• IHSG turun tipis 0,09% ke 6.334 setelah sempat menyentuh 6.394 dan bergerak dalam rentang 6.284-6.394.
  • Sektor teknologi membatasi koreksi, sedangkan transportasi, kesehatan, dan saham bank besar menjadi pemberat.
  • Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75%, sementara mayoritas bursa Asia menguat mengikuti reli Wall Street.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghentikan reli sembilan hari berturut-turut pada perdagangan Rabu setelah kembali gagal menembus level 6.400. Indeks acuan ditutup turun tipis 0,09% atau sekitar 5 poin ke 6.334, setelah bergerak volatil dalam rentang 6.284-6.394.

IHSG sempat dibuka lebih tinggi di 6.366 dan mendekati batas psikologis tersebut dengan menyentuh level tertinggi harian 6.394. Namun, tekanan jual membawa indeks berbalik melemah, mengindikasikan aksi ambil untung setelah kenaikan panjang dalam sembilan sesi sebelumnya.

Teknologi Menopang, Saham Bank Menekan

Kenaikan sektor teknologi sebesar 1,58% membantu membatasi penurunan IHSG. Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melonjak 25% ke 1.625, bertepatan dengan mulai berlakunya stock split 1:25 pada pekan ini. Aksi korporasi tersebut memecah saham menjadi unit yang lebih kecil sehingga harga per lembar menjadi lebih terjangkau, tanpa mengubah nilai ekonomi perusahaan.

Sentimen terhadap sektor teknologi juga mendapat dukungan dari reli saham teknologi dan semikonduktor di Wall Street pada sesi sebelumnya. Nasdaq Composite melonjak 1,29%, sementara data ekspor Taiwan dan Korea Selatan yang kuat memperkuat keyakinan terhadap permintaan semikonduktor global.

Di sisi lain, sektor transportasi menjadi pemberat terbesar dengan penurunan 1,73%, disusul kesehatan sebesar 1,09%. Indeks PRIMBANK10 turut melemah 0,97%, dengan BDMN turun 1,9% ke 4.170, BBRI merosot 1,6% ke 3.020, BMRI terkoreksi 1,3% ke 4.420, dan BBCA berkurang 0,4% ke 6.500.

Meski bank-bank besar melemah, indeks sektor keuangan IDXFINANCE masih naik tipis 0,18%. Penguatan pada CASA, DNET, DEFI, BMAS, dan MTWI membantu mengimbangi tekanan dari kelompok perbankan berkapitalisasi besar. Nilai transaksi saham hari ini mencapai Rp18,52 triliun dengan volume 44,63 miliar lembar dan frekuensi 2,70 juta kali.

BI Menahan Suku Bunga, Bursa Asia Mayoritas Menguat

Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75%, berbeda dari ekspektasi mayoritas ekonom yang sebelumnya memprakirakan kenaikan 25 basis poin. Keputusan tersebut menghindarkan pasar saham dari tambahan tekanan biaya pendanaan, tetapi sekaligus memicu penyesuaian posisi karena hasil rapat lebih longgar daripada konsensus.

Pertumbuhan kredit meningkat menjadi 12,67% secara tahunan pada Juni dari 11,51% pada Mei, terutama ditopang kredit investasi yang melonjak 24,90%. BI juga memperkenalkan insentif untuk menarik arus portofolio asing, termasuk melalui upaya menekan biaya lindung nilai valuta asing. Rupiah menguat tipis setelah pengumuman, sementara IHSG tetap bergerak volatil sebelum ditutup melemah tipis.

Mayoritas bursa Asia menguat mengikuti kenaikan Wall Street. Straits Times naik 1,24%, KOSPI menguat 0,74%, ASX bertambah 0,34%, dan Shanghai Composite naik tipis 0,07%. Namun, sentimen regional tidak sepenuhnya positif karena Hang Seng turun 0,95% dan Nikkei 225 melemah 0,18%.

Secara teknis, level 6.400 tetap menjadi resistance terdekat setelah IHSG kembali tertahan tepat di bawahnya. Area tersebut merupakan bekas support yang ditembus pada 19 Mei. Di sisi bawah, level psikologis 6.300 dan level terendah perdagangan hari ini di 6.284 menjadi referensi terdekat, sedangkan penutupan di atas 6.400 akan mengonfirmasi penembusan resistance.

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Mencapai Tertinggi Dua Pekan saat Pedagang Menimbang Risiko Timur Tengah, Prospek The Fed

Emas Mencapai Tertinggi Dua Pekan saat Pedagang Menimbang Risiko Timur Tengah, Prospek The Fed

Emas (XAU/USD) naik ke level tertinggi dua minggu pada hari Rabu saat para pemburu harga murah masuk di dekat level $4.000, sementara para pedagang menimbang risiko Timur Tengah dan prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.122, naik 1,10% pada hari ini.
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.875 usai BI-Rate Ditahan, USD/IDR Berbalik Naik ke Rp17.909 di Pasar Offshore

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.875 usai BI-Rate Ditahan, USD/IDR Berbalik Naik ke Rp17.909 di Pasar Offshore

Rupiah ditutup menguat tipis di sekitar Rp17.875 per Dolar AS pada perdagangan domestik Rabu setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya. Dibandingkan kisaran penutupan Selasa di Rp17.880-Rp17.885, pasangan mata uang USD/IDR turun sekitar 5-10 poin atau 0,03%-0,06%. Namun, penguatan tersebut tidak berlanjut setelah pasar domestik ditutup.
Prakiraan Harga Emas: 3 Skenario yang Dapat Menentukan Sisa Tahun 2026

Prakiraan Harga Emas: 3 Skenario yang Dapat Menentukan Sisa Tahun 2026

Emas (XAU/USD) memberikan kelas master dalam volatilitas pada semester I tahun ini, naik lebih dari 20% pada periode Januari-Februari sebelum memasuki tren menurun yang membuat logam mulia ini turun hampir 30% dari Maret hingga akhir kuartal II.
Cardano: Pemulihan jangka pendek kurang didukung oleh ritel

Cardano: Pemulihan jangka pendek kurang didukung oleh ritel

Harga Cardano bergerak lebih rendah setelah Exponential Moving Average (EMA) 50 hari di $1,770 membatasi dua hari pemulihan berturut-turut yang terlihat awal pekan ini. Kontrak berjangka ADA menunjukkan penurunan minat ritel karena Open Interest dan volume perdagangan menurun di tengah likuidasi posisi beli yang tinggi. Prospek teknis untuk ADA bearish, karena momentum tetap lemah di bawah resistance garis tren di sekitar $0,1782.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 22 Juli

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 22 Juli

Pasar tetap waspada di pertengahan minggu seiring ketegangan di Timur Tengah yang semakin meningkat, dengan Amerika Serikat dan Iran terus saling melancarkan serangan. Kalender ekonomi tidak akan menawarkan rilis data berdampak tinggi pada hari Rabu, memungkinkan para investor tetap fokus pada berita utama seputar geopolitik.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA