- IHSG mencoba menstabilkan diri di dekat level angka bulat 9.000.
- Menkeu Purbaya memprakirakan pertumbuhan ekonomi Kuartal 4 2025 di atas 5%.
- Data Keyakinan Konsumen menjadi data penting untuk Indonesia pada hari ini.
IHSG kembali ke level pembukaan di area 8.968,35 yang lebih tinggi 0,48% dibandingkan penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 8.969,15 untuk kemudian mencatatkan tertinggi dan terendah hari masing-masing di 8.981,02 dan 8.935,63 dalam 30 menit pertama perdagangan. Indeks tampak beristirahat sejenak setelah mencapai rekor tertinggi baru di 9.002,92 pada hari kemarin. Perhatian pasar akan tertuju pada data Keyakinan Konsumen Indonesia yang akan dirilis hari ini sampi mencerna laporan APBNKita yang disampaikan pada hari kemarin.
Indeks-indeks saham Indonesia berada di zona hijau. LQ45 menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik sejauh hari ini. Kenaikan indeks ini dibantu oleh MEDC (+6,05%), AMMN (+2,85%), MDKA (+2,73%), BRPT (+2,27%), dan lainnya.
Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI), Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konfrensi pers APBNKita pada hari kemarin menunjukkan bahwa Pendapatan Negara Rp2.756,3 triliun dengan perincian Rp1.917,6 triliun dari penerimaan pajak; Rp300,3 triliun dari penerimaan kepabeanan dan cukai; dan Rp534,1 triliun dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Belanja Negara adalah Rp3.451,4 triliun dengan perincian Rp2.602,3 triliun untuk belanja pusat dan Rp849,0 triliun untuk transfer ke daerah. Dengan demikian, defisit APBN adalah Rp695,1 triliun atau 2,92% dari PDB. Menkeu optimis pertumbuhan ekonomi akan lebih baik ke depan dan diprakirakan tumbuh di atas 5% pada Kuartal 4 2025.
Pada hari kemarin, Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa Cadangan Devisa Indonesia tercatat di $156,5 miliar pada Desember 2025 yang lebih tinggi dari $150,1 miliar pada bulan sebelumnya. Cadangan ini setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini tentu di atas standar kecukupan internasional yaitu tiga bulan
Hari ini, BI akan merilis data Keyakinan Konsumen bulan Desember 2025 pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Keyakinan Konsumen diprakirakan tumbuh ke 125 dari 124 pada bulan sebelumnya.
Data tersebut adalah data penting terakhir untuk hari ini. Pada hari perdagangan pertama minggu depan, para investor akan menghadapi data Penjualan Ritel Indonesia untuk bulan November 2025.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,149% dan belum menunjukkan pergerakan besar. Ini menyusul kenaikan 0,99% pada hari kemarin, pergerakan satu hari terbesar sejauh tahun ini.
Emas Antam Sedikit Naik Setelah Turun
Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.577.000 yang naik Rp7.000 dari harga kemarin Rp2.570.000 seperti diumumkan dalam situs Logam Mulia. Kenaikan ringan ini terjadi setelah Emas Antam sempat turun dari Rp2.584.000 pada hari kemarin.
Kenaikan tersebut menyusul harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup naik sedikit 0,47% di $4.477 per troy ons. Harga Emas ini kembali ditutup di wilayah positif pada kemarin, meskipun belum memulihkan seluruh penurunan dari $4.500.
Ke depan, data ketenagakerjaan dari Amerika Serikat yang mencakup Nonfarm Payrolls, Tingkat Pengangguran, dan Pendapatan Rata-Rata yang akan dirilis pada pukul 13:30 GMT (20:30 WIB) hari ini akan diamati untuk mencari petunjuk yang bisa digunakan untuk menilai keputusan The Fed ke depan.
Grafik Harian IHSG

IHSG melanjutkan penembusan dari kisaran sideways jangka pendek untuk mencatatkan tertinggi baru sepanjang masa di atas level 9.000 pada hari kemarin. Rekor tertinggi baru tersebut sekaligus memperbarui higher high dari struktur higher highs dan higher lows yang dibentuk IHSG dari 5.882,60 sejak tahun lalu, sebuah struktur yang menunjukkan sebuah aset berada dalam tren bullish. Simple Moving Average (SMA) 200-hari mendukung tren bullish dengan bergerak naik di bawah indeks sejak ditembus pada pertengahan Juli 2025.
Relative Strength Index (RSI) 14 hari di 71,88 berada di zona jenuh beli. Skenario yang memungkinkan adalah IHSG mengabaikan indikator ini dan terus naik karena dorongan sentimen positif atau koreksi untuk menetralkan jenuh beli sebelum melanjutkan kenaikan. Dalam kasus IHSG terus naik dan melampaui rekor tertinggi sebelumnya, indeks bisa mengincar level-level angka bulat di 9.050, 9.100, dan 9.150. Koreksi apa pun bisa membuat indeks menghadapi support di 8.776,97 (tertinggi 11 Desember 2025, higher high), 8.525,10 (terendah 29 Desember 2025, higher low), dan 8.288,27 (tertinggi 13 Oktober 2025, higher high).
Indikator Ekonomi
Keyakinan Konsumen
Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia mencerminkan perubahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Laporan tersebut mencakup Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk menggambarkan gambaran akurat terkait sentimen konsumen di negara ini.
Baca lebih lanjutInformasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD: Dunia Berkisar di Sekitar Amerika Serikat di Awal 2026
Pasangan mata uang EUR/USD memulai tahun baru dengan nada lembut, jatuh untuk minggu kedua berturut-turut dan menetap di sekitar 1,1640, terendah dalam sebulan. Dolar AS (USD) berdiri sebagai pemenang di seluruh bursa valas, didukung oleh ketidakpastian geopolitik dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang cukup kuat.
GBP/USD: Akankah Pound Sterling Melanjutkan Penurunan Korektif?
Pound Sterling (GBP) mengalami koreksi tajam terhadap Dolar AS (USD), mengirim GBP/USD turun dari level tertinggi empat bulan di 1,3568 untuk menguji terendah mingguan di dekat 1,3400.
Emas: Awal yang Tidak Stabil untuk 2026 saat Pasar Menilai Data AS dan Geopolitik
Setelah kehilangan lebih dari 4% di minggu terakhir tahun ini, Emas (XAU/USD) mengumpulkan momentum bullish seiring dengan normalisasi kondisi perdagangan. Meskipun XAU/USD memasuki fase konsolidasi setelah rally yang terlihat lebih awal di minggu ini, pasangan ini berhasil mencatatkan kenaikan mingguan.
Bitcoin: Rally Awal 2026 Terhambat saat Investor BTC Menunggu Katalis Kunci
Bitcoin (BTC) diperdagangkan lebih rendah menuju $90.000 pada hari Jumat setelah menghadapi penolakan di zona resistance utama. Penarikan harga BTC didukung oleh menurunnya permintaan institusional, karena dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) spot telah mencatat aliran keluar bersih sejauh minggu ini.
Liputan langsung Nonfarm Payrolls:
Apakah data ketenagakerjaan bulan Desember akan mempengaruhi keputusan The Fed di bulan Januari?
Para ekonom memprakirakan Nonfarm Payrolls akan naik 60.000 di bulan Desember menyusul kenaikan 64.000 yang tercatat di bulan November. Para ahli kami akan menganalisis reaksi pasar terhadap peristiwa ini pada pukul 13:00 GMT. Bergabunglah dengan kami di sini!

