Emas Antam untuk berat 1 gram dijual di harga dasar Rp2.550.000 hari ini. Harganya naik Rp10.000 dari harga kemarin di Rp2.540.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.325.000 dan 1 kg di Rp2.490.600.000.
Kenaikan harga yang disebutkan di atas menyusul harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup naik 0,48% di US$4.016 per troy ons kemarin, mematahkan penurunan dua hari perdagangan beruturut-turut sebelumnya. Penutupan positif tersebut sekaligus mengembalikkan harga Emas di atas US$4.000 setelah pada Jumat lalu meraih terendah harian US$3.975, juga level terendah sejak 20 Juli 2026.
Kalender ekonomi AS hari ini memuat data Perubahan Ketenagakerjaan ADP Rata-Rata 4-Minggu, Pesanan Barang Tahan Lama, Indeks Redbook, Indeks Harga Rumah S&P/Cace Shiller, Indeks Manufaktur Richmond Fed, Keyakinan Konsumen, dan Penjualan Rumah Baru. Namun, perhatian para pedagang Emas yang lebih besar akan tertuju pada keputusan suku bunga bank sentral AS pada hari Rabu pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB).
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Menguat di Atas 0,7000, IHK Australia dan Keputusan Suku Bunga The Fed Menjadi Sorotan
Valas Hari Ini: Kehati-hatian Mendominasi Jelang The Fed
Emas Rebound di Atas US$4.000 di Tengah Harapan Ketegangan AS-Iran Mereda
Bitcoin vs Emas: BTC Melonjak di Atas US$80 Ribu saat XAU Menembus US$4.000 di Tengah Volatilitas Rendah yang Terkompresi