- Emas berbalik melemah pada hari Senin setelah para pembeli gagal bertahan di atas US$4.200.
- Dolar AS yang kuat dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang tinggi membatasi kenaikan Emas saat perhatian beralih ke data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini.
- Emas mempertahankan bias bearish di bawah garis tengah Bollinger sambil berkonsolidasi antara US$4.100 dan US$4.200.
Emas (XAU/USD) turun tipis pada hari Senin, berbalik melemah dari kenaikan sebelumnya saat para pedagang menghindari mengambil posisi besar menjelang data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini, yang dapat memberikan isyarat baru mengenai langkah berikutnya Federal Reserve (The Fed). Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.176, mundur dari tertinggi dalam perdagangan harian US$4.217.
Logam ini sebagian besar diperdagangkan di antara US$4.100 dan US$4.200 selama dua pekan terakhir, dengan baik para pembeli maupun penjual tidak menunjukkan keyakinan yang kuat. Dolar AS (USD) yang kuat dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang tinggi menahan kenaikan, sementara para pembeli yang beli saat hargat turun tetap aktif di atas level psikologis US$4.000. Laporan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS pada hari Rabu bisa menjadi katalis yang dibutuhkan untuk menembus konsolidasi ini.
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 102,43 setelah menyentuh terendah dalam perdagangan harian di 102,10, berada di dekat level-level yang terakhir terlihat pada April 2025. Pasar tunai obligasi Pemerintah AS ditutup pada hari Senin karena libur Hari Columbus. Imbal hasil acuan obligasi bertenor 10 tahun berada di sekitar 5,24%, di bawah puncak pekan lalu di dekat 5,36%, level tertinggi sejak 2002.
IHK umum September diprakirakan naik 0,6% MoM, meningkat dari 0,4% pada Agustus. Inflasi tahunan diprakirakan naik ke 3,7% dari 3,4%. IHK inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, diproyeksikan naik 0,2% secara bulanan dari sebelumnya 0,3%, meskipun tingkat tahunan diprakirakan naik tipis ke 2,5% dari 2,4%.
Data inflasi akan dirilis menjelang pertemuan The Fed pada 27-28 Oktober, dengan CME FedWatch Tool menunjukkan peluang 80% bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah di 3,75%-4,00%
Harga energi yang lebih tinggi tetap menjadi pendorong utama inflasi menyusul pecahnya perang Timur Tengah pada akhir Februari. Ketegangan regional kembali memanas dengan serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid Arab Saudi, sementara insiden kapal tanker di Selat Hormuz selama akhir pekan menegaskan risiko terus berlanjut terhadap pengiriman dan pasokan energi.
Guncangan energi membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed lainnya sebelum akhir tahun tetap terbuka saat para pengambil kebijakan berupaya mengembalikan inflasi ke target 2%. Dengan latar belakang ini, Emas tetap rentan terhadap risiko penurunan. Laporan IHK (CPI) yang lebih panas dari yang diprakirakan dapat menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada Oktober, mengangkat Dolar AS dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS, serta memberi tekanan pada dasar kisaran US$4.100. Inflasi yang lebih lemah justru dapat memicu penembusan di atas US$4.200.
Namun, permintaan mendasar yang kuat dapat membantu meredam penurunan. Menurut World Gold Council, bank-bank sentral melaporkan pembelian bersih sebesar 39 ton pada bulan Agustus, sementara exchange-traded funds (ETF) Emas global menarik US$10 miliar pada bulan September.
Analisis Teknis: XAU/USD Tetap Bearish di Bawah Garis Tengah Bollinger

Pada grafik harian, XAU/USD mempertahankan bias jangka pendek bearish karena masih tertahan di bawah Simple Moving Average (SMA) 20 hari dari Bollinger Bands di sekitar US$4.226. Relative Strength Index (RSI) di 44 berada di bawah garis tengah, mengisyaratkan minat beli yang lemah, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) pulih menuju garis nol tetapi masih sedikit negatif, mengindikasikan bahwa tekanan ke bawah mereda alih-alih berbalik arah.
Di sisi atas, resistance awal berada di garis tengah Bollinger di dekat US$4.226, diikuti oleh batas atas di sekitar US$4.398, sebelum hambatan psikologis yang lebih besar di US$4.500 dan US$4.700. Di sisi bawah, support terdekat muncul di batas bawah Bollinger di sekitar US$4.054. Penembusan di bawah level ini dapat mengekspos level psikologis US$4.000, diikuti oleh US$3.950.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD Tetap Bergerak dalam Kisaran di Sekitar 1,1200 di Tengah Perdagangan yang Tipis
EUR/USD mempertahankan kisaran di sekitar 1,1200 pada sesi Eropa hari Senin. Para pedagang terus menilai perkembangan geopolitik bersama dengan kekhawatiran utang dan politik Prancis, membuat pasangan mata uang ini bergerak terbatas di tengah kondisi likuiditas yang tipis. Pasar obligasi AS tutup pada hari Senin karena Columbus Day.
GBP/USD Tak Bergerak di Bawah 1,3250 saat USD Stabil
GBP/USD bergerak datar di bawah 1,3250 pada perdagangan sesi Eropa hari Senin. Dolar AS menghentikan penurunannya dari level tertinggi 18 bulan di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah, sehingga menahan pasangan mata uang ini. Para pedagang tetap berhati-hati menjelang data inflasi utama AS yang akan dirilis akhir pekan ini dan akan memengaruhi kebijakan moneter The Fed serta valuasi Dolar AS.
Emas Gagal Pertahankan Penembusan di Atas US$4.200, IHK AS Jadi Sorotan
Emas melanjutkan penurunan retracement intraday dari level tertinggi satu pekan, menyentuh terendah baru harian di sekitar US$4.170 selama awal sesi Eropa. Dolar AS menarik pembeli baru setelah penurunan kecil di tengah prospek hawkish Federal Reserve AS, yang pada gilirannya dipandang membebani bullion yang tidak berimbal hasil ini.
Bitcoin Berjuang saat Arus Keluar ETF dan Ketidakpastian Geopolitik Membebani
Bitcoin berada di sekitar $83.600 pada hari Senin setelah koreksi 3,1% pekan lalu. ETF spot yang terdaftar di AS mencatat arus keluar sebesar US$681,10 Juta pekan lalu, mengakhiri tren arus masuk selama tiga pekan. Ketidakpastian geopolitik dan sinyal yang beragam membuat para investor tetap berhati-hati.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Senin, 12 Oktober:
Indeks Dolar AS (DXY) turun ke dekat 102,20 pada hari Senin karena ketegangan Timur Tengah yang kembali memanas membuat sentimen rapuh. Para pedagang menunggu rilis data inflasi utama AS pada akhir pekan ini, yang dapat memberikan beberapa petunjuk tentang jalur suku bunga AS. Laporan Indeks Harga Konsumen AS akan dipublikasikan pada hari Rabu, diikuti oleh data Indeks Harga Produsen dan Penjualan Ritel pada hari Kamis.