Para analis BNP Paribas menilai komunikasi terbaru Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) dari Sintra, menyoroti sikap hati-hati Christine Lagarde dan pergeseran menuju "panduan kerangka kerja" dalam lingkungan yang volatil. Meskipun data inflasi yang lebih lunak dan harga energi yang melandai, mereka masih memprakirakan satu kenaikan suku bunga ECB lagi pada bulan September, sambil mencatat bahwa risiko inflasi telah bergeser sedikit ke sisi bawah tetapi tidak cukup untuk mengubah jalur kebijakan.

ECB Menimbang Risiko setelah Guncangan Energi

"Kami mempertahankan skenario kami untuk kenaikan suku bunga ECB tambahan pada bulan September, meskipun risiko inflasi yang melandai, yang membuat langkah tersebut menjadi kurang mungkin."

"Menghadapi ketidakpastian ini, presiden ECB mengadvokasi gaya komunikasi yang dia sebut sebagai "panduan kerangka kerja": pendekatan yang berpusat pada skenario dan kurang preskriptif mengenai jalur suku bunga masa depan dibandingkan dengan "panduan ke depan" tradisional."

"Untuk bagiannya, Christine Lagarde, yang berpartisipasi dalam diskusi panel bersama Andrew Bailey (Bank of England), Kevin Warsh (The Fed AS) dan Tiff Macklem (Bank of Canada), membela kenaikan suku bunga bulan Juni sebagai sepenuhnya dibenarkan, sambil mengakui bahwa risiko terhadap inflasi dan pertumbuhan kini tampak lebih seimbang (risiko kenaikan inflasi lebih rendah, risiko penurunan pertumbuhan lebih rendah). "Itu tidak berarti kenaikan bulan Juni adalah kesalahan."

"Singkatnya, keseimbangan keseluruhan risiko inflasi kini tampak condong sedikit lebih ke sisi bawah dibandingkan beberapa minggu lalu, tetapi tidak cukup untuk membenarkan perubahan arah kebijakan moneter."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Tetap Turun karena Kekhawatiran Inflasi Dongkrak Imbal Hasil Obligasi AS dan USD di Tengah Risiko Hormuz

Emas Tetap Turun karena Kekhawatiran Inflasi Dongkrak Imbal Hasil Obligasi AS dan USD di Tengah Risiko Hormuz

Emas (XAU/USD) mempertahankan nada penawaran jual menjelang sesi Eropa pada hari Selasa, meskipun bertahan di atas level $4.100. Harga minyak mentah naik tipis di tengah ketegangan yang diperbarui di Selat Hormuz, yang membangkitkan kekhawatiran inflasi.
IHSG Ditutup Menguat ke 5.986, Properti dan Bank Dorong Indeks Semakin Dekat ke 6.000

IHSG Ditutup Menguat ke 5.986, Properti dan Bank Dorong Indeks Semakin Dekat ke 6.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa dan semakin dekat ke level psikologis 6.000. Kenaikan ditopang saham-saham properti dan perbankan, sementara kenaikan cadangan devisa Indonesia membantu menjaga persepsi positif terhadap aset domestik. IHSG naik 70 poin atau 1,19% ke 5.986, dari penutupan sebelumnya di 5.916.
Pasar Masih dalam Posisi Tunggu dan Lihat

Pasar Masih dalam Posisi Tunggu dan Lihat

Dolar AS tampaknya telah menghentikan pergerakan bearish-nya di pasar valas. Sementara itu, JPY masih berada dalam kondisi yang sangat lemah, dan pelemahan lebih lanjut dapat meningkatkan kemungkinan Jepang melakukan intervensi di pasar untuk menyelamatkan yen. Di Selandia Baru, RBNZ diprakirakan akan menaikkan suku bunga, sementara pasar juga memprakirakan kenaikan lainnya sekitar Oktober.
Bonk melanjutkan koreksi setelah peretasan senilai 20 Juta Dolar dari kas BonkDAO

Bonk melanjutkan koreksi setelah peretasan senilai 20 Juta Dolar dari kas BonkDAO

Bonk masih berada di bawah tekanan, diperdagangkan di bawah $0,0000044 setelah kehilangan lebih dari 10% pada hari sebelumnya. Koreksi hari Senin terjadi saat Organisasi Otonom Terdesentralisasi Bonk mengumumkan eksploitasi tata kelola yang mengakibatkan pencurian token BONK senilai 20 Juta dolar dari kasnya.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli

Pasar menjadi berhati-hati pada hari Selasa karena para investor memperhatikan dengan seksama headline yang keluar dari Timur Tengah di tengah tidak adanya rilis data berdampak tinggi. Pada paruh kedua hari ini, data Neraca Perdagangan Barang Amerika Serikat untuk bulan Mei akan ditampilkan dalam kalender ekonomi, bersama dengan Rata-rata Perubahan Ketenagakerjaan 4-minggu dari Automatic Data Processing.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA