• Pasangan mata uang AUD/USD diperdagangkan dekat terendah bulanan di sekitar 0,6420 saat Dolar AS menunjukkan kekuatan.
  • RBA diprakirakan akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan bulan ini.
  • Para investor menunggu data NFP AS untuk bulan Juli.

Pasangan mata uang AUD/USD diperdagangkan dengan rentan di dekat terendah bulanan di sekitar 0,6420 selama perdagangan sesi Eropa pada hari Jumat. AUD/USD menghadapi tekanan jual saat Dolar AS (USD) melanjutkan kenaikannya, sementara para investor menunggu laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) untuk bulan Juli, yang akan diterbitkan pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB).

Selama perdagangan sesi Eropa, Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, mencatat tertinggi baru dua bulan di dekat 100,10.

Para ekonom memprakirakan ekonomi AS telah menambahkan 110 ribu pekerja baru, lebih rendah dari 147 ribu lapangan pekerjaan yang diciptakan pada bulan Juni. Tingkat Pengangguran diprakirakan lebih tinggi di 4,2%, dibandingkan 4,1% pada bulan Juni. Sementara itu, Pendapatan Rata-Rata Per Jam, pengukur utama pertumbuhan upah, diprakirakan telah tumbuh dengan laju yang lebih cepat baik pada basis bulanan maupun tahunan.

Tanda-tanda kondisi pasar tenaga kerja stabil akan memungkinkan para pejabat Federal Reserve (The Fed) untuk mendukung penahanan suku bunga pada level-level saat ini. Pada hari Rabu, The Fed mempertahankan suku bunga pinjaman stabil di 4,25%-4,50% untuk yang lima kali berturut-turut dan, Ketua Jerome Powell mengarahkan bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk pemotongan suku bunga.

Sementara itu, ekspektasi pasar yang solid bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan mengurangi suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 3,6% dalam pertemuan kebijakan bulan ini telah membuat Dolar Australia (AUD) tertekan.

Kedua, penurunan yang tidak terduga pada PMI Manufaktur Caixin juga membebani Dolar Australia. PMI Manufaktur Caixin berada di 49,5 dibandingkan dengan estimasi 50,3 dan sebelumnya 50,4. Angka di bawah ambang batas 50,0 dianggap sebagai kontraksi dalam aktivitas ekonomi.

Mengingat bahwa ekonomi Australia sangat bergantung pada ekspornya ke Tiongkok. Data manufaktur yang lemah dari raksasa Asia tersebut sangat membebani Dolar Australia.

 

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Memantul dari Terendah, Kembali di Atas $5.100

Emas Memantul dari Terendah, Kembali di Atas $5.100

Emas tetap dalam posisi defensif, mengikis sebagian dari kenaikan multi-hari terbaru dan berhasil diperdagangkan kembali di atas level $5.100 per troy ons pada hari Selasa. Logam mulia ini awalnya turun sedikit di bawah ambang batas kritis $5.000 akibat kekuatan Greenback yang terus-menerus, imbal hasil obligasi Treasury AS yang lebih tinggi di seluruh kurva, dan penyesuaian harga oleh para investor terhadap penurunan suku bunga The Fed.

Minyak Menargetkan Level $80.00 di Tengah Krisis AS-Iran

Minyak Menargetkan Level $80.00 di Tengah Krisis AS-Iran

Minyak mentah telah melonjak ke level yang belum terlihat dalam lebih dari setahun, diperdagangkan di dekat level $78,00 per barel dan semakin mendekati pengujian potensial pada ambang kunci $80,00. Kenaikan tajam dalam WTI terus mendapatkan dukungan dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penutupan efektif pengiriman melalui Selat Hormuz, dan kekhawatiran yang meningkat atas gangguan pasokan.

EUR/USD Memangkas Kenaikan, Merebut Kembali 1,1600 dan Lebih Tinggi

EUR/USD Memangkas Kenaikan, Merebut Kembali 1,1600 dan Lebih Tinggi

Setelah penurunan sebelumnya ke terendah tahunan di sekitar 1,1530, EUR/USD kini berhasil memulihkan sebagian dari penurunan yang hilang dan merebut kembali area di atas 1,1600 pada bagian akhir sesi Amerika Utara pada hari Selasa. Sementara itu, retracement yang signifikan dari pasangan mata uang ini terjadi sebagai respons terhadap kenaikan yang tak terhentikan dalam Dolar AS, yang selalu didorong oleh lingkungan pelarian menuju aset-aset safe haven di tengah memburuknya lanskap geopolitik di Timur Tengah.

Kripto Hari ini: Bitcoin, Ethereum, XRP Pullback saat Sentimen Tetap dalam Ketakutan Pasar yang Ekstrem

Kripto Hari ini: Bitcoin, Ethereum, XRP Pullback saat Sentimen Tetap dalam Ketakutan Pasar yang Ekstrem

Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) secara umum berada di zona merah pada hari Selasa saat Timur Tengah menghadapi perang yang semakin meningkat. Bitcoin (BTC) sedang mengalami pullback, diperdagangkan di bawah $67.000 pada saat berita ini ditulis, dan sebagian besar altcoin mengikutinya.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 2 Maret:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 2 Maret:

Dolar AS terus mengumpulkan kekuatan terhadap rival-rivalnya setelah aksi bullish pada hari Senin, dengan Indeks USD berfluktuasi di level tertinggi sejak akhir Januari di atas 98,80 pada pagi hari di Eropa pada hari Selasa. Kalender ekonomi Eropa akan menampilkan data awal Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi untuk bulan Februari nanti hari ini. Namun, para pelaku pasar akan tetap fokus pada berita seputar krisis di Timur Tengah dan memperhatikan komentar-komentar dari para pejabat bank sentral.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA