ANTM Berupaya Pulihkan Penurunan Kemarin, Perseroan akan Merilis Laporan Keuangan Semester I


  • ANTM kesulitan untuk membalikkan penurunan kemarin, meraih tertinggi harian 2.920.
  • Perseroan akan merilis laporan keuangan semester I yang ditelaah secara terbatas.
  • Penjualan emas perseroan mencapai 18.080 kg sepanjang semester I 2026.

ANTAM bergerak naik 0,70% ke 2.890 dari penutupan Senin menuju akhir sesi I Selasa. Saham PT ANTAM (Persero) dibuka dengan gap naik kecil di 2.880 kemudian bergerak merayap ke tertinggi hari 2.920 di tengah kabar bahwa perseroan akan merilis laporan keuangan semester I yang ditelaah secara terbatas. Namun, saham ini kesulitan untuk melanjutkan kenaikan sejauh ini.

Pergerakan positif ANTM membantu pergerakan positif sektor Barang Baku yang menunjukkan kenaikan 1,13% dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga mencoba memulihkan penurunan kemarin menjelang rilis data PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia Kuartal II besok.

Perseroan akan Menerbitkan Laporan Keuangan

Seperti diinformasikan dalam keterbukaan informasi yang dirilis sebelum pembukaan pasar hari ini, perseroan berencana merilis laporan keuangan semester I 2026 yang ditelaah secara terbatas oleh auditor eksternal. Namun, perseroan tidak menginformasikan tanggal pastinya. Rilis tersebut merupakan kewajiban untuk perseroan yang juga mencatatkan sahamnya di Australia Securities Exchange (ASX).

Sementara itu, perseroan mengungkapkan laporan kuartalan pasca penutupan pasar pekan lalu. Dokumen tersebut mengungkapkan kinerja perseroan selama periode semester I tahun 2026. Sorotan utamanya adalah perseroan memproduksi emas sebesar 433 kg (13.921 troy ons) dengan penjualan emas sebesar 18.080 kg (581.286 troy ons) selama semester I 2026 yang lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 29.262 (940.795 troy ons).

Dalam laporan tersebut juga diinformasikan bahwa kapitalisasi pasar saham ini per 30 Juni 2026 sebesar Rp62,24 triliun dengan kisaran harga saham di BEI selama periode pelaporan adalah Rp2.530-Rp4.760 per saham dan harga saham rata-rata sebesar Rp3.673 per saham.

Selain itu, perseroan sedang mengembangkan fasilitas manufaktur logam mulia di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), di Jawa Timur. Aksi tersebut untuk meningkatkan kapasitas manufaktur, memperluas penetrasi pasar domestik, dan mengoptimalkan nilai tambah. Saat ini fasilitas tersebut berada dalam fase pra-pelaksanaan menuju persiapan fase konstruksi.

Sentimen Masih dalam Bearish

ANTM mencoba mempertahankan rebound dari 2.800, terendah 29 Juli. Namun demikian, indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 46,46 mengindikasikan momentumnya bearish karena masih di bawah level netral 50. Secara teknis saham ini cenderung turun karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Namun demikian, tren tersebut diredam oleh pergerakan sideways yang berlangsung sejak pertengahan Mei 2026.

(Judul berita ini dikoreksi pada pukul 04:18 GMT/11:18 WIB menjadi Perseroan akan Merilis Laporan Keuangan Semester I, bukan Semester II)

ANTM
Grafik harian ANTM

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Datar di Atas $4.050 saat Prospek Kenaikan The Fed dan Ketidakpastian Iran Topang Dolar AS

Emas Datar di Atas $4.050 saat Prospek Kenaikan The Fed dan Ketidakpastian Iran Topang Dolar AS

Emas (XAU/USD) bergerak naik-turun antara kenaikan tipis dan penurunan kecil selama sesi Asia pada hari Selasa karena para pedagang tampak ragu-ragu dan memilih menunggu perkembangan lebih lanjut seputar krisis Timur Tengah.
Rupiah Indonesia Tertekan di Tengah Volatilitas Geopolitik dan Risiko Defisit Kembar

Rupiah Indonesia Tertekan di Tengah Volatilitas Geopolitik dan Risiko Defisit Kembar

USD/IDR menghentikan penurunan beruntunnya selama empat hari, diperdagangkan di sekitar 18.090 selama sesi perdagangan Asia pada hari Selasa. Pasangan mata uang ini melanjutkan momentum kenaikannya karena Rupiah Indonesia (IDR) menghadapi tekanan yang persisten.
AI Tantang Pedoman Disinflasi: Minyak Murah Belum Tentu Redakan Inflasi Inti

AI Tantang Pedoman Disinflasi: Minyak Murah Belum Tentu Redakan Inflasi Inti

Lanskap ekonomi global berfokus pada Timur Tengah sejak perang AS-Iran dimulai pada akhir Februari, dengan pasar bereaksi terhadap perubahan tajam harga Minyak Mentah dan menilai dampaknya terhadap dinamika inflasi serta prospek pertumbuhan.
Ripple dan Stellar stabil saat data derivatif menunjukkan tekanan penurunan yang mereda

Ripple dan Stellar stabil saat data derivatif menunjukkan tekanan penurunan yang mereda

Ripple dan Stellar menunjukkan aksi harga yang beragam, dengan XRP bertahan di atas zona support utama $1 sementara XLM menghadapi penolakan di $0,173. Sementara itu, metrik derivatif yang membaik bersamaan dengan memudarnya momentum bearish menunjukkan bahwa tekanan sisi bawah mungkin mulai mereda untuk kedua altcoin tersebut. Data derivatif menunjukkan sentimen bullish ringan di antara para pedagang.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 4 Agustus

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 4 Agustus

Harga minyak jatuh tajam pada hari Senin di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa perundingan antara AS dan Iran akan segera dilanjutkan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan sedang berlangsung setelah Teheran mengatakan tidak memiliki rencana untuk negosiasi langsung. Indeks Dolar AS naik sekitar 0,1% dan diperdagangkan dekat 99,90, bertahan tepat di bawah ambang 100,00

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA