• IHSG melonjak 1,69% ke 6.373 dan ditutup tepat di level tertinggi harian setelah anjlok pada perdagangan sebelumnya.
  • Infrastruktur memimpin kenaikan dengan lonjakan 4,74%, disusul energi 3,35% dan barang baku 2,35%.
  • Investor menunggu hasil MSCI August 2026 Index Review dini hari serta IHK AS, ketika bursa regional bergerak beragam dan harga minyak tetap tinggi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat tajam pada perdagangan Rabu dan ditutup naik 1,69% atau 106 poin ke 6.373 setelah merosot 1,53% sehari sebelumnya. Sektor infrastruktur, energi, dan barang baku memimpin kenaikan, sementara investor mencermati pergerakan bursa regional yang beragam serta menunggu hasil MSCI August 2026 Index Review dan laporan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS.

IHSG dibuka di 6.277 dan sempat turun tipis ke level terendah 6.272 sebelum berbalik naik hingga ditutup tepat di level tertinggi harian 6.373. Sepanjang perdagangan, volume transaksi saham mencapai 32,68 miliar lembar dengan nilai Rp17,36 triliun dan frekuensi sebanyak 2,07 juta kali.

Infrastruktur dan Energi Pimpin Rebound

Penguatan pasar dipimpin sektor infrastruktur yang melonjak 4,74% ke 1.853, disusul energi yang naik 3,35% ke 3.131 dan barang baku bertambah 2,35% ke 1.776. Sektor transportasi menjadi pengecualian dengan turun tipis 0,16% ke 1.782. Kenaikan tersebut membawa IHSG memulihkan sebagian besar penurunan tajam pada Selasa dan kembali mendekati area 6.400.

Di antara saham yang aktif diperdagangkan, CUAN melonjak 20,08% ke 870, TPIA naik 4,3% ke 2.160, dan IMPC menguat 3,1% ke 1.510. BBCA juga berakhir di zona positif dengan kenaikan 0,8% ke 6.350 setelah sempat turun ke 6.225 pada sesi perdagangan.

Pasar Menunggu Hasil Review MSCI

Perhatian investor domestik juga tertuju pada MSCI August 2026 Index Review yang dijadwalkan diumumkan sekitar pukul 04.00 WIB Kamis. Review kali ini berlangsung ketika perlakuan khusus MSCI terhadap pasar Indonesia masih berlaku, termasuk tidak adanya penambahan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Indexes, kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), maupun migrasi naik dari indeks Small Cap ke Standard. Penyesuaian terkait High Shareholding Concentration (HSC) dan estimasi free float masih dapat dilakukan.

Menjelang tinjauan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus mempercepat reformasi pasar modal untuk memperkuat transparansi, kredibilitas, integritas, dan investability. OJK sebelumnya menyatakan resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik tetap terjaga, sementara agenda reformasi mencakup peningkatan minimum free float menjadi 15%, penyusunan kerangka HSC, dan peningkatan transparansi kepemilikan saham.

Bursa Asia Beragam, IHK AS Menjadi Fokus

Bursa saham Asia bergerak beragam pada Rabu. KOSPI Korea Selatan melonjak 3,68% dan Nikkei 225 Jepang naik 0,83%, sementara Shanghai Composite bertambah 0,32%. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong turun 0,83%, Straits Times Singapura melemah 0,58%, dan ASX Australia kehilangan 0,45%. Wall Street sebelumnya juga berakhir lebih rendah, dengan Dow Jones Industrial Average turun 0,34%, S&P 500 melemah 0,32%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,60%.

Harga minyak tetap berada di level tinggi meski bergerak sedikit lebih rendah menjelang penutupan perdagangan saham Indonesia. WTI diperdagangkan di sekitar US$83,03 per barel atau turun 0,20%, sementara Brent berada di US$88,82 atau melemah 0,10%. Level minyak yang masih tinggi tetap menjadi perhatian menjelang laporan inflasi AS karena dapat mempertahankan tekanan harga dan memengaruhi prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed).

IHK (CPI) AS Juli diprakirakan melambat menjadi 3,4% secara tahunan dari 3,5% pada Juni, sementara secara bulanan diperkirakan naik 0,1% setelah turun 0,4% sebelumnya. Pasar masih hampir terbagi rata mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September. TD Securities memprakirakan IHK inti rebound 0,20% secara bulanan karena inflasi jasa kembali menguat, terutama pada sewa/OER, tarif penerbangan, layanan medis, dan rekreasi. Bank tersebut juga melihat barang inti berpotensi mencatat kenaikan pertama dalam tiga bulan dan memperingatkan bahwa “risiko kenaikan tetap ada”.

Pola Ascending Triangle masih Utuh

Secara teknis, kenaikan Rabu memperkuat kembali struktur ascending triangle setelah IHSG memantul dari batas bawah pola dan ditutup di 6.373, dekat level tertinggi harian. Relative Strength Index (RSI) 14-hari naik ke 59,19, menunjukkan momentum positif masih terjaga tanpa memasuki area jenuh beli.

Resistance terdekat berada di 6.388 (tertinggi 11 Agustus) dan 6.400 (level psikologis), sebelum 6.462–6.497 (tertinggi 10 Agustus dan batas atas ascending triangle). Di sisi bawah, support berada di 6.300 (level psikologis), kemudian area 6.257–6.259 (batas bawah ascending triangle dan SMA 20) serta 6.238–6.200 (terendah 4 Agustus dan level psikologis).

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG


Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

IHK AS Diprakirakan Tunjukkan Inflasi Lebih Lunak pada Juli saat Pasar Nilai Ulang Taruhan Kenaikan The Fed

IHK AS Diprakirakan Tunjukkan Inflasi Lebih Lunak pada Juli saat Pasar Nilai Ulang Taruhan Kenaikan The Fed

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan mempublikasikan data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) bulan Juli pada hari Rabu. Laporan ini diprakirakan akan menunjukkan sedikit penurunan inflasi konsumen dan inflasi inti.
USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.865, Minyak Naik Jelang IHK AS

USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.865, Minyak Naik Jelang IHK AS

Rupiah Indonesia (IDR) berbalik melemah pada perdagangan Rabu dan ditutup di Rp17.865 per Dolar AS (USD), turun 35 poin dari penutupan Selasa di Rp17.830. Tekanan datang dari kenaikan harga minyak yang kembali membebani mata uang Asia dari negara pengimpor minyak, sementara pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS malam ini.
Jangka (Sangat) Panjang dari Kurva Imbal Hasil AS Baru-Baru Ini Mencapai Tertinggi Multi-Tahunan

Jangka (Sangat) Panjang dari Kurva Imbal Hasil AS Baru-Baru Ini Mencapai Tertinggi Multi-Tahunan

Harga minyak diperdagangkan volatil kemarin antara US$88/barel dan US$90/barel. Roulette headline Iran terus berputar dengan pesan-pesan yang saling bertentangan. Peningkatan tuntutan kompensasi AS dari Iran memicu lonjakan awal lebih tinggi sebelum, komentar dari menteri pertahanan Pakistan menyebabkan pembalikan arah.
AI Menentang Buku Pedoman Disinflasi: Mengapa Harga Minyak yang Lebih Rendah Mungkin Tidak Cukup untuk Meredakan Inflasi Pokok

AI Menentang Buku Pedoman Disinflasi: Mengapa Harga Minyak yang Lebih Rendah Mungkin Tidak Cukup untuk Meredakan Inflasi Pokok

Lanskap ekonomi global telah terpaku pada Timur Tengah sejak perang AS-Iran dimulai pada akhir Februari, bereaksi terhadap perubahan signifikan dalam harga minyak mentah dan menilai bagaimana hal itu dapat memengaruhi dinamika inflasi dan prospek pertumbuhan.
Inflasi IHK AS Turun Tipis ke 3,4% pada Bulan Juli sesuai Prakiraan

Inflasi IHK AS Turun Tipis ke 3,4% pada Bulan Juli sesuai Prakiraan

Inflasi tahunan di Amerika Serikat (AS), yang diukur dengan perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK), turun ke 3,4% pada bulan Juli dari 3,5% pada bulan Juni, demikian laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada hari Rabu.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA