• BMRI masih bergerak sideways sejak awal minggu.
  • Bank Indonesia menuju memutuskan suku bunga hari ini.
  • Bank Mandiri akan melakukan public expose Kamis besok.

BMRI bergerak lebih rendah 1,12% di 4.430 dari penutupan hari kemarin di sesi II Rabu ini. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dibuka dengan gap naik di 4.490 namun kesulitan memanfaatkannya dan malah berbalik turun ke terendah hari 4.410. Saham ini belum menunjukkan pergerakan signifikan di salah satu arah sejak awal minggu, menantikan dorongan dari keputusan suku bunga Bank Indonesia hari ini dan Public Expose Bank Mandiri pada hari Kamis.

Bank Indonesia (BI) akan menyelesaikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung dua hari pada hari ini yang diikuti oleh konfrensi pers dan keputusan suku bunga yang dimulai pada pukul 07:00 GMT (14:00 WIB). Konsensus memprakirakan BI akan menaikkan suku bunga 25 bp menjadi 6%. Bank sentral telah menaikkan suku bunga sebanyak dua kali hanya pada bulan Juni saja, membuat BI-Rate menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,5%. Keputusan itu dibuat untuk memperkuat stabilitas mata uang Rupiah serta tindakan pre-emptive untuk menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam kisaran target 2,5±1%. Konfrensi pers juga akan diamati untuk mencari informasi apakah bank sentral mempertahankan intervensi valas di tengah nilai tukar Rupiah yang berada di area 17.900 per Dolar AS pada saat ini.

Peristiwa penting selanjutnya untuk BMRI adalah Publik Expose yang akan dilakukan Kamis besok pada pukul 08:00 GMT (15:00 WIB) secara daring. Namun, perseroan telah merilis materi acara tersebut dalam keterbukaan informasi pada awal pekan. Beberapa poin penting dalam materi tersebut adalah laba konsolidasi Kuartal I 2026 sebesar Rp15,4 triliun, naik 16,6% YoY; Rasio NPL (non-performing loan) 0,98%; pertumbuhan kredit YoY per Maret 2026 17,4%; dan pertumbuhan dana pihak ketiga YoY per Maret 2026 21,1%. Direktur Utama beserta jajarannya direncanakan menjadi pembicara, sehingga para investor akan mencari informasi yang tidak disampaikan dalam materi yang diberikan sebelumnya untuk mencari petunjuk arah kebijakan dan pergerakan saham ini di masa depan.

Relative Strength Index (RSI) 14-hari mundur ke 60,50 bahkan sebelum mencapai zona jenuh beli, meskipun masih mempertahankan momentum bullish karena berada di atas level netral 50. Namun, secara teknis BMRI berada dalam tren menurun karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang jaraknya semakin dekat dengan harga dan berfungsi sebagai resistance dinamis. Dalam jangka sangat pendek, saham ini bergerak sideways sejak awal minggu, menantikan katalis dari keputusan suku bunga Bank Indonesia dan Publik Expose Bank Mandiri.

BMRI
Grafik harian BMRI

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 22, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 6%

Sebelumnya: 5.75%

Sumber: Bank Indonesia


Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Pertahankan Penguatan Dekat Puncak Dua Pekan, Pembeli Dolar AS Absen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

Emas Pertahankan Penguatan Dekat Puncak Dua Pekan, Pembeli Dolar AS Absen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

(XAU/USD) mempertahankan tren positifnya menjelang sesi perdagangan Eropa dan saat ini diperdagangkan tepat di bawah level tertinggi dua pekan yang tersentuh pada Rabu.
Rupiah Indonesia Melemah saat BI Mempertahankan Suku Bunga di 5,75%

Rupiah Indonesia Melemah saat BI Mempertahankan Suku Bunga di 5,75%

USD/IDR telah memulihkan pelemahan hariannya, diperdagangkan di sekitar 17.950 selama sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu. Pasangan mata uang ini menguat karena Rupiah Indonesia (IDR) kesulitan setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap di 5,75% pada bulan Juli.
Pemulihan Kuat Emas mungkin Menghadapi Hambatan saat Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan

Pemulihan Kuat Emas mungkin Menghadapi Hambatan saat Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan

Harga Emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikan beruntunnya selama tiga hari perdagangan pada hari Rabu, diperdagangkan 1,5% lebih tinggi mendekati $4.140 selama perdagangan sesi Asia. Logam mulia ini pulih kuat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir dari level terendah tiga minggu $3.959,80 saat para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Cardano: Pemulihan jangka pendek kurang didukung oleh ritel

Cardano: Pemulihan jangka pendek kurang didukung oleh ritel

Harga Cardano bergerak lebih rendah setelah Exponential Moving Average (EMA) 50 hari di $1,770 membatasi dua hari pemulihan berturut-turut yang terlihat awal pekan ini. Kontrak berjangka ADA menunjukkan penurunan minat ritel karena Open Interest dan volume perdagangan menurun di tengah likuidasi posisi beli yang tinggi. Prospek teknis untuk ADA bearish, karena momentum tetap lemah di bawah resistance garis tren di sekitar $0,1782.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 22 Juli

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 22 Juli

Pasar tetap waspada di pertengahan minggu seiring ketegangan di Timur Tengah yang semakin meningkat, dengan Amerika Serikat dan Iran terus saling melancarkan serangan. Kalender ekonomi tidak akan menawarkan rilis data berdampak tinggi pada hari Rabu, memungkinkan para investor tetap fokus pada berita utama seputar geopolitik.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA