Jim Reid dari Deutsche Bank mencatat bahwa meskipun imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS) lebih tinggi dan spekulasi baru terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juli meningkat, saham AS tetap menguat, dipimpin oleh pemulihan kuat pada saham-saham chip. Indeks Semikonduktor Philly mencatat kinerja harian terbaiknya dalam sebulan, mengangkat S&P 500, sementara pasar secara bersamaan memperhitungkan jalur The Fed yang lebih hawkish seiring imbal hasil riil mencapai level tertinggi multi-tahun.

Semikonduktor Mendorong Ketahanan Saham

"Secara keseluruhan, pasar saham berkinerja sangat baik berkat rebound saham chip. Namun, pasar masih mengantisipasi arah kebijakan bank sentral yang lebih hawkish, sehingga memicu kenaikan imbal hasil obligasi di seluruh dunia."

"Pasar kini mengantisipasi rilis laporan keuangan Alphabet dan Tesla setelah penutupan perdagangan AS. Rencana belanja modal Alphabet, serta respons pasar terhadapnya, akan menjadi fokus yang sangat menarik untuk dicermati."

"Di saat obligasi pemerintah tertekan, bursa saham global justru mencatatkan cerita berbeda dengan melonjak tajam disokong oleh bounceback kuat pada saham-saham chip. Indeks Semikonduktor Philadelphia (Philly) (+5,21%) bahkan membukukan performa harian terbaiknya dalam sebulan terakhir, yang turut mengangkat pasar saham AS secara lebih luas."

"Jadi, indeks S&P 500 menguat signifikan sebesar +0,89% pada perdagangan tersebut, meskipun mayoritas emiten di dalamnya justru terkoreksi. Di Eropa, saham-saham teknologi turut menopang pemulihan bursa, dengan indeks STOXX 600 naik +0,56% dan Indeks Teknologi STOXX melonjak +3,29%."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Pertahankan Penguatan Dekat Puncak Dua Pekan, Pembeli Dolar AS Absen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

Emas Pertahankan Penguatan Dekat Puncak Dua Pekan, Pembeli Dolar AS Absen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

(XAU/USD) mempertahankan tren positifnya menjelang sesi perdagangan Eropa dan saat ini diperdagangkan tepat di bawah level tertinggi dua pekan yang tersentuh pada Rabu.
Rupiah Indonesia Melemah saat BI Mempertahankan Suku Bunga di 5,75%

Rupiah Indonesia Melemah saat BI Mempertahankan Suku Bunga di 5,75%

USD/IDR telah memulihkan pelemahan hariannya, diperdagangkan di sekitar 17.950 selama sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu. Pasangan mata uang ini menguat karena Rupiah Indonesia (IDR) kesulitan setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap di 5,75% pada bulan Juli.
Pemulihan Kuat Emas mungkin Menghadapi Hambatan saat Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan

Pemulihan Kuat Emas mungkin Menghadapi Hambatan saat Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan

Harga Emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikan beruntunnya selama tiga hari perdagangan pada hari Rabu, diperdagangkan 1,5% lebih tinggi mendekati $4.140 selama perdagangan sesi Asia. Logam mulia ini pulih kuat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir dari level terendah tiga minggu $3.959,80 saat para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Cardano: Pemulihan jangka pendek kurang didukung oleh ritel

Cardano: Pemulihan jangka pendek kurang didukung oleh ritel

Harga Cardano bergerak lebih rendah setelah Exponential Moving Average (EMA) 50 hari di $1,770 membatasi dua hari pemulihan berturut-turut yang terlihat awal pekan ini. Kontrak berjangka ADA menunjukkan penurunan minat ritel karena Open Interest dan volume perdagangan menurun di tengah likuidasi posisi beli yang tinggi. Prospek teknis untuk ADA bearish, karena momentum tetap lemah di bawah resistance garis tren di sekitar $0,1782.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 22 Juli

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 22 Juli

Pasar tetap waspada di pertengahan minggu seiring ketegangan di Timur Tengah yang semakin meningkat, dengan Amerika Serikat dan Iran terus saling melancarkan serangan. Kalender ekonomi tidak akan menawarkan rilis data berdampak tinggi pada hari Rabu, memungkinkan para investor tetap fokus pada berita utama seputar geopolitik.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA