Batu Bara ICE Newcastle Kelu di $125,25, Ekspor Batu Bara Indonesia Berjalan Normal


  • Batu Bara ICE Newcastle belum membuat kemajuan di terendah bulanan.
  • AS dan Iran akan melakukan pertemuan di Qatar Selasa besok.
  • Aktivitas ekspor batu bara Indonesia berjalan normal.

Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di $125,25 yang belum berubah sama sekali pada basis harian. Batu bara ini dibuka di level terendah Juni dan level terendah sejak 22 April 2026. Komoditas ini tampak jeda sejenak setelah turun dari tertinggi baru 2026 yang dicapai di $151,75 pada awal Juni di tengah perkembangan terbaru dari Timur Tengah.

Penurunan yang disebutkan di atas membuat harga batu bara semakin dekat dengan Simple Moving Average (SMA) 200-hari, membuat tren naik yang diindikasikan average ini semakin rentan. Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 27,12 menunjukkan momentum berada dalam zona jenuh beli karena berada di bawah level 30.

Perkembangan di Timur Tengah tetap menjadi perhatian sampai kesepakatan damai dicapai antara AS dan Iran meskipun baru-baru ini kedua pihak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pendahuluan menuju kesepakatan damai.

AS dan Iran berencana bertemu di Doha, Qatar, pada hari Selasa besok untuk mengakhiri perselisihan atas Selat Hormuz, seperti diinformasikan Axios. Rencana tersebut tercapai setelah terjadi aksi serang antara kedua pihak selama akhir pekan.

Kejadian di atas membuat pemulihan distribusi komoditas yang melaui Selat Hormuz selama pekan lalu menjadi rentan. Perkembangan apa pun bisa memengaruhi sentimen pada harga batu bara mengingat komoditas ini dijadikan alternatif bagi gas alam untuk pembangkit listrik saat Selat Hormuz ditutup selama perang AS-Iran sejak akhir Februari 2026.

Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Juni 2026 dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 253.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut:

  • Batubara (6.322 GAR) $123,91 naik dari $121,83
  • Batubara I (5.300 GAR) $88,40 naik dari $84,53
  • Batubara II (4.100 GAR) $60,19 naik dari $58,81
  • Batubara III (3.400 GAR) $41,19 naik dari $40,32

Juru Bicara Kementerian ESDM RI, Dwi Anggia, mengatakan aktivitas ekspor batu bara sudah berjalan normal kembali. Sebelumnya pemerintah secara temporer menahan pengiriman ekspor batu bara dengan kadar tertentu untuk mengamankan pasokan untuk pembangkit listrik PLN (Perusahaan Listrik Negara), seperti diinformasikan dalam situs Kementerian ESDM.

Proses pengadaan energi primer PLN di masa depan akan melibatkan tim yang beranggotakan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), Kementerian ESDM, dan PLN untuk memastikan stabilisasi dan pencegahan risiko gangguan pasokan listrik.

Tim yang juga bertugas untuk pengawasan ini akan memastikan penerapan kewajiban Pasokan Dalam Negeri atau Domestik Market Obligation (DMO). Kebutuhan tahunan batu bara PLN sebesar 154 juta metrik ton dan sejauh ini telah mengamankan sekitar 141 juta metrik ton.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu Bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko

Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.

Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.

Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.

Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Merosot ke Dekat $4.050 karena Ketidakpastian Pembicaraan AS-Iran Picu Kekhawatiran Inflasi

Emas Merosot ke Dekat $4.050 karena Ketidakpastian Pembicaraan AS-Iran Picu Kekhawatiran Inflasi

Harga Emas (XAU/USD) tetap berada di bawah tekanan jual di sekitar $4.060 selama awal perdagangan sesi Eropa hari Senin. Logam mulia ini turun di tengah ketidakpastian seputar pembicaraan AS-Iran dan ekspektasi hawkish Federal Reserve (The Fed). Data Nonfarm Payrolls (NFP) AS akan menjadi sorotan utama pada hari Kamis nanti.
USD/IDR: Rupiah Menguat ke Sekitar 17.850 saat Dolar dan Minyak Melemah

USD/IDR: Rupiah Menguat ke Sekitar 17.850 saat Dolar dan Minyak Melemah

Kurs spot Rupiah Indonesia (IDR) diperdagangkan lebih kuat pada Senin di 17.846 per Dolar AS. Pasangan mata uang USD/IDR turun 76 poin atau 0,42% dari penutupan Jumat setelah bergerak dalam rentang sejauh ini di 17.814-17.910. Rupiah mendapat dorongan ketika mata uang AS menjauh dari level tertinggi tahunannya yang disentuh Rabu pekan lalu.
Sejauh Ini, Cukup Tenang

Sejauh Ini, Cukup Tenang

Mengingat berita buruk akhir pekan lalu mengenai serangan timbal balik antara AS dan Iran, saya memprakirakan minggu ini akan dimulai dengan catatan yang suram. Tapi ternyata tidak sama sekali. Kedua negara mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pertempuran, dan matahari bersinar kembali.
Siklus empat tahun Bitcoin: BTC berisiko mengalami penurunan 75% dengan empat bulan pasar bear masih di depan

Siklus empat tahun Bitcoin: BTC berisiko mengalami penurunan 75% dengan empat bulan pasar bear masih di depan

Harga Bitcoin terus dalam tren menurun di bawah zona support $60.000 setelah kehilangan lebih dari 50% nilainya sejak tertinggi $126.199 pada Oktober. Siklus empat tahun Bitcoin, diukur dari puncak siklus ke dasar, menunjukkan bahwa empat bulan pasar bearish masih akan datang

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 29 Juni

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 29 Juni

Pasar keuangan mengambil sikap hati-hati di awal minggu saat para investor mengevaluasi perkembangan terbaru seputar konflik antara AS dan Iran. Hari ini, Presiden ECB Christine Lagarde akan menyampaikan pidato pembukaan di Forum ECB tentang Perbankan Sentral

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA