- Emas kembali menguat di atas US$4.400 menjelang data IHK AS bulan Juli.
- Harga minyak yang tinggi dan ketidakpastian atas pembukaan kembali Selat Hormuz membuat risiko inflasi tetap menjadi titik fokus.
- Prospek teknis tetap bullish, meskipun RSI mendekati wilayah jenuh beli.
Emas (XAU/USD) rebound pada hari Rabu setelah ditutup di wilayah negatif pada hari Selasa untuk hanya kedua kalinya dalam enam hari perdagangan. Para pedagang kini menunggu data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS, yang akan dirilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB), untuk melihat apakah momentum bullish akan berlanjut atau pembalikan arah akan terbentuk. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.417, naik 1,11% pada hari ini.
Inflasi AS diprakirakan sedikit meningkat secara bulanan pada bulan Juli, dengan IHK umum naik 0,1% dan IHK inti meningkat 0,2%. Namun, tingkat tahunan diprakirakan melandai menjadi masing-masing 3,4% dan 2,5%.
Tim RaboResearch Global Economics & Markets dari Rabobank memperingatkan bahwa konsensus IHK AS yang jinak terjadi di tengah latar belakang geopolitik yang jauh lebih bergejolak. Bank menyoroti bahwa "setelah empat awak dan dua penyelamat tewas dalam serangan Houthi di Laut Merah terhadap sebuah kapal dan AS menyerang kapal lain di Teluk Oman ‘dalam upaya mematahkan blokade Iran’; Iran mengatakan Hormuz akan tetap ditutup kecuali AS memenuhi syarat-syarat berlebihan mereka."
Sementara itu, upaya diplomatik terus berlanjut, dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, bertemu Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi di Teheran saat Islamabad berupaya menghidupkan kembali perundingan damai yang terhenti antara AS dan Iran.
Meski begitu, belum ada tanda-tanda kesepakatan dalam waktu dekat untuk membuka kembali Selat Hormuz. West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar US$82, bertahan di dekat level tertinggi satu setengah minggu. Energy Information Administration (EIA) AS juga menaikkan prakiraan harga rata-rata WTI 2026 menjadi US$80,88 per barel dari US$76,26.
Dengan inflasi yang berada di atas target 2% Federal Reserve (The Fed) dan harga minyak yang lebih tinggi menambah risiko kenaikan, laporan IHK akan membantu para pedagang menilai jalur suku bunga The Fed, terutama menjelang pertemuan bulan September. Menurut CME FedWatch Tool, pasar saat ini melihat peluang 48% untuk kenaikan suku bunga.
Data inflasi yang lebih panas dari prakiraan dapat memperkuat prakiraan kenaikan suku bunga, mendorong Dolar AS dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS sambil membebani logam yang tidak berimbal hasil ini. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat mendorong para pedagang untuk semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga, sehingga prospek jangka pendek Emas tetap cenderung ke atas.
Analisis Teknis: XAU/USD Mendekati SMA 200-Hari

XAU/USD melanjutkan kenaikannya di atas Simple Moving Average (SMA) 50-hari dan diperdagangkan sedikit di atas SMA 100-hari, menjaga bias jangka pendek tetap bullish.
Pasangan aset ini kini mendekati SMA 200-hari di US$4.500, yang bertindak sebagai penghalang sisi atas signifikan berikutnya, sementara Relative Strength Index (RSI) di 68 menggoda wilayah jenuh beli, mengisyaratkan bahwa kenaikan terbaru cukup kuat tetapi bisa rentan terhadap konsolidasi.
Average Directional Index (ADX) di 30 menunjukkan pasar dengan arah yang moderat, memperkuat gagasan fase bullish yang berkelanjutan selama harga tetap berada di atas rata-rata jangka pendek dan menengah.
Di sisi bawah, support terdekat terlihat di SMA 100-hari di dekat US$4.388, dengan batas penyangga yang lebih dalam di SMA 50-hari di sekitar US$4.148, di mana para pembeli diprakirakan akan kembali muncul saat pullback korektif. Lebih jauh ke bawah, dasar yang lebih struktural berada di garis support horizontal di US$4.000.
Di sisi atas, SMA 200-hari di IS$4.500 adalah level resistance utama yang perlu direbut kembali oleh para pembeli untuk memperpanjang tren naik, dan kegagalan menembus penghalang ini kemungkinan akan membuat harga terus berkonsolidasi di atas zona support moving average terdekat.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
IHK AS Diprakirakan Tunjukkan Inflasi Lebih Lunak pada Juli saat Pasar Nilai Ulang Taruhan Kenaikan The Fed
USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.865, Minyak Naik Jelang IHK AS
Jangka (Sangat) Panjang dari Kurva Imbal Hasil AS Baru-Baru Ini Mencapai Tertinggi Multi-Tahunan
AI Menentang Buku Pedoman Disinflasi: Mengapa Harga Minyak yang Lebih Rendah Mungkin Tidak Cukup untuk Meredakan Inflasi Pokok
Inflasi IHK AS Turun Tipis ke 3,4% pada Bulan Juli sesuai Prakiraan
Inflasi tahunan di Amerika Serikat (AS), yang diukur dengan perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK), turun ke 3,4% pada bulan Juli dari 3,5% pada bulan Juni, demikian laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada hari Rabu.