• Yen Jepang melemah setelah reli tajam pekan lalu meskipun ada peringatan intervensi baru dari otoritas.
  • Prospek fiskal Jepang yang memburuk membebani mata uang Jepang dan mendukung USD/JPY.
  • Pasar kini menunggu laporan ketenagakerjaan AS bulan Juli untuk mencari petunjuk baru mengenai jalur kebijakan Federal Reserve.

USD/JPY diperdagangkan di sekitar 157,95 pada hari Selasa pada saat berita ini ditulis, naik 0,49% pada hari ini. Setelah rebound tajam Yen Jepang (JPY) yang didorong oleh intervensi terkoordinasi dari otoritas Jepang dan AS di pasar valuta asing pekan lalu, para investor secara bertahap mengalihkan fokus kembali ke fundamental yang mendasarinya, sehingga memungkinkan Dolar AS (USD) memulihkan sebagian dari pelemahan terbarunya.

Kementerian Keuangan Jepang mengonfirmasi bahwa Tokyo dan Washington melakukan intervensi terkoordinasi untuk mendukung mata uang Jepang. Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan otoritas tidak akan ragu untuk kembali melakukan intervensi jika diperlukan. Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa Washington tetap siap bekerja sama dalam intervensi di masa mendatang, sementara Presiden AS, Donald Trump, menggambarkan langkah tersebut sebagai "sebuah sinyal persahabatan." Menurut Bloomberg, Jepang diprakirakan telah menghabiskan sekitar US$34 miliar untuk intervensi pekan lalu.

Namun, perhatian pasar kini beralih ke prospek fiskal Jepang. Partai Demokrat Liberal (Liberal Democratic Party/LDP) yang berkuasa telah mendukung usulan untuk secara temporer menurunkan pajak konsumsi makanan dari 8% menjadi 1% mulai April 2027, disertai sekitar ¥600 miliar transfer tunai tahunan bagi rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah. Tidak adanya mekanisme pendanaan yang didefinisikan dengan jelas telah memicu kekhawatiran investor, sehingga memberikan tekanan baru pada Yen Jepang.

Sementara itu, perbedaan suku bunga terus membatasi potensi kenaikan mata uang Jepang. Meskipun Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 1% pada bulan Juni, biaya pinjaman masih jauh di bawah ekonomi-ekonomi besar lainnya, sehingga terus mendukung carry trade dan memberikan pendorong tambahan bagi USD/JPY.

Para investor juga memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Meskipun ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tampaknya mereda secara temporer, pernyataan yang saling bertentangan dari kedua belah pihak terus mendorong sentimen pasar yang hati-hati.

Perhatian kini tertuju pada data pasar tenaga kerja AS, dengan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang akan dirilis nanti pada hari Selasa menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) hari Jumat. Para ekonom memprakirakan ekonomi AS menambah 83 ribu pekerjaan pada bulan Juli setelah 57 ribu pada bulan Juni, sementara Tingkat Pengangguran diprakirakan naik ke 4,3% dari 4,2%. Data yang lebih kuat dari prakiraan dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan September, memberikan dukungan tambahan bagi Dolar AS.

Dukungan terhadap Yen Dipandang Temporer dengan Penurunan USDJPY yang Terbatas

Para analis di MUFG mencatat bahwa Yen telah "melemah secara moderat selama perdagangan sesi Asia," mendorong USD/JPY "kembali naik hingga nyaris menyentuh moving average 200-hari di sekitar 158,00 setelah menyentuh level terendah kemarin di 157,18." Dari sisi kebijakan, MUFG memprakirakan "intervensi AS untuk mendukung yen akan tetap relatif kecil skalanya," dan meskipun mereka mengakui bahwa "intervensi bersama mungkin terbukti lebih efektif dalam membantu memberikan dukungan bagi yen dalam jangka pendek, kami tetap percaya bahwa itu hanya bisa mengulur waktu." Menurut pandangan mereka, "akan diperlukan perubahan pada fundamental juga untuk mendorong pembalikan yang berkelanjutan dari tren pelemahan yen yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir," dengan "lebih banyak tekanan AS terhadap Jepang agar memungkinkan laju normalisasi kebijakan BoJ yang lebih cepat sebagai bagian dari pengaturan intervensi bersama" digambarkan sebagai "langkah penting untuk membantu membalikkan pelemahan yen."

