- Minyak sawit Malaysia naik tipis 0,13% ke RM4.555 setelah sempat menguat 0,64% pada jeda tengah hari.
- Soyoil Chicago dan minyak mentah berbalik melemah, mengikis dorongan yang muncul pada awal perdagangan.
- Depresiasi Ringgit dan penerapan B50 Indonesia menjaga kontrak acuan bertahan di atas RM4.550 per ton.
Harga minyak sawit Malaysia mempertahankan kenaikan tipis pada perdagangan Rabu, tetapi kehilangan sebagian besar penguatan yang sempat tercatat pada awal sesi. Minyak kedelai Chicago dan minyak mentah berbalik melemah, sementara depresiasi Ringgit membantu kontrak acuan bertahan di atas RM4.550 per ton.
Kontrak minyak sawit untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange terakhir naik RM6 atau 0,13% menjadi RM4.555 per ton. Harga dibuka di RM4.541 dan bergerak dalam rentang RM4.510-RM4.578 pada saat berita ini ditulis.
CPO sempat menguat 0,64% ke RM4.575 pada jeda tengah hari, ketika rebound soyoil Chicago menopang pasar. Dukungan tersebut kemudian memudar setelah kontrak minyak kedelai CBOT untuk pengiriman Desember berbalik turun 0,34% menjadi 65,13 sen AS per pon.
Prospek pasokan yang lebih besar masih membayangi pasar minyak kedelai. Kontrak soyoil CBOT turun 33 hingga 233 poin pada perdagangan Selasa setelah USDA melaporkan luas tanam kedelai AS mencapai 85,36 juta acre, sedikit di atas prakiraan. Stok per 1 Juni juga tercatat sebesar 1,061 miliar bushel, melampaui konsensus 1,049 miliar bushel. Di Kanada, luas tanam canola diperkirakan meningkat 8,4% dibandingkan tahun lalu.
Ringgit yang lebih lemah menahan CPO dari koreksi lebih dalam. USD/MYR naik 0,26% ke 4,0951, membuat minyak sawit relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Tekanan juga datang dari minyak mentah yang menurun. WTI merosot 0,23% ke US$69,34 per barel, sedangkan Brent melemah 0,05% ke US$72,91 karena meningkatnya lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz.
Indonesia mulai menerapkan mandat biodiesel B50 pada Rabu. Kebijakan ini diprakirakan meningkatkan penyerapan sawit domestik dan mengurangi pasokan ekspor. Namun, pelemahan minyak mentah membatasi dukungan kebijakan tersebut terhadap harga CPO.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
PMI Manufaktur ISM Diprakirakan Mengisyaratkan Perluasan Aktivitas Pabrik AS yang Berkelanjutan
IHSG Rebound 0,92%, Lonjakan Energi Tutupi Pelemahan Saham Bank
XAU/USD Masih Rapuh: Penguatan Dolar AS Membatasi Ruang Pemulihan Emas
PMI Manufaktur ISM Diprakirakan Mengisyaratkan Ekspansi Berkelanjutan di AS
Perhatian beralih ke rilis Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur ISM bulan Juni pada hari Rabu, salah satu indikator aktivitas sektor manufaktur AS yang paling diperhatikan dan barometer penting bagi ekonomi yang lebih luas. Pasar memprakirakan indeks utama akan tetap tidak berubah di 54
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 1 Juli
Aksi di pasar finansial mereda di pertengahan minggu karena para investor memilih untuk absen menjelang pidato penting oleh pejabat bank sentral. Kalender ekonomi Eropa akan menampilkan data awal Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi untuk bulan Juni. Di akhir hari, para pelaku pasar akan mencermati dengan cermat Perubahan Ketenagakerjaan ADP bulan Juni dan data Indeks Manajer Pembelian Manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) dari AS.