Harga emas di Indonesia pada hari Selasa secara umum tetap tidak berubah, menurut data yang dikumpulkan oleh FXStreet.
Harga emas berada di 2.359.215,00 Rupiah Indonesia (IDR) per gram, relatif stabil dibandingkan dengan harga 2.357.846,00 IDR pada hari Senin.
Harga emas secara umum tetap stabil di 27.516.810,00 IDR per tola dari 27.501.450,00 IDR per tola sehari sebelumnya.
Satuan Ukuran | Haraga Emas dalam IDR |
|---|---|
1 Gram | 2.359.215,00 |
10 Gram | 23.590.520,00 |
Tola | 27.516.810,00 |
Ons Troy | 73.379.860,00 |
FXStreet menghitung harga emas di Indonesia dengan menyesuaikan harga internasional (USD/IDR) ke mata uang dan satuan pengukuran lokal. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan kurs pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga tersebut tidak mencerminkan harga jual fisik di pasar domestik. yang dapat berbeda secara signifikan karena faktor premi. biaya distribusi. dan dinamika permintaan lokal.
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
(Alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan artikel ini.)
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Tertahan karena Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan AS–Iran Topang Dolar AS
Rupiah Indonesia Tertekan di Tengah Volatilitas Geopolitik dan Risiko Defisit Kembar
AI Tantang Pedoman Disinflasi: Minyak Murah Belum Tentu Redakan Inflasi Inti
Ripple dan Stellar stabil saat data derivatif menunjukkan tekanan penurunan yang mereda
Ripple dan Stellar menunjukkan aksi harga yang beragam, dengan XRP bertahan di atas zona support utama $1 sementara XLM menghadapi penolakan di $0,173. Sementara itu, metrik derivatif yang membaik bersamaan dengan memudarnya momentum bearish menunjukkan bahwa tekanan sisi bawah mungkin mulai mereda untuk kedua altcoin tersebut. Data derivatif menunjukkan sentimen bullish ringan di antara para pedagang.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 4 Agustus
Harga minyak jatuh tajam pada hari Senin di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa perundingan antara AS dan Iran akan segera dilanjutkan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan sedang berlangsung setelah Teheran mengatakan tidak memiliki rencana untuk negosiasi langsung. Indeks Dolar AS naik sekitar 0,1% dan diperdagangkan dekat 99,90, bertahan tepat di bawah ambang 100,00