TD Securities menyampaikan pandangan serupa mengenai daya tahan penurunan USD/JPY. Mereka menilai bahwa “momentum dapat mendorong USD/JPY turun sementara ke 153, tetapi kami tidak memprakirakan pasangan mata uang ini akan diperdagangkan secara berkelanjutan di bawah level tersebut tanpa komitmen penuh dari BoJ dan Departemen Keuangan AS.” Sinyal mengikuti tren mereka menunjukkan bahwa “tren USD/JPY telah berubah dari naik menjadi netral, tetapi belum memasuki tren turun.” Sejalan dengan penilaian tersebut, TD Securities mengatakan, “untuk saat ini, kami mempertahankan prakiraan akhir tahun USD/JPY di 159,00.”

Analisis Grafik USD/JPY


Analisis Teknis USD/JPY

Pada grafik satu jam, USD/JPY diperdagangkan di 157,88 dengan bias yang masih tertahan karena bergerak di bawah Simple Moving Average (SMA) 100 periode di 159,85 dan SMA 200 periode di 161,78. Pasangan mata uang ini telah naik di atas garis tren menanjak yang sebelumnya ditembus di 157,72 serta level Fibonacci retracement 23,6% di 157,30. Namun, gambaran teknis yang lebih luas menunjukkan reli masih rentan selama kedua rata-rata pergerakan utama tersebut tetap berada di atas harga, meskipun Relative Strength Index (RSI) di 58,22 mengindikasikan momentum jangka pendek yang cukup konstruktif.

Di sisi atas, resistance awal terletak di retracement 38,2% di 158,58, diikuti oleh penghalang yang lebih signifikan di level 50,0% di 159,61, tepat di depan SMA 100 periode di 159,85. Lebih jauh ke atas, retracement 61,8% di 160,64 dan SMA 200 periode di 161,78 bertemu dengan level 78,6% di 162,12 untuk membentuk zona penawaran jual yang padat. Di sisi bawah, support terdekat terlihat di sekitar area penembusan garis tren 157,72, dengan retracement 23,6% di 157,30 menopang pergerakan; penurunan yang lebih dalam akan mengekspos jangkar Fibonacci di dekat 155,23 sebagai dasar signifikan berikutnya.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Bertahan di Atas $4.050; Taruhan The Fed Hawkish Mendukung Pedagang Bearish

Emas Bertahan di Atas $4.050; Taruhan The Fed Hawkish Mendukung Pedagang Bearish

Harga emas tetap terbatas dalam kisaran di bawah level $4.100 hingga awal sesi Eropa karena para pedagang memilih untuk menunggu perkembangan lebih lanjut seputar krisis Timur Tengah. Sementara itu, ketidakpastian atas perundingan damai AS-Iran terus menjadi pendorong bagi safe-haven Dolar AS.

USD/IDR: Rupiah Kembali ke Atas Rp18.000 Jelang JOLTS AS dan PDB Kuartal II Indonesia

USD/IDR: Rupiah Kembali ke Atas Rp18.000 Jelang JOLTS AS dan PDB Kuartal II Indonesia

Rupiah Indonesia (IDR) melemah 35 poin atau sekitar 0,19% ke Rp18.015 per Dolar AS (USD) pada penutupan perdagangan antarbank domestik Selasa, dari Rp17.980 pada Senin. Mata uang Garuda kehilangan penguatan awal pekan setelah harga minyak kembali naik, sementara pelaku pasar menanti data Lowongan Kerja JOLTS AS pada Selasa malam dan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II pada Rabu.
AI Tantang Pedoman Disinflasi: Minyak Murah Belum Tentu Redakan Inflasi Inti

AI Tantang Pedoman Disinflasi: Minyak Murah Belum Tentu Redakan Inflasi Inti

Lanskap ekonomi global berfokus pada Timur Tengah sejak perang AS-Iran dimulai pada akhir Februari, dengan pasar bereaksi terhadap perubahan tajam harga Minyak Mentah dan menilai dampaknya terhadap dinamika inflasi serta prospek pertumbuhan.
Emas Tertahan karena Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan AS–Iran Topang Dolar AS

Emas Tertahan karena Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan AS–Iran Topang Dolar AS

Emas (XAU/USD) menguat tipis selama sesi Asia pada Selasa, tetapi kenaikannya tidak berlanjut karena pelaku pasar menunggu perkembangan lebih lanjut terkait krisis Timur Tengah sebelum mengambil posisi baru. Sementara itu, ketidakpastian seputar perundingan damai AS-Iran terus menopang Dolar AS (USD) sebagai aset safe haven.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 4 Agustus

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 4 Agustus

Dolar AS stabil setelah mencatatkan kenaikan pemulihan moderat pada hari Senin seiring memudar optimisme pasar mengenai resolusi diplomatik konflik di Timur Tengah. Pada paruh kedua hari ini, kalender ekonomi akan menampilkan data Neraca Perdagangan Barang, Lowongan Pekerjaan JOLTS, dan Pesanan Pabrik untuk bulan Juni dari Amerika Serikat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA