• ASII dibuka dengan gap turun setelah naik hampir 8% kemarin.
  • Perseroan meraih laba Rp21,60 triliun pada Januari–September 2026.
  • RSI 14-hari masih mempertahankan momentum bullish.

ASII lebih rendah 3,60% dari penutupan hari kemarin untuk menutup sesi I Kamis di 4.820. Saham PT Astra International Tbk membuka hari dengan gap turun di 4.940 dan jatuh ke terendah harian 4.800 menyusul laporan keuangan yang dirilis perseroan pada akhir perdagangan kemarin. Saham ini kesulitan menindaklanjuti kenaikan 7,99% hari sebelumnya, meskipun dalam gambaran yang lebih besar momentum masih bullish setelah bangkit dari terendah 2026.

Tidak adanya tindak lanjut kenaikan kemarin pada ASII turut menekan indeks LQ45 yang mengalami penurunan 2,93%, menghapus kinerja positif hari sebelumnya. Selain oleh ASII, indeks ini terutama ditekan oleh saham Indosat (ISAT, -6,69%), Solusi Sinergi Digital (WIFI, -6,47%), dan Barito Pacific (BRPT, -6,48%).

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis di akhir perdagangan kemarin, perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp21,60 triliun selama periode Januari–September 2026 yang lebih rendah jika dibandingkan dengan Rp24,47 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun demikian, penjualan dan pendapatan usahanya lebih tinggi sebesar Rp243,86 triliun dibandingkan sebelumnya Rp243,60 triliun. Dengan demikian, laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp541 daripada Rp605 pada Januari–September 2025.

Dari sisi posisi keuangan, jumlah aset bertambah menjadi Rp525,71 triliun pada akhir September 2026 dari Rp507,36 triliun pada akhir tahun lalu. Hal yang sama terjadi pada ekuitas dan liabilitas. Jumlah ekuitas bertambah menjadi Rp297,89 triliun dari Rp290,81 triliun. Jumlah liabilitas naik dari Rp216,55 triliun menjadi Rp227,82 triliun.

Momentum Tetap di Wilayah Bullish

Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 54,48 mengindikasikan momentum masih bullish karena berada di atas level netral 50, setelah turun dari 54,48 yang diraih kemarin. Kenaikan hari kemarin juga mempersempit jarak dengan Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Namun, tidak adanya tindak lanjut aksi beli hari ini mempertahankan tren turun jangka panjang ASII karena masih berada di bawahnya.

Dalam kasus saham ini menemukan minat beli, resistance yang perlu diperhatikan muncul di 5.300 (tertinggi 22 Juli), 5.537 (SMA 200-hari), dan 6.100 (tertinggi 12 dan 20 Mei). Sementara untuk sisi bawah, level-level support terdekat berasal dari 4.430 (terendah 22 Oktober), 4.200 (level angka bulat, terendah 20 Oktober), dan 3.920 (terendah 2026 yang ditorehkan pada 19 Oktober).

ASII
Grafik harian ASII

(Berita ini dikoreksi pada 29 Oktober pukul 06:14 GMT/13:14 WIB pada poin pertama menjadi perseroan meraih laba Rp21,60 triliun, bukan Rp26,60 triliun).

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Turun di Bawah US$4.050, Taruhan Kenaikan The Fed dan Risiko Iran Dorong USD

Emas Turun di Bawah US$4.050, Taruhan Kenaikan The Fed dan Risiko Iran Dorong USD

Emas (XAU/USD) bertahan pada pelemahan dalam perdagangan harian di bawah level $4.050 menjelang sesi Eropa pada hari Kamis dan, untuk saat ini, tampaknya telah mengakhiri reli kenaikan tiga hari berturut-turut ke puncak mingguan yang ditetapkan pada hari sebelumnya.
Valas Hari Ini: Bagaimana jika ECB…?

Valas Hari Ini: Bagaimana jika ECB…?

Dolar AS (USD) kembali berada di bawah tekanan pelemahan baru pada hari Rabu saat para investor terus mencerna FOMC terbaru dan kinerja imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang beragam di seluruh kurva. Indeks Dolar AS (DXY) telah menghentikan kenaikan tiga hari berturut-turutnya, kembali berada di bawah tekanan jual baru dan mengunjungi kembali area sekitar zona pertentangan 102,00.
Emas Terkoreksi setelah Naik Tiga Hari Berturut-turut Jelang Data AS

Emas Terkoreksi setelah Naik Tiga Hari Berturut-turut Jelang Data AS

Emas turun 0,65% ke dekat US$4.040 setelah gagal memperpanjang reli tiga hari berturut-turutnya pada hari Kamis. Logam mulia ini berada di bawah tekanan karena Dolar AS (USD) kembali menguat setelah pergerakan korektif pada hari Rabu, menyusul pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Pi Network Berisiko Mengalami Kaki Penurunan Lagi saat Pasar Kripto yang Lebih Luas Tergelincir

Pi Network Berisiko Mengalami Kaki Penurunan Lagi saat Pasar Kripto yang Lebih Luas Tergelincir

Pi Network diperdagangkan di zona merah pada hari Kamis, mundur menuju support jangka pendek di sekitar US$0,0740. Indeks Fear and Greed turun ke 43 pada hari Kamis, sementara total likuidasi melampaui US$350 Juta selama 24 jam terakhir, menunjukkan memburuknya selera risiko para investor dan bias sisi jual. Prospek teknis untuk PI bearish, dengan tekanan jual yang meningkat.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 29 Oktober:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 29 Oktober:

Dolar AS (USD) kembali berada di bawah tekanan pelemahan baru pada hari Rabu karena para investor terus mencerna acara FOMC terbaru dan kinerja imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang beragam di seluruh kurva. Indeks Dolar AS (DXY) telah menghentikan kenaikan tiga hari berturut-turutnya, kembali berada di bawah tekanan jual baru dan mengunjungi kembali area di sekitar zona pertahanan 102,00.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA