- Saham BBRI naik 1,00% ke 3.020 pada pertengahan sesi I Jumat setelah sempat menyentuh 3.030.
- Investor masih menunggu laporan kinerja Semester I 2026, sementara jual bersih asing Kamis tercatat sekitar Rp37 miliar.
- Secara teknis, BBRI bergerak di atas SMA 20 dan SMA 50; kemampuan bertahan di atas 3.010 membuka peluang menuju 3.080.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melanjutkan penguatannya dan naik 1,00% atau 30 poin ke 3.020 pada pertengahan sesi I Jumat setelah dibuka di 3.000. Saham sempat turun ke 2.980 sebelum berbalik naik hingga 3.030, membawa BBRI kembali bergerak di atas level psikologis 3.000. Sehari sebelumnya, saham bank pelat merah tersebut ditutup melonjak 2,40% ke 2.990. Pasar juga masih menunggu laporan kinerja Semester I 2026 BRI, yang hingga Jumat pagi belum dipublikasikan.
Pada perdagangan Kamis, investor asing masih mencatatkan jual bersih sekitar Rp37 miliar, dengan nilai beli Rp369,9 miliar dan penjualan Rp406,9 miliar. Meski demikian, permintaan domestik mampu menyerap tekanan jual dan membawa BBRI ditutup dekat level tertinggi hariannya.
Sentimen terhadap BBRI masih mendapat dukungan dari keputusan J.P. Morgan yang menaikkan rekomendasi saham menjadi Overweight dengan target harga Rp3.400. BRI juga tengah menjalankan program buyback senilai maksimal Rp500 miliar hingga 11 September. Kedua faktor tersebut menjadi latar positif bagi saham, meski bukan katalis baru pada perdagangan Jumat.
Sementara laporan Semester I belum dirilis, data bank-only hingga Mei menunjukkan laba bersih BRI naik 9,5% secara tahunan menjadi Rp20,42 triliun. Kredit tumbuh 12,23% menjadi Rp1.417,20 triliun, sedangkan dana pihak ketiga meningkat 8,61% menjadi sekitar Rp1.546,45 triliun.
Namun, pertumbuhan laba tersebut turut ditopang pendapatan dividen sebesar Rp4,32 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp230 miliar pada periode yang sama tahun lalu karena perbedaan waktu pencatatan. Setelah menyesuaikan faktor tersebut, Stockbit Research menghitung laba bersih bank-only BRI hingga Mei turun 13% secara tahunan, dipengaruhi kenaikan biaya operasional sekitar 13% dan beban provisi 8%.
BBRI Menguji Kelanjutan Kenaikan di Atas 3.010
BBRI kembali bergerak di atas SMA 20 dan SMA 50 yang berdekatan di kisaran 2.898–2.911. Relative Strength Index (RSI) turut naik menjadi 57,91 dari 55,64 sehari sebelumnya, menunjukkan momentum jangka pendek yang semakin positif.
Pada perdagangan Jumat, BBRI telah menembus resistance 3.010 dalam perdagangan harian dan sempat mencapai 3.030. Kemampuan harga bertahan di atas area psikologis 3.000–3.010 akan membuka peluang kenaikan menuju 3.080, area yang menahan pergerakan pada 20–22 Juli. Resistance berikutnya berada di 3.130, yang merupakan swing high 17 Juni.
Sebaliknya, kembalinya harga ke bawah 3.000 dapat mengindikasikan bahwa penembusan belum cukup kuat. Support terdekat berada di 2.980, level terendah Jumat, diikuti 2.920 yang menjadi level terendah Kamis.
Tekanan jual berpotensi meningkat apabila BBRI menembus 2.920. Harga kemudian dapat menguji area 2.898–2.911, wilayah SMA 20 dan SMA 50. Jika area tersebut gagal bertahan, penurunan dapat berlanjut menuju 2.730, level terendah 9 Juli, kemudian swing low 2 Juli di 2.630.

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Bank of Japan Diprakirakan Pertahankan Suku Bunga Tidak Berubah saat Pasar Mencari Petunjuk Pengetatan
Emas Melemah saat USD Pulih di Tengah Prakiran Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Geopolitik
Prospek Pertengahan Tahun Rupiah Indonesia: Mengapa IDR Dekat Terendah Historis meski Suku Bunga Bank Indonesia 5,75%?
Mengapa IDR Mendekati Posisi Terendah Historis Meskipun Suku Bunga Bank Indonesia 5,75%
Bitcoin, Ethereum, dan Ripple diperdagangkan di dekat level-level teknis utama pada hari Jumat saat pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas berhenti sejenak setelah pemulihan minggu lalu. BTC mendekati Exponential Moving Average (EMA) 50 hari sementara ETH terus konsolidasi di antara dua EMA utama.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 30 Juli
Dolar AS stabil di pagi hari sesi Eropa pada hari Kamis setelah aksi volatil yang terlihat di sesi Amerika pada hari Rabu. Data awal IHK Juli dari Jerman, angka pertumbuhan PDB kuartal kedua dari Jerman, Zona Euro, dan AS akan diawasi dengan cermat oleh para investor di hari ini.