IHSG Berbalik Menguat ke 6.301 di Pertengahan Sesi I Jelang Keputusan Suku Bunga BI, Sektor Konsumer Memimpin


  • IHSG berbalik menguat 0,39% ke 6.301 pada pukul 10.12 WIB setelah sempat turun hingga 6.253 pada awal perdagangan.
  • Sektor konsumer siklikal dan barang baku memimpin penguatan, sementara sektor keuangan dan infrastruktur masih berada di zona merah.
  • Investor menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) di tengah tekanan terhadap Rupiah dan berlanjutnya penjualan bersih asing di pasar saham domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan Rabu, 23 September 2026, naik 0,39% atau 24 poin ke 6.301 pada pukul 10.12 WIB setelah sempat turun hingga 6.253 pada awal sesi I. Indeks dibuka di 6.297 dan mencapai level tertinggi harian di 6.321. Pemulihan IHSG ditopang penguatan mayoritas sektor, terutama konsumer siklikal dan barang baku, ketika investor menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan diumumkan hari ini. Meski demikian, sektor keuangan dan infrastruktur masih berada di zona merah.

Sektor Konsumer Siklikal dan Barang Baku Memimpin Penguatan

Sebanyak delapan dari 11 sektor BEI bergerak menguat. Konsumer siklikal (IDXCYCLIC) memimpin kenaikan sebesar 1,19%, disusul barang baku (IDXBASIC) sebesar 1,11% dan perindustrian (IDXINDUST) sebesar 0,81%. Konsumer primer (IDXNONCYC) turut menguat 0,69%, sementara transportasi (IDXTRANS) naik 0,45% dan energi (IDXENERGY) bertambah 0,37%. Sebaliknya, infrastruktur (IDXINFRA) masih melemah 0,08%, diikuti keuangan (IDXFINANCE) sebesar 0,06% dan kesehatan (IDXHEALTH) sebesar 0,02%. Penguatan saham-saham unggulan tercermin pada LQ45 yang naik 0,46% ke 628, sedangkan IDX30 bertambah 0,42% ke 348.

Pemulihan IHSG berlangsung setelah indeks merosot 1,69% ke 6.277 pada perdagangan Selasa. Tekanan di pasar saham domestik juga tercermin dari penjualan bersih investor asing sebesar Rp131,71 miliar pada perdagangan sebelumnya, sehingga akumulasi penjualan bersih sejak awal tahun mencapai Rp75 triliun. Meski IHSG kembali bergerak di atas 6.300 pada Rabu pagi, perkembangan arus dana asing masih menjadi salah satu faktor yang dicermati investor di tengah ketidakpastian pasar global.

Investor Tunggu Keputusan BI, Bursa Asia Bergerak Bervariasi

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 22–23 September. Bank sentral mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada Agustus untuk menjaga stabilitas Rupiah di tengah gejolak pasar global. Dengan nilai tukar Rupiah yang masih tertekan dan Federal Reserve (The Fed) telah menaikkan suku bunga pada pekan lalu, keputusan BI serta langkah stabilisasi nilai tukar menjadi faktor penting bagi pergerakan pasar keuangan domestik. Menurut survei Reuters, 29 dari 32 ekonom memprakirakan BI kembali mempertahankan suku bunga acuannya, sementara 15 dari 27 responden memperkirakan BI-Rate akan mencapai 6,00% atau lebih tinggi pada akhir 2026.

Di pasar regional, bursa Asia bergerak bervariasi. Indeks ASX 200 Australia menguat 0,15%, Kospi Korea Selatan naik 0,16%, dan Straits Times Singapura bertambah 0,05%. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong turun 0,89%, sementara Shanghai Composite Tiongkok melemah 0,22%. Bursa Jepang masih tutup karena libur nasional. Sebelumnya, Wall Street juga berakhir beragam, dengan Dow Jones turun 0,36% dan S&P 500 terkoreksi tipis 0,01%, sedangkan Nasdaq menguat 0,45%. Pergerakan pasar global masih dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter AS dan perkembangan konflik Timur Tengah.

Analisis Teknis IHSG: Area 6.230 Menjadi Support Terdekat

Secara teknis, IHSG masih menghadapi tekanan setelah bergerak di bawah garis rata-rata pergerakan (Moving Average/MA) di sekitar 6.320 dan 6.522. Indeks juga telah menembus garis tren naik yang terbentuk sejak Juni (Merah). Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di 35,35, menunjukkan momentum pelemahan masih dominan dan mulai mendekati wilayah jenuh jual di bawah 30.

IHSG menghadapi resistance terdekat di 6.462 (tertinggi 10 Agustus), sebelum ke level psikologis di 6.500. Sebaliknya, support terdekat terletak di 6.230 (terendah 11 Agustus), diikuti 6.029 (terendah 29 Juli) apabila tekanan jual berlanjut.

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG



Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Pulih di Atas US$4.350 karena Harapan Diplomasi AS–Iran

Emas Pulih di Atas US$4.350 karena Harapan Diplomasi AS–Iran

Harga Emas (XAU/USD) rebound mendekati US$4.360 selama awal sesi Asia pada hari Rabu. Logam mulia ini naik tipis di tengah harapan akan kemajuan diplomatik antara AS dan Iran. CNBC melaporkan pada hari Selasa bahwa Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pejabat AS telah mengadakan "pertemuan yang sangat baik" dengan delegasi Iran dan pertemuan itu berlangsung sekitar tiga jam.
Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Menguat ke Rp17.805 Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Menguat ke Rp17.805 Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Rabu, 23 September: Rupiah Indonesia (IDR) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Rabu pagi, dengan pasangan mata uang USD/IDR bergerak di sekitar Rp17.805 setelah mata uang Indonesia ditutup di Rp17.850 per Dolar AS pada Selasa.
Trump Bertemu Xi: Mengapa Pasar Mengamati KTT Ini dengan Sangat Cermat

Trump Bertemu Xi: Mengapa Pasar Mengamati KTT Ini dengan Sangat Cermat

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Washington pada hari Kamis untuk sebuah pertemuan puncak yang diawasi ketat oleh pasar.
Pembeli Cardano Mendorong Lebih Tinggi saat Open Interest, Tingkat Pendanaan Naik

Pembeli Cardano Mendorong Lebih Tinggi saat Open Interest, Tingkat Pendanaan Naik

Cardano (ADA) melanjutkan kenaikan, diperdagangkan di atas US$0,262 setelah reli lebih dari 14% sejauh pekan ini. Momentum bullish didukung oleh Open Interest (OI) yang meningkat, tingkat pendanaan yang positif, dan tanda-tanda akumulasi whale. Jika tekanan beli berlanjut, ADA dapat melanjutkan relinya dan menargetkan level yang lebih tinggi. Metrik derivatif Cardano menunjukkan kondisi yang menguat.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 23 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 23 September:

Dolar AS (USD) melanjutkan pemulihannya pada hari Selasa, naik ke level tertinggi baru multi-minggu didukung oleh taruhan yang stabil atas pengetatan tambahan The Fed, sementara meningkatnya harapan akan potensi kesepakatan untuk meredakan konflik AS–Iran–Hormuz tampaknya diabaikan oleh para pelaku pasar.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA