- IHSG anjlok ke 7.922 (-4,89%), tertekan aksi jual luas, dengan pelemahan terdalam di IDXBASIC, IDXENERGY, dan IDXCYCLIC.
- Laporan Reuters menyoroti risiko penurunan status Indonesia oleh MSCI, yang telah menggerus nilai pasar sekitar USD 80 miliar.
- Investor menunggu hasil pertemuan otoritas dengan MSCI, sementara data domestik bercampur dan tekanan global menjaga sentimen tetap defensif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 4,89% ke level 7.922, kehilangan 406 poin dari penutupan sebelumnya, di tengah tekanan jual yang meluas. Pelemahan terdalam terlihat pada IDXBASIC (-10,75%), IDXENERGY (-7,67%), dan IDXCYCLIC (-7,67%), mencerminkan pelepasan risiko yang agresif pada sektor-sektor berisiko. Di sisi lain, indeks berbasis perbankan relatif lebih bertahan, dengan PRIMBANK10 naik 0,97% dan INFOBANK15 menguat tipis 0,17%, menandakan rotasi defensif yang terbatas di tengah gejolak pasar.
Isu MSCI Tekan IHSG, Investor Pantau Langkah Reformasi Otoritas Pasar
Tekanan pasar saham domestik juga dipengaruhi kekhawatiran struktural yang lebih dalam. Reuters melaporkan IHSG telah kehilangan sekitar 12% nilai pasar atau lebih dari USD 80 miliar sejak MSCI memperingatkan potensi penurunan status Indonesia ke frontier market akibat isu transparansi kepemilikan dan praktik perdagangan. Meski otoritas menyampaikan komitmen perbaikan dan terjadi pengunduran diri sejumlah pejabat regulator, langkah tersebut belum mampu menenangkan pasar, tercermin dari berlanjutnya arus keluar investor asing dan pelemahan Rupiah.
Investor kini menanti perkembangan upaya otoritas pasar modal Indonesia yang dijadwalkan menggelar pertemuan dengan MSCI hari ini. Pertemuan tersebut dipandang krusial setelah MSCI menyampaikan keraguan atas aspek investabilitas dan transparansi pasar saham Indonesia, serta membuka kemungkinan penurunan status pasar dari emerging market menjadi frontier market jika perbaikan signifikan tidak tercapai hingga Mei 2026. Merespons sorotan tersebut, Bursa Efek Indonesia mencatat pengunduran diri Direktur Utamanya, Iman Rachman, yang disusul mundurnya tiga pejabat senior di Otoritas Jasa Keuangan – langkah yang dipantau pasar sebagai indikator awal keseriusan reformasi.
Data Domestik Bercampur: Manufaktur Ekspansif, Inflasi Menguat, Surplus Dagang Menyempit
Dari sisi domestik, data ekonomi Indonesia yang dirilis hari ini menunjukkan sinyal bercampur. PMI Manufaktur S&P Global Januari naik ke 52,6 dari 51,2, menegaskan aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi. Neraca perdagangan Desember mencatat surplus USD 2,52 miliar, sedikit menyempit seiring ekspor tumbuh 11,64% YoY dan impor berbalik naik 10,81% YoY, mencerminkan pemulihan permintaan domestik. Dari sisi harga, inflasi tahunan Januari meningkat ke 3,55%, dengan inflasi inti naik tipis ke 2,45%, meski inflasi bulanan kembali mencatat deflasi -0,15%. Dukungan tambahan datang dari sektor pariwisata, dengan kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh 14,43% YoY pada Desember.
Data AS dan Narasi The Fed Jaga Dolar, Sentimen Global Tekan Aset Berisiko
Dari eksternal, data Amerika Serikat yang dirilis Jumat memperlihatkan tekanan harga produsen masih kuat. Indeks Harga Produsen (IHP) Desember naik 0,5% MoM dan 3,0% YoY, sementara IHP inti meningkat 0,7% MoM dan 3,3% YoY. PMI Chicago Januari melonjak ke 54, mengindikasikan perbaikan momentum manufaktur regional. Sejalan dengan itu, ING menilai dolar mulai menunjukkan tanda pemulihan; analis Francesco Pesole memprakirakan nonfarm payroll sekitar 80 ribu dengan tingkat pengangguran 4,4%, yang berpotensi menopang stabilisasi dolar.
Dukungan terhadap USD juga datang setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya, yang langsung mendorong penguatan dolar terhadap mata uang utama. Kombinasi sentimen global ini ikut membebani aset berisiko, termasuk IHSG, yang tetap berada di bawah tekanan di tengah kehati-hatian investor.
Ke depan, pasar menanti rilis PMI Manufaktur ISM Januari dari Institute for Supply Management, dengan fokus tambahan pada indeks ketenagakerjaan sebagai penentu arah sentimen risiko global.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Kapan PMI Manufaktur ISM AS untuk Januari dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap EUR/USD?
Data Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur Institute of Supply Management (ISM) Amerika Serikat (AS) untuk bulan Januari dijadwalkan akan dipublikasikan hari ini pada pukul 15:00 GMT (22:00 WIB).
Emas Stabil setelah Koreksi Tajam saat Aksi Beli saat Harga Turun Muncul
Emas (XAU/USD) stabil pada hari Senin dengan minat pembelian setelah penurunan muncul setelah koreksi tajam dari lonjakan minggu lalu ke tertinggi baru sepanjang masa di dekat $5.600. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.770, pulih setelah penurunan dalam perdagangan harian hampir 10% ke terendah lebih dari tiga minggu di dekat $4.402
Prakiraan EUR/USD: Euro Stabilisasi tetapi Terlihat Rapuh
EUR/USD turun 1% pada hari Jumat dan menghapus semua kenaikan mingguan. Pasangan mata uang ini bertahan stabil di dekat 1,1850 pada pagi hari Eropa di hari Senin, tetapi upaya pemulihan yang tegas mungkin sulit dilakukan dalam jangka pendek.
Kripto Hari ini: Bitcoin, Ethereum, XRP Melanjutkan Koreksi di Tengah Arus ETF yang Bervariasi dan Minat Ritel yang Menurun
Bitcoin konsolidasi di atas $77.000 setelah anjlok dan menguji terendah yang dipicu tarif di bulan April, sementara para investor tetap berhati-hati. Ethereum melanjutkan pelemahannya menuju support psikologis $2.000 di tengah arus keluar ETF. XRP bertahan di bawah terendah April di $1,61 saat Open Interest kontrak berjangka turun menjadi $2,81 miliar.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 2 Februari:
Emas dan Perak memulai minggu baru di bawah tekanan jual yang besar setelah mengalami kerugian besar pada hari Jumat. Kalender ekonomi AS akan menampilkan laporan PMI Manufaktur ISM untuk bulan Januari nanti hari ini dan para investor akan memperhatikan komentar-komentar dari para pengambil kebijakan The Fed.