Yen Jepang bergerak tidak biasanya, menguat tajam terhadap Dollar AS ke level terkuatnya sejak Februari ditengah spekulasi kenaikan suku bunga BoJ 18 September mendatang.
Menyusul penguatna Yen sepanjang sesi perdagangan Eropa kemarin (7/9), Harga emas dan Dolar AS tampak bergerak searah. Keduanya tampak melemah meski dengan range yang sempit.
Minggu ini, pergerakkan pasar diperkirakan tidak akan seperti biasanya karena pasar akan mengkaji aksi buyback obligai AS yang baru saja dimulai.
*Key Highlights*
- Pasar cenderung sepi karena libur bursa Amerika pada awal pekan ini. Namun demikian kewaspadaan pasar tampak terjadi menyusul dimulainya aksi buyback obligasi AS.
- Yen Jepang menjadi sorotan setelah diduga menjual treasury AS untuk mendanai intervensi Yen, yang diperkirakan merupakan Langkah yang telah terkoordinasi.
- Pada Selasa (8/9), Pasar Amerika akan Kembali dibuka. Volatilitas pasar diperkirakan akan Kembali ramai.
- Sorotan utama minggu ini akan tertuju pada Keputusan Suku Bunga ECB. Euro diperkeirakan akan mengalami volatilitas tinggi.
- Europena Central Bank diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 2.50%.
- Pada Selasa (8/9), masih tidak ada banyak data yang akan dirilis. Disesi Asia pasar akan melihat rilis data GDP Jepang dan Laporan Neraca Perdagangan Tiongkok
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Senin (7/9), Harga emas berakhir melemah ditengah sepinya volatilitas
Dipasar gulir, Harga emas turun - sekitar $24.68 atau 0.56% berakhir pada level $4,406.14 per ons, setelah capai terendah $4,381.
Pada Jumat (4/9), emas berjangka kontrak Desember berakhir anjlok sebesar $63.30 atau 1.39% berakhir pada level $4,476.60 per ons.
Harga minyak berakhir menguat dipasar spot, meskipun tekanan fundamental cenderung sepi. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Senin (7/9) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $90.68 , +$1.17 / +1.31%
• WTI : $91.48 , -$0.36 / -0.39% (4/9)
• BRENT : $97.00 , +$0.72 / +0.75%
• NGAS : $2.9970 , +$0.027 / +0.91%
Indeks Dolar AS terkoreksi dibawah level 99, fokus dollar tertuju pada yield AS dan probabilitas suku bunga the Fed. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Senin (7/9) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.72174 , +16 / +0.22%
• EURUSD : 1.16217 , +12 / +0.10%
• GBPUSD : 1.35393 , +28 / +0.21%
• NZDUSD : 0.58774 , -1 / -0.01%
• USDJPY : 154.346 , -189 / -1.21%
• USDCAD : 1.38117 , -27 / -0.19%
• USDCHF : 0.80941 , -3 / -0.03%
• USDCNH : 6.70748 , +0 / +0.00%
*Sentimen*
Pada Selasa (8/9), masih tidak ada banyak data yang akan dirilis. Disesi Asia pasar akan melihat rilis data GDP Jepang dan Laporan Neraca Perdagangan Tiongkok
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Emas Turun ke Dekat US$4.400 saat Data Tenaga Kerja AS Tingkatkan Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed
Valas Hari Ini: Data PDB Jepang dan Perdagangan Tiongkok menjadi Pusat Perhatian
$4.465: Emas Berupaya Rebut Kembali SMA 21 Hari di Tengah Pelemahan USD yang Berkelanjