• IHSG melonjak 1,37% ke 6.319 dan mengakhiri perdagangan tepat di level tertinggi harian.
  • Properti memimpin kenaikan, sementara BBNI, BBCA, dan BMRI mengangkat indeks saham bank.
  • Mayoritas bursa Asia menguat setelah reli Wall Street, meski Hang Seng tetap berada di zona merah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat setelah terkoreksi pada perdagangan Senin dan ditutup melonjak 1,37% atau 85 poin ke 6.319 pada Selasa. Indeks dibuka di 6.254, sempat turun ke terendah harian 6.238, lalu menanjak hingga berakhir tepat di level tertinggi. Kenaikan ditopang sektor properti serta saham bank besar, terutama BBNI, BBCA, dan BMRI, di tengah penguatan mayoritas bursa Asia setelah reli Wall Street. Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada rilis PDB Indonesia kuartal II pada Rabu dan data lowongan kerja JOLTS AS malam ini.

Sektor properti memimpin dengan kenaikan 2,72% ke 795. Penguatan juga terlihat pada INFOBANK15 yang mencapai 2,41% dan PRIMBANK10 sebesar 2,34%. Sebaliknya, barang konsumen siklikal turun 0,10%, sedangkan teknologi melemah tipis 0,07%. Sepanjang perdagangan, volume transaksi saham mencapai 32,42 miliar lembar dengan nilai Rp12,99 triliun dan frekuensi sebanyak 2,11 juta kali.

Saham Bank Besar Mengangkat IHSG

BBNI memimpin kenaikan saham bank besar dengan lonjakan 4,0% ke 3.660, disusul BBCA yang menguat 3,2% ke 6.500 dan BMRI yang naik 2,2% ke 4.260. Besarnya bobot saham-saham tersebut membuat penguatan sektor perbankan memberikan kontribusi kuat terhadap kenaikan IHSG.

Minat beli tetap terjaga ketika pelaku pasar mencerna laporan kinerja emiten semester I dan menantikan data Produk Domestik Bruto Indonesia kuartal II. Penutupan di level tertinggi menunjukkan kehati-hatian menjelang agenda domestik tersebut belum menghambat selera terhadap saham berkapitalisasi besar.

Wall Street Menguat, Bursa Asia Beragam

Tim Riset Danske mencatat sejumlah indeks MSCI dunia mengawali Agustus dengan rekor baru, didorong rotasi menuju sektor siklikal, pemulihan saham perangkat lunak, dan penurunan harga minyak. Namun, Danske sebelumnya menilai “sentimen di Asia lebih lemah karena skeptisisme terhadap teknologi dan semikonduktor regional.”

Mayoritas bursa Asia menguat setelah Wall Street membukukan reli tajam pada Senin, ketika meredanya kekhawatiran terhadap konflik AS–Iran sempat menekan harga minyak dan memperbaiki selera risiko. KOSPI naik 1,62%, sementara ASX bertambah 1,40% dengan dukungan saham teknologi, kesehatan, dan perbankan. Shanghai Composite dan Nikkei masing-masing menguat 0,33% dan 0,32%, sedangkan Hang Seng turun 0,60%.

Pasar Menunggu JOLTS AS

Perhatian global berikutnya tertuju pada laporan JOLTS AS periode Juni yang dijadwalkan dirilis pada pukul 21.00 WIB. Jumlah lowongan pekerjaan diprakirakan turun menjadi 7,4 juta dari 7,6 juta pada Mei. Data tersebut akan memberi petunjuk mengenai kekuatan permintaan tenaga kerja dan potensi tekanan upah, dua faktor yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve.

IHSG Mendekati Resistance 6.340

Kenaikan Selasa memperkuat struktur pemulihan IHSG setelah indeks menembus resistance 6.273 (level tertinggi kemarin) dan ditutup tepat di level tertinggi harian 6.319. Momentum positif juga tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14-hari yang naik ke 60,20, masih di bawah area jenuh beli. Resistance terdekat berada di 6.340 (tertinggi 21 Juli), kemudian level psikologis 6.400 dan batas atas Ascending Triangle di sekitar 6.480. Support terdekat terletak di 6.238–6.200 (terendah hari ini dan level psikologis), disusul Simple Moving Average (SMA) 20-hari di sekitar 6.146, batas bawah pola di 6.130 dan SMA 50-hari di 6.032.

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Tertahan karena Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan AS–Iran Topang Dolar AS

Emas Tertahan karena Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan AS–Iran Topang Dolar AS

Emas (XAU/USD) menguat tipis selama sesi Asia pada Selasa, tetapi kenaikannya tidak berlanjut karena pelaku pasar menunggu perkembangan lebih lanjut terkait krisis Timur Tengah sebelum mengambil posisi baru. Sementara itu, ketidakpastian seputar perundingan damai AS-Iran terus menopang Dolar AS (USD) sebagai aset safe haven.
USD/IDR: Rupiah Kembali ke Atas Rp18.000 Jelang JOLTS AS dan PDB Kuartal II Indonesia

USD/IDR: Rupiah Kembali ke Atas Rp18.000 Jelang JOLTS AS dan PDB Kuartal II Indonesia

Rupiah Indonesia (IDR) melemah 35 poin atau sekitar 0,19% ke Rp18.015 per Dolar AS (USD) pada penutupan perdagangan antarbank domestik Selasa, dari Rp17.980 pada Senin. Mata uang Garuda kehilangan penguatan awal pekan setelah harga minyak kembali naik, sementara pelaku pasar menanti data Lowongan Kerja JOLTS AS pada Selasa malam dan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II pada Rabu.
AI Tantang Pedoman Disinflasi: Minyak Murah Belum Tentu Redakan Inflasi Inti

AI Tantang Pedoman Disinflasi: Minyak Murah Belum Tentu Redakan Inflasi Inti

Lanskap ekonomi global berfokus pada Timur Tengah sejak perang AS-Iran dimulai pada akhir Februari, dengan pasar bereaksi terhadap perubahan tajam harga Minyak Mentah dan menilai dampaknya terhadap dinamika inflasi serta prospek pertumbuhan.
Ripple dan Stellar stabil saat data derivatif menunjukkan tekanan penurunan yang mereda

Ripple dan Stellar stabil saat data derivatif menunjukkan tekanan penurunan yang mereda

Aave (AAVE) melanjutkan pemulihan jangka pendek yang ringan pada hari Selasa, bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 50 hari di $90,80. Peluncuran V3 protokol Aave di blockchain Monad mencatat lebih dari $500 Juta dalam simpanan selama sebulan terakhir, mencerminkan peningkatan adopsi pengguna.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 4 Agustus

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 4 Agustus

Dolar AS stabil setelah mencatatkan kenaikan pemulihan moderat pada hari Senin seiring memudar optimisme pasar mengenai resolusi diplomatik konflik di Timur Tengah. Pada paruh kedua hari ini, kalender ekonomi akan menampilkan data Neraca Perdagangan Barang, Lowongan Pekerjaan JOLTS, dan Pesanan Pabrik untuk bulan Juni dari Amerika Serikat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA