Emas Antam 27 Oktober: Rp2.550.000, Naik Rp10.000


Emas Antam untuk berat 1 gram dijual di harga dasar Rp2.550.000 hari ini. Harganya naik Rp10.000 dari harga kemarin di Rp2.540.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.325.000 dan 1 kg di Rp2.490.600.000.

Kenaikan harga yang disebutkan di atas menyusul harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup naik 0,48% di US$4.016 per troy ons kemarin, mematahkan penurunan dua hari perdagangan beruturut-turut sebelumnya. Penutupan positif tersebut sekaligus mengembalikkan harga Emas di atas US$4.000 setelah pada Jumat lalu meraih terendah harian US$3.975, juga level terendah sejak 20 Juli 2026.

Kalender ekonomi AS hari ini memuat data Perubahan Ketenagakerjaan ADP Rata-Rata 4-Minggu, Pesanan Barang Tahan Lama, Indeks Redbook, Indeks Harga Rumah S&P/Cace Shiller, Indeks Manufaktur Richmond Fed, Keyakinan Konsumen, dan Penjualan Rumah Baru. Namun, perhatian para pedagang Emas yang lebih besar akan tertuju pada keputusan suku bunga bank sentral AS pada hari Rabu pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB).

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Dolar Australia Menguat di Atas 0,7000, IHK Australia dan Keputusan Suku Bunga The Fed Menjadi Sorotan

Dolar Australia Menguat di Atas 0,7000, IHK Australia dan Keputusan Suku Bunga The Fed Menjadi Sorotan

Pasangan mata uang AUD/USD menguat ke dekat 0,7025 selama perdagangan sesi Asia pada hari Selasa, didukung oleh ekspektasi suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) yang hawkish. Para pedagang bersiap menghadapi laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Australia bulan September yang akan dirilis pada hari Rabu, menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS.
Valas Hari Ini: Kehati-hatian Mendominasi Jelang The Fed

Valas Hari Ini: Kehati-hatian Mendominasi Jelang The Fed

Dolar AS (USD) memulai pekan ini dengan menjanjikan, semakin memperpanjang pemulihannya ke area tertinggi multi-hari. Penguatan tambahan Greenback mengikuti bias yang beragam pada imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah sikap hati-hati yang meluas di kalangan para pelaku pasar.
Emas Rebound di Atas US$4.000 di Tengah Harapan Ketegangan AS-Iran Mereda

Emas Rebound di Atas US$4.000 di Tengah Harapan Ketegangan AS-Iran Mereda

Harga Emas (XAU/USD) rebound ke sekitar US$4.010, mengakhiri tren turun dua hari berturut-turut selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Selasa. Logam mulia ini bergerak naik tipis saat harga minyak yang melemah meredakan kekhawatiran terhadap inflasi menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed) AS pekan ini. Harga minyak anjlok di tengah harapan permusuhan antara AS dan Iran mereda.
Bitcoin vs Emas: BTC Melonjak di Atas US$80 Ribu saat XAU Menembus US$4.000 di Tengah Volatilitas Rendah yang Terkompresi

Bitcoin vs Emas: BTC Melonjak di Atas US$80 Ribu saat XAU Menembus US$4.000 di Tengah Volatilitas Rendah yang Terkompresi

Bitcoin (BTC) sedang menguji level-level support utama setelah turun ke $79.250 selama akhir pekan, dengan tekanan jual yang persisten dan ketidakpastian atas keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan memperpanjang penurunan kripto teratas ini, menurut para analis Bitfinex.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Selasa, 27 Oktober:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Selasa, 27 Oktober:

Dolar AS (USD) telah memulai minggu ini dengan cara yang menjanjikan, semakin memperpanjang pemulihannya ke area tertinggi multi-hari. Kekuatan tambahan Greenback mengikuti nada yang beragam dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah sikap hati-hati yang meluas di kalangan para pelaku pasar.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA