- Batu Bara ICE Newcastle belum membuat kemajuan di awal bulan baru.
- PMI Manufaktur RatingDog Tiongkok bulan Juni tetap di wilayah ekspansi
- Ekspor batu bara Indonesia Januari-Mei 2026 sebesar 143,56 juta ton.
Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di $129,45 yang belum berubah pada basis harian di hari perdagangan pertama bulan baru. Stagnansi batu bara sejauh ini menyusul kenaikan 1,57% pada hari kemarin, melanjutkan rebound dari $125,15 yang merupakan terendah 26 Juni 2026 di tengah sinyal beragam dari Timur Tengah dan pengukur manufaktur Tiongkok yang tetap di wilayah ekspansi.
Rebound komoditas ini pada hari kemarin menyelamatkan Relative Strength Index (RSI) 14-hari dari wilayah jenuh jual, meskipun masih menunjukkan momentumnya bearish saat berada di 38,09. Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang bergerak di bawah harga masih mengindikasikan tren naik dalam jangka lebih panjang yang sempat rentan setelah batu bara turun dari tertinggi 2026 di $151,75 yang dicapai pada 8 Juni.
Utusan dari Amerika Serikat (AS), Jared Kushner dan Steve Witkoff, sampai di Doha, Qatar, pada hari kemarin. Menurut informasi dari juru bicara pemerintah Qatar, utusan AS akan bertemu Perdana Menteri Qatar untuk membahas perundingan AS-Iran dan perkembangan regional.
Namun, tidak ada keterangan mengenai pertemuan langsung antara pihak AS dan Iran. Pada hari sebelumnya, Iran menyangkal Presiden AS, Donald Trump, yang mengklaim bahwa akan ada pertemuan antara AS dan Iran di Qatar. Perkembangan apa pun dari sisi ini berperan dalam memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan termasuk komoditas-komoditas energi.
Sebelumnya hari ini, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur RatingDog Tiongkok bulan Juni turun menjadi 51,7 dari 51,8 pada bulan sebelumnya dan sesuai prakiraan pasar. Meskipun turun, PMI masih berada di zona ekspansi karena berada di atas 50. Informasi mengenai kesehatan ekonomi Tiongkok penting untuk prospek harga batu bara mengingat Tiongkok merupakan salah satu negara pengimpor batu bara terbesar di dunia.
Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Juli 2026 dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 274.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut:
- Batubara (6.322 GAR) $126,58 naik dari $123,91
- Batubara I (5.300 GAR) $90,94 naik dari $88,40
- Batubara II (4.100 GAR) $62,59 naik dari $60,19
- Batubara III (3.400 GAR) $41,91 naik dari $41,19
Dalam laporan Neraca Perdagangan Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia sebelumnya hari ini menunjukkan bahwa volume ekspor batu bara selama periode Januari-Mei 2026 sebesar 143,56 juta ton yang turun 8,19% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 156,37 juta ton. Batu bara merupakan salah satu dari tiga komoditas non-migas unggulan Indonesia selain paduan besi dan CPO.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
PMI Manufaktur ISM Diprakirakan Mengisyaratkan Perluasan Aktivitas Pabrik AS yang Berkelanjutan
IHSG Rebound 0,92%, Lonjakan Energi Tutupi Pelemahan Saham Bank
XAU/USD Masih Rapuh: Penguatan Dolar AS Membatasi Ruang Pemulihan Emas
PMI Manufaktur ISM Diprakirakan Mengisyaratkan Ekspansi Berkelanjutan di AS
Perhatian beralih ke rilis Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur ISM bulan Juni pada hari Rabu, salah satu indikator aktivitas sektor manufaktur AS yang paling diperhatikan dan barometer penting bagi ekonomi yang lebih luas. Pasar memprakirakan indeks utama akan tetap tidak berubah di 54
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 1 Juli
Aksi di pasar finansial mereda di pertengahan minggu karena para investor memilih untuk absen menjelang pidato penting oleh pejabat bank sentral. Kalender ekonomi Eropa akan menampilkan data awal Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi untuk bulan Juni. Di akhir hari, para pelaku pasar akan mencermati dengan cermat Perubahan Ketenagakerjaan ADP bulan Juni dan data Indeks Manajer Pembelian Manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) dari AS.