkan kembali permintaan safe-haven Dolar AS (USD). Emas tampaknya menghentikan momentum pemulihannya dari level terendah tujuh bulan $3.942, yang dicapai seminggu lalu.
Prakiraan Harga Cardano: Momentum bullish bertahan saat para pedagang tetap optimis dengan hati-hati
Minggu depan – PMI Jasa ISM dan Risalah The Fed akan Mengguncang Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed
Dolar AS turun pada NFP, tetapi kenaikan suku bunga masih diprakirakan pada akhir tahun. PMI Jasa ISM dan risalah rapat The Fed adalah katalis berikutnya bagi Greenback. RBNZ diprakirakan akan menaikkan suku bunga, fokus akan beralih pada panduan ke depan.