Berikut ini adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 6 November:
Dolar AS (USD) menguat pada Rabu pagi karena pasar bereaksi terhadap hasil pemilihan presiden AS, dengan USD diperdagangkan pada level tertinggi sejak awal Juli di atas 105,00. Kalender ekonomi AS tidak akan menampilkan rilis data penting dan investor akan terus memperhatikan berita utama seputar hasil pemilu di negara-negara bagian yang menjadi medan pertarungan utama.
Donald Trump diproyeksikan akan merebut kembali negara-negara bagian penting yang kalah tipis pada tahun 2020. Hampir semua outlet berita utama telah menyebut Georgia dan North Carolina untuk Donald Trump. Baru-baru ini, Fox News telah menyebut Pennsylvania dan Wisconsin juga untuk Donald Trump. Menurut Decision Desk HQ, Trump berada di jalur yang tepat untuk menjadi Presiden Amerika Serikat ke-47. Selain itu, Partai Republik diproyeksikan akan menguasai mayoritas DPR setelah mengamankan Senat.
Sumber: Decision Desk HQ
Sementara itu, imbal hasil obligasi obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik lebih dari 3% pada hari ini di atas 4,4% dan indeks saham berjangka AS naik antara 1,5% dan 1,7%.
EUR/USD tetap berada di bawah tekanan bearish yang berat dan kehilangan hampir 2% pada hari ini di bawah 1,0750 di awal sesi Eropa. Eurostat akan mempublikasikan data Indeks Harga Produsen (IHP) untuk bulan September di akhir sesi. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dijadwalkan untuk menyampaikan pidato pada pukul 14:00 GMT (21:00 WIB).
GBP/USD turun tajam di hari Rabu dan diperdagangkan di bawah 1,2900, tertekan oleh kekuatan USD yang mengesankan.
USD/JPY mengumpulkan momentum bullish dan diperdagangkan pada level tertinggi sejak akhir Juli di atas 154,00.
Emas berbalik ke selatan setelah membukukan kenaikan harian kecil pada hari Selasa dan jatuh menuju $2.700, terseret oleh kenaikan imbal hasil obligasi obligasi pemerintah AS.
AUD/USD tetap melemah dan kehilangan hampir 1,5% pada hari ini, diperdagangkan sedikit di bawah 0,6550. Demikian pula, NZD/USD terakhir terlihat turun 1,4% di 0,5930.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Bertahan Kuat saat USD Sentuh Terendah Sepekan; Taruhan Kenaikan Fed Batasi Kenaikan
Rupiah Indonesia Menguat karena Dolar AS Melemah di Tengah Potensi Intervensi Yen
Pertumbuhan, Inflasi, dan Pengangguran Diprakirakan akan Berkumpul di Sekitar Level Struktural
XRP Mempertahankan Support Utama, XLM Menanti Penembusan Saat Derivatif Menguat
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 3 September:
Yen Jepang terus menguat terhadap rival-rival utamanya pada sesi Eropa hari Kamis, melanjutkan rally impresif pada hari Rabu. Pada paruh kedua hari ini, kalender ekonomi AS akan menampilkan data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan laporan Indeks Manajer Pembelian Jasa Institute for Supply Management untuk bulan Agustus.
