• BMRI menghapus seluruh kenaikan hari kemarin.
  • Hari ini merupakan cum dividen saham BMRI.
  • Perseroan akan membayar dividen pada awal bulan depan.
  • Struktur ascending channel masih berlaku.

BMRI lebih rendah 2,03% dari penutupan Senin untuk diperdagangkan di 4.350 di awal sesi II Selasa. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dibuka di 4.440 dan turun sepanjang hari ke terendah harian 4.330. Penurunan ini sekaligus menghapus seluruh kenaikan yang dibuat BMRI kemarin. Cum dividen pada hari ini juga tidak menarik minat beli baru yang signifikan.

Kinerja BMRI hari ini turut menyumbang penurunan 2,04% indeks INFOBANK15 yang juga memangkas kenaikan hari kemarin. BMRI menjadi salah satu saham yang mengalami penurunan terbesar dalam indeks di antara ARTO (-3,06%), BBNI (-2,84), dan BBTN (-2,06%).

Perseroan akan Membayar Dividen

Hari ini merupakan cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis di awal bulan, perseroan akan membagikan dividen dengan total nilai Rp6,15 triliun atau Rp66 per lembar saham. Dividen akan dibayarkan pada 2 Oktober 2026.

Data keuangan per 30 Juni 2026 menjadi dasar dari dividen ini. Dalam data tersebut perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp30,41 triliun sepanjang semester I 2026 yang lebih tinggi dibandingkan Rp24,45 pada semester I 2025. Laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp326,17 dibandingkan Rp262,02.

Namun, jumlah aset perseroan menurun menjadi Rp2.527 triliun pada akhir Juni 2026 dari Rp2.829 triliun pada akhir tahun 2025. Jumlah ekuitas juga turun menjadi Rp293,02 triliun dari Rp327,40 triliun. Sementara jumlah liabilitas meningkat menjadi Rp2.234 triliun dari Rp2.212 triliun.

BMRI Bertahan dalam Ascending Triangle

Secara teknis tren BMRI adalah turun karena diperdagangkan di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Namun, trennya tempak lemah saat saham ini merayap naik dari terendah 2026 dan membentuk ascending triangle di grafik harian. BMRI perlu menembus salah satu sisi pola ini untuk menetapkan tren arah yang lebih tegas. Relative Strength Index (RSI) 14-hari masih mengindikasikan momentum bullish karena berada di atas level netral 50, meskipun tampak menyusut karena tidak bisa menindaklanjuti pergerakan positif dua hari perdagangan sebelumnya.

Penghalang sisi bawah terdekat yang perlu diperhatikan untuk BMRI adalah 4.260 (terendah 14 September, batas bawah ascending channel), 4.060 (terendah 27 dan 29 Juli), dan 3.950 (terendah 3 dan 9 Juli). Sementara di sisi atas, batas yang menonjol adalah 4.500 (level angka bulat, batas atas ascending channel), 4.581 (SMA 200-hari), dan 4.770 (tertinggi 22 dan 23 April).

BMRI
Grafik harian BMRI

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Rentan di Bawah US$4.300 saat Taruhan Kenaikan The Fed dan USD Menguat

Emas Rentan di Bawah US$4.300 saat Taruhan Kenaikan The Fed dan USD Menguat

Emas (XAU/USD) diperdagangkan dengan bias negatif ringan di bawah level US$4.300 menjelang sesi Eropa pada hari Selasa dan tetap dekat level terendah lebih dari satu bulan, yang disentuh pada hari sebelumnya. Namun, sisi bawah tetap mendapat dukungan karena para pedagang memilih untuk absen menjelang pertemuan kebijakan FOMC dua hari yang krusial, yang dimulai nanti hari ini.
Rupiah Indonesia Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS, Kenaikan Harga Minyak Mentah

Rupiah Indonesia Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS, Kenaikan Harga Minyak Mentah

Rupiah Indonesia melemah saat kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan mengancam posisi fiskal negara pengimpor minyak bersih. USD/IDR melanjutkan kenaikannya untuk empat hari berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 17.730 selama  perdagangan sesi Asia pada hari Selasa.
Delapan Alasan Mengapa The Fed Harus Menaikkan Suku Bunga

Delapan Alasan Mengapa The Fed Harus Menaikkan Suku Bunga

Pertemuan FOMC pada 15–16 September diprakirakan akan menandai titik balik dengan kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak Mei 2023.
Dogecoin Bertahan pada Support EMA karena Pemulihan Kurang Meyakinkan

Dogecoin Bertahan pada Support EMA karena Pemulihan Kurang Meyakinkan

Dogecoin (DOGE) bergerak di sekitar $0,083 pada saat berita ini ditulis pada hari Selasa setelah menemukan support di sekitar zona support utama pada hari sebelumnya. Permintaan institusional yang tenang, bersama dengan positioning derivatif yang beragam, menunjukkan minat yang memudar pada koin meme bertema anjing tersebut
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 15 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 15 September:

Dolar AS menguat ke level tertinggi hampir dua minggu di sekitar 99,60 pada awal perdagangan Eropa karena lonjakan harga minyak mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS ke puncak baru sejak 2007. Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS meningkat pada bulan Agustus. Data IHK yang lebih panas menyusul pembacaan kuat pada beberapa komponen Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) yang dirilis pada hari Kamis, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA