- Batu bara ICE Newcastle kembali mencatatkan tertinggi baru 2026 pada Jumat lalu.
- Harga AHA akan berakhir pekan ini, akan disesuaikan kembali pada awal bulan.
- Indonesia berencana membeli energi sekitar $15 miliar dari Amerika Serikat, di antaranya batubara metalurgi dan teknologi batubara bersih.
Harga batu bara ICE Newcastle front month ditutup turun di 120,60per ton pada Jumat lalu. Hal tersebut setelah batu bara meraih tertinggi baru 2026 di 124. Dengan demikian, komoditas ini ditutup merah untuk dua hari berturut-turut. Namun, dalam jangka lebih panjang batu bara ini berada dalam tren bullish sejak bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari sejak pertengahan Januari 2026. Koreksi tersebt tampak diperluan mengingat indikator Relatinve Strength Index (RSI) 14-hari di hari-hari sebelumnya berada dalam zona jenuh beli.
Cuaca di pelabuhan Newcastle Australia pada hari ini adalah 26 derajat celcius dengan peluang hujan 10%. Dengan demikian cuaca tidak akan menjadi faktor yang bisa mempengaruhi harga karena tidak mengganggu kelancaran dalam pemuatan batu bara.
Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Februari 2026 menurut Kepmen ESDM No. 97.K/MB.01/MEM.B/2026, harga batu bara (6.322 GAR) turun menjadi $102,87/ton dari $106,11 pada periode pertama bulan ini. Batu bara I (5.300 GAR) di $71,74 dari $73,96, batu bara II (4.100 GAR) di $47,34 dari $48,21, dan dan batu bara III (3.400 GAR) turun menjadi $33,85 dari $35,83. Harga-harga di atas berlaku sampai akhir bulan dan akan diubah atau disesuaikan kembali pada tanggal 1 Maret 2026.
Amerika Serikat (AS) dan Indonesia menandatangani komitmen energi dan mineral kritis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, perluas askes pasar ekspor dan memperkuat posisi negara dalam rantai pasok energi dan mineral secara global.
Kedua negara mencapai kesepakatan dalam Reciprocal Trade Agreement (RTA) atau Agreement on Reciprocal Trade (ART). Dari sisi energi, Indonsia akan membeli produk energi dari AS dengan nilai sekitar $15 miliar dengan perincian impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) sekitar $3,5 miliar, minyak mentah sekitar $4,5 miliar, produk-produk BBM olahan tertentu sekitar $7 miliar, serta komoditas-komoditas energi lainnya sesuai kebutuhan domestik, termasuk batu bara metalurgi dan teknologi batu bara bersih, seperti diinformasikan dalam siaran pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
Grafik Harian Batu Bara Newcastle

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Bertahan Dekat Puncak Bulanan di Tengah Keresahan Tarif, Taruhan Dovish The Fed, Dolar AS yang Lemah
Emas (XAU/USD) jeda sejenak setelah bergerak dalam perdagangan harian naik ke puncak bulanan baru, yang dicapai sebelumnya pada hari Senin ini, meskipun latar belakang fundamental yang mendukung memperkuat argumen untuk melanjutkan tren naik yang sudah berlangsung selama empat hari.
Rupiah Stabil di Awal Pekan, USD/IDR Tertahan di Bawah 16.900 di Tengah Dinamika Global
Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Incar Penutupan Harian di Atas Resistance Utama Fibonacci 61,8%
Emas naik lebih dari 1% di awal hari Senin, setelah mengalami kenaikan 2% pada hari Jumat. Logam mulia ini melewati hambatan-hambatan teknis utama, karena para pembeli tetap kuat di tengah pembaruan ketidakpastian tarif dan ekonomi bersamaan dengan ketegangan geopolitik AS-Iran yang mengintai.
Cardano Bersiap Menghadapi Dampak Saat Badai Tarif AS Meningkat
Cardano turun 4% pada saat berita ini ditulis pada hari Senin, memasuki hari ketiga berturut-turut penurunan. Bias bearish di pasar derivatif Cardano sejalan dengan meningkatnya tekanan pada pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas di tengah penilaian kembali tarif global oleh Presiden AS Donald Trump dan konflik domestik dengan Mahkamah Agung AS.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 23 Februari:
Pasar keuangan memulai minggu dengan cara yang volatil saat para investor menilai berita terbaru seputar rezim perdagangan Amerika Serikat dan geopolitik. Dengan tidak adanya rilis data berdampak tinggi, para pelaku pasar akan memantau perkembangan baru mengenai subjek-subjek ini pada hari Senin.