- Emas Antam naik Rp34.000 ke Rp2.549.000 per gram, melanjutkan tren positif domestik.
- Ketegangan geopolitik dan sikap The Fed menopang minat lindung nilai emas global.
- Data manufaktur AS yang lemah memperkuat kehati-hatian saat pasar menunggu serangkaian data AS.
Harga emas Antam pada perdagangan Selasa, 6 Januari, tercatat menguat, dengan emas batangan 1 gram produksi Aneka Tambang diperdagangkan di level Rp2.549.000 per gram, naik Rp34.000 dari posisi sebelumnya. Kenaikan ini menjaga tren positif harga emas domestik dalam enam bulan terakhir, sejalan dengan sikap investor yang semakin selektif di tengah meningkatnya risiko eksternal dan volatilitas global.
Di pasar internasional, emas global bergerak stabil mengarah naik dengan harga bertahan di atas USD 4.450, mencerminkan minat lindung nilai yang tetap terpelihara. Sentimen pasar mendapat tambahan dorongan dari laporan Reuters yang menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Tiongkok mengecam langkah Amerika Serikat dalam penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membawa isu tersebut ke Dewan Keamanan PBB. Eskalasi ini memperkuat kehati-hatian investor dan menjaga daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Dari Amerika Serikat, data yang dirilis semalam mengonfirmasi nada kehati-hatian pasar. PMI Manufaktur Desember versi Institute for Supply Management turun ke 47,9 dari 48,2 pada November dan berada di bawah ekspektasi, menegaskan kontraksi aktivitas pabrik yang berlanjut. Indeks Ketenagakerjaan memang membaik ke 44,9, namun masih berada di zona kontraksi, sejalan dengan sinyal bahwa pasar tenaga kerja mulai mendingin, sementara Indeks Harga Dibayar bertahan tinggi di 58,5, menandakan tekanan biaya belum sepenuhnya mereda.
Sejalan dengan itu, pernyataan Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, yang menilai inflasi masih terlalu tinggi meski perlahan menurun dan menyebut suku bunga sudah mendekati level netral, memperkuat pandangan bahwa The Fed belum tergesa melonggarkan kebijakan. Dengan pasar kerja yang mendingin namun tekanan inflasi belum jinak, dolar tetap sensitif terhadap rilis data lanjutan, sekaligus menjaga emas relevan sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Laju ekonomi Amerika Serikat yang kian melambat, bersamaan dengan sinyal pendinginan pasar tenaga kerja, terus menekan ruang gerak Dolar AS. Pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada rilis PMI Manufaktur S&P Global pada Selasa, disusul data Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan laporan Lowongan Kerja JOLTS pada Rabu. Rangkaian data ini dipandang krusial untuk menilai ketahanan pasar tenaga kerja menjelang publikasi Nonfarm Payrolls pada Jumat, sekaligus membentuk ulang ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter AS berikutnya.
Emas Bertahan dalam Tren Naik, Momentum Masih Mendukung

Dari sudut pandang teknis, emas global masih mempertahankan struktur tren naik yang solid. Harga bertahan di sekitar USD 4.467 setelah menembus area USD 4.450, dan tetap bergerak di dalam ascending channel jangka menengah, mengindikasikan pola higher low masih terjaga dengan baik. Selama harga mampu bertahan di atas area penyangga terdekat USD 4.275, ruang kenaikan masih terbuka dan belum menunjukkan sinyal pelemahan yang berarti.
Dari sisi momentum, Relative Strength Index (RSI) berada di zona positif di kisaran 60-65, mencerminkan dominasi minat beli tanpa memasuki wilayah jenuh beli. Kondisi ini memberi ruang bagi emas untuk melanjutkan kenaikan secara bertahap, meski fase konsolidasi jangka pendek tetap mungkin terjadi. Selama tidak ada penembusan ke bawah dasar ascending channel, kecenderungan harga masih mengarah naik sambil menunggu katalis lanjutan yang dapat memperjelas dorongan berikutnya.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Tetap Tertekan meskipun Pelemahan USD karena The Fed yang Dovish, Risiko Geopolitik
Emas (XAU/USD) pulih sedikit dari level terendah tiga hari yang dicapai pada hari Kamis ini, meskipun tetap pada bias negatifnya selama dua hari berturut-turut sepanjang awal sesi Eropa.
Valas Hari Ini: Pasar Menjadi Berhati-hati Menjelang Gelombang Data AS Berikutnya
Pada paruh kedua hari ini, data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan, Neraca Perdagangan Oktober, dan Biaya Tenaga Kerja Unit untuk kuartal ketiga dari AS akan diawasi dengan cermat oleh para pelaku pasar.
Fokus pada Lapangan Pekerjaan Berlanjut setelah Rilis ADP yang Lemah Kemarin
Awal perdagangan yang sebagian besar suram di Eropa mengikuti sesi yang suram di Asia, dengan Nikkei 225 dan Hang Seng keduanya kehilangan lebih dari 1%.
Jaringan Pi menunjukkan potensi bearish saat tekanan jual meningkat
Pi Network diperdagangkan di atas $0,2000 pada saat berita ini ditulis pada hari Kamis, setelah mengalami penurunan hampir 2% pada hari sebelumnya. Bursa Terpusat telah menerima 1,90 juta token PI dalam 24 jam terakhir, menunjukkan sentimen risk-off di antara para pemegang. Prospek teknis untuk token PI tetap bearish, dengan risiko penembusan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20-hari.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 8 Januari:
Agenda ekonomi Eropa akan menampilkan data sentimen bisnis dan konsumen, di samping angka IHP zona euro untuk bulan November. Pada paruh kedua hari ini, data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan, Neraca Perdagangan bulan Oktober, dan Biaya Tenaga Kerja Unit untuk kuartal ketiga dari AS akan diawasi dengan cermat oleh para pelaku pasar.