- Batu Bara ICE Newcastle tetap tertekan di terendah Juni di bawah $130,00
- Kapal kargo berbendera Singapura diserang di Selat Hormuz
- Pemerintah Indonesia meresmikan Mini LNG Plant.
Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di $127,50 yang lebih rendah 0,78% dari penutupan hari kemarin. Namun demikian, batu bara ini belum berubah dari level pembukaan hari saat komoditas ini dibuka dengan gap bawah. Batu bara tetap tertekan di tengah prospek membaiknya jalur distribusi komoditas energi Selat Hormuz meskipun terjadi serangan terhadap kapal kargo di area tersebut baru-baru ini.
Relative Strength Index (RSI) 14-hari baru saja memasuki zona jenuh jual di 29,64 sehingga perlu kehati-hatian sebelum mengejar harga batu bara lebih rendah. Sementara itu, Simple Moving Average (SMA) 200-hari semakin mempersempit jarak dengan harga, mengindikasikan bahwa tren naik yang telah ditunjukkan oleh indikator ini sejak pertengahan Januari 2026 mulai rentan.
Laporan tentang kapal kargo berbendera Singapura diserang di Selat Hormuz sempat mengkhawatirkan proses perdamaian yang sedang berlangsung antara AS dan Iran. Kondisi tersebut semakin intensif menyusul kabar International Maritime Organization (IMO) PBB yang menunda evakuasi lebih dari 11 ribu pelaut yang terdampar di Selat Hormuz, seperti diberitakan oleh BBC. Otoritas Iran memberikan peringatan bahwa mereka tidak menjamin keselamatan kapal yang berlayar di luar rute yang ditentukan.
Namun demikian, kekhawatiran yang disebutkan di atas tidak berhasil mendorong naik harga minyak karena ditutupi oleh kabar bahwa pasokan minyak yang melewati Selat Hormuz tetap aktif. Harga minyak WTI yang dilihat sebagai barometer sentimen di Timur Tengah berada di area $69,30 yang turun 2,88% pada basis harian
Kabar mengenai semakin aktifnya jalur perairan Selat Hormuz juga dapat menekan harga batu bara karena negara-negara akan kembali menggunakan gas alam dari Timur Tengah setelah sebelumnya menggunakan batu bara untuk pembangkit energi listrik saat Selat Hormuz ditutup.
Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Juni 2026 dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 253.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut:
- Batubara (6.322 GAR) $123,91 naik dari $121,83
- Batubara I (5.300 GAR) $88,40 naik dari $84,53
- Batubara II (4.100 GAR) $60,19 naik dari $58,81
- Batubara III (3.400 GAR) $41,19 naik dari $40,32
Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur pada Kamis kemarin. Perusahaan ini memiliki tujuan untuk mendorong pemanfaatkan gas bumi, seperti diinformasikan dalam siaran pers Kementerian ESDM.
Perusahaan ini merupakan fasilitas pengolahan gas yang akan menghasilkan LNG (Liquefied Natural Gas), LPG (Liquefied Petroleum Gas), kondensat, CNG (Compressed Natural Gas), dan direncanakan CO2 liquid. Kapasitas produksi maksimalnya setara dengan 55.300 ton/tahun.
Hasil produksi dari Mini LNG plant ini salah satunya akan diserap oleh pembangkit listrik di Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Hal tersebut mempercepat peralihan dari sumber energi beremisi tinggi seperti baru bara. Dengan demikian, diprakirakan porsi batu bara yang diekspor bisa lebih besar ke depan karena berkurangnya permintaan di dalam negeri. Menteri Bahlil sebelumnya menyebutkan bahwa kebutuhan batu bara PLN adalah 154 juta ton per tahun.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Pertahankan Support Langsung di Bawah $4.000 saat Dolar AS Koreksi
IHSG Turun 1,72% ke 5.896, Rebound Kamis Gagal Bertahan
Masalah Yen yang Tidak Bisa Diselesaikan oleh Kenaikan Suku Bunga Jepang
Harga Ripple bertahan di $1 saat likuidasi panjang memperdalam tren bearish
Ripple (XRP) diperdagangkan di dekat level support psikologis utama $1 setelah kehilangan lebih dari 8% sejauh minggu ini. Data likuidasi CoinGlass menunjukkan bahwa lebih dari 97% posisi beli XRP dilikuidasi dalam 24 jam terakhir. Selain itu, metrik derivatif terus menguntungkan para penjual.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 26 Juni
Pasar mempertahankan sikap hati-hati di pagi Eropa karena saham-saham Asia mengalami kerugian besar, tertekan oleh penjualan besar-besaran saham teknologi yang sedang berlangsung. Kalender ekonomi tidak akan menawarkan rilis data berdampak tinggi. Di sesi Amerika nanti, University of Michigan akan menerbitkan revisi data Indeks Sentimen Konsumen bulan Juni dan beberapa pengambil kebijakan Federal Reserve akan menyampaikan pidato.