- IHSG turun 1,13% atau 72 poin ke 6.301 setelah sempat menyentuh 6.390 pada awal perdagangan.
- Bahan baku dan energi mencatat tekanan terbesar, sementara saham perbankan relatif bertahan.
- Hasil review MSCI membayangi pasar domestik di tengah sentimen global yang beragam setelah inflasi AS melandai.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik turun pada perdagangan Kamis dan ditutup melemah 1,13% atau 72 poin ke 6.301, setelah kenaikan 1,69% pada Rabu. Tekanan jual meluas terutama pada sektor bahan baku dan energi, sementara sejumlah saham dengan aktivitas transaksi tinggi seperti CUAN, TPIA, dan DSSA juga berakhir di zona merah.
IHSG sempat membuka perdagangan lebih tinggi di 6.388 dan naik hingga 6.390, tetapi penguatan tersebut tidak bertahan. Indeks kemudian berbalik turun hingga menyentuh 6.281 sebelum memangkas sebagian pelemahan menjelang penutupan. Sepanjang perdagangan, volume transaksi saham mencapai 26,79 miliar lembar dengan nilai Rp13,60 triliun dan frekuensi sebanyak 1,91 juta kali. Pasar domestik mencermati hasil review MSCI Agustus, sementara dari eksternal, inflasi AS yang lebih moderat meredakan sebagian kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Bahan Baku dan Energi Pimpin Pelemahan
Tekanan paling besar terlihat pada sektor bahan baku yang turun 2,93%, diikuti IDX Sharia Growth yang merosot 2,51% dan sektor energi yang melemah 2,33%. INCO jatuh 5,2% ke 5.000, sedangkan di sektor energi PTRO turun 5,5% ke 5.200 dan BUMI merosot 3,8% ke 178.
Saham perbankan relatif lebih tahan. PRIMBANK10 hanya turun 0,01% dan INFOBANK15 melemah 0,07%. BMRI memang jatuh 3,3% ke 4.160, BRIS turun 1,1% ke 1.775, dan BBRI melemah 0,6% ke 3.110, tetapi tekanan tersebut sebagian diimbangi PNBN yang naik 1,1% serta BBNI dan BBTN yang masing-masing menguat 0,8%.
Sejumlah saham dengan nilai transaksi terbesar juga berakhir di zona merah. CUAN turun 3,4% ke 840, TPIA merosot 4,6% ke 2.060, sedangkan DSSA melemah 1,0% ke 990.
Review MSCI Membayangi Pasar Domestik jelang PPI AS
Hasil review MSCI Agustus menjadi salah satu perhatian utama investor setelah status freeze terhadap saham Indonesia belum dicabut dan tidak ada tambahan konstituen baru dalam peninjauan kali ini. Perubahan komposisi indeks yang diumumkan MSCI juga menjadi perhatian pelaku pasar menjelang penerapannya pada akhir Agustus.
Dari eksternal, Wall Street sebelumnya bergerak relatif positif setelah data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. IHK AS Juli melambat menjadi 3,4% secara tahunan dari 3,5% pada Juni, sementara inflasi inti turun menjadi 2,5% dari 2,6%. Ahli strategi Deutsche Bank menilai “saham AS menjadi penerima manfaat yang lebih jelas karena kekhawatiran atas kenaikan The Fed yang segera mereda.” S&P 500 naik 0,26% dan Nasdaq menguat 0,54%, sementara Dow Jones turun tipis 0,04%.
Respons di Asia pada Kamis lebih beragam. Nikkei naik 1,16% dan KOSPI melonjak 3,56%, tetapi Shanghai Composite turun 0,50%, ASX melemah 0,23%, dan Hang Seng kehilangan 0,17%.
Investor selanjutnya menunggu data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) AS Juli pada Kamis malam. Rilis tersebut akan menjadi pengujian berikutnya terhadap ekspektasi suku bunga The Fed setelah IHK yang lebih lunak meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.
IHSG Bertahan Tipis di Atas 6.300
Secara teknis, penutupan di 6.301 membuat IHSG bertahan sangat tipis di atas level psikologis 6.300 setelah sempat menembusnya pada perdagangan Kamis. Jika tekanan berlanjut, level terendah Kamis di 6.281 menjadi penopang terdekat, diikuti area 6.278–6.269 (batas bawah ascending triangle dan MA 20 hari) serta 6.238–6.200 (terendah 4 Agustus dan level psikologis). Di sisi atas, indeks perlu kembali melewati resistance 6.390 (tertinggi hari ini) dan level pskologis 6.400 untuk memperbaiki momentum jangka pendek. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) 14-hari turun ke 54,43 dari 59,19, menunjukkan momentum kenaikan mulai melemah meski masih bertahan di atas level netral 50.

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Mundur dari Tertinggi Dua Bulan karena Pedagang Menantikan PPI AS
USD/IDR: Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.860 saat Taruhan Kenaikan The Fed Mereda jelang PPI AS
Mengapa Harga Minyak Mentah Sudah Memperhitungkan Pembukaan Kembali Jalur Pelayaran yang Belum Terjadi?
XRP Bertahan di Level Penentu, ADA dan SOL Berisiko Lakukan Penembusan EMA 50-Hari
Altcoin teratas, termasuk Ripple, Cardano, dan Solana, menghadapi tekanan ke sisi negatif, bertahan di level-level support penting. Prospek teknis untuk XRP, ADA, dan SOL menunjukkan bias bearish ringan saat tekanan ke sisi negatif meningkat.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 13 Agustus:
Aksi di pasar finansial tetap relatif tenang pada awal hari Kamis, dengan pasangan-pasangan mata uang utama berfluktuasi dalam kisaran mingguan yang sempit. Pada paruh kedua hari ini, data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan Indeks Harga Produsen untuk bulan Juli akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS.