- BREN naik 1,23% ke 3.290 pada akhir sesi I Jumat, tetapi kehilangan sebagian kenaikan setelah sempat menyentuh 3.340.
- Pendapatan Semester I 2026 tumbuh 11,5% menjadi US$334,44 juta, sementara laba pemilik entitas induk meningkat 33,1% menjadi US$87,15 juta.
- Secara teknis, harga masih tertahan di bawah SMA 20 dan SMA 50 di sekitar 3.450–3.500, dengan RSI berada di 43,79.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menguat 1,23% atau 40 poin ke 3.290 pada akhir sesi I perdagangan Jumat, menyusul rilis laporan keuangan Semester I 2026. Perseroan mencatatkan pertumbuhan dua digit pada pendapatan dan EBITDA, sedangkan laba periode berjalan konsolidasian meningkat 29% secara tahunan.
BREN dibuka lebih tinggi di 3.300 dari penutupan Kamis di 3.250 dan sempat naik ke level tertinggi 3.340. Namun, dorongan awal tersebut tidak bertahan dan harga berbalik turun hingga 3.280 sebelum mengakhiri sesi pertama di 3.290. Sebanyak 85.300 lot saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp28,2 miliar dan harga rata-rata 3.312, menunjukkan posisi terakhir masih berada di bawah rata-rata transaksi sesi tersebut.
Laba Pemilik Induk Tumbuh 33%
BREN membukukan pendapatan sebesar US$334,44 juta (sekitar Rp6,05 triliun) selama enam bulan pertama 2026, naik 11,5% dari US$300,07 juta (sekitar Rp5,42 triliun) pada periode yang sama tahun lalu. Laba periode berjalan konsolidasian meningkat 29% menjadi US$105,98 juta (sekitar Rp1,92 triliun), sedangkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh lebih tinggi sebesar 33,1% menjadi US$87,15 juta (sekitar Rp1,58 triliun). Laba per saham turut naik menjadi US$0,00065 (sekitar Rp11,75) dari US$0,00049 (sekitar Rp8,86).
EBITDA perseroan mencapai US$293 juta (sekitar Rp5,30 triliun), meningkat 13,1% secara tahunan dan melampaui pertumbuhan pendapatan. Margin EBITDA melebar menjadi 87,6% dari 86,3%, sejalan dengan efisiensi operasional, sementara beban keuangan turun sekitar 5,2% menjadi US$55,72 juta (sekitar Rp1,01 triliun). BREN menyebut pertumbuhan pendapatan terutama berasal dari peningkatan penjualan listrik portofolio panas bumi dan angin.
“Portofolio panas bumi kami terus menghasilkan pembangkitan listrik yang stabil dan andal,” kata CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan. Setelah proyek retrofit Wayang Windu selesai pada kuartal pertama, kapasitas panas bumi perseroan meningkat menjadi 926 MW. Proyek Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, dan retrofit Darajat Unit 3 diharapkan membawa kapasitas tersebut melampaui 1 GW pada akhir 2026.
(Catatan: Nilai dalam Rupiah dalam laporan merupakan estimasi berdasarkan kurs Rp18.075 per Dolar AS.)
Penguatan Masih Tertahan Resistance
Secara teknis, BREN masih bergerak dalam fase konsolidasi di tengah tren utama yang menurun. Harga 3.290 berada di bawah Simple Moving Average 20 dan 50 di sekitar 3.400 dan 3.458, menjadikan zona 3.400–3.460 sebagai resistance awal.
Relative Strength Index (RSI) di 43,58 juga masih berada di bawah level netral 50, mengindikasikan momentum beli belum cukup kuat. Di sisi bawah, terendah 30 Juni di 3.040 dan terendah 10 Juli di 3.130 menjadi support terdekat, sementara penembusan di atas 3.460 dapat membuka peluang menuju tertinggi 14 Juli di 3.600, kemudian tertinggi 23 Juli di 3.920.

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Melemah saat Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Risiko Iran Menopang USD
Emas Melemah saat USD Pulih di Tengah Prakiran Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Geopolitik
Prospek Pertengahan Tahun Rupiah Indonesia: Mengapa IDR Dekat Terendah Historis meski Suku Bunga Bank Indonesia 5,75%?
Mengapa IDR Mendekati Posisi Terendah Historis Meskipun Suku Bunga Bank Indonesia 5,75%
Bitcoin, Ethereum, dan Ripple diperdagangkan di dekat level-level teknis utama pada hari Jumat saat pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas berhenti sejenak setelah pemulihan minggu lalu. BTC mendekati Exponential Moving Average (EMA) 50 hari sementara ETH terus konsolidasi di antara dua EMA utama.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 30 Juli
Dolar AS stabil di pagi hari sesi Eropa pada hari Kamis setelah aksi volatil yang terlihat di sesi Amerika pada hari Rabu. Data awal IHK Juli dari Jerman, angka pertumbuhan PDB kuartal kedua dari Jerman, Zona Euro, dan AS akan diawasi dengan cermat oleh para investor di hari ini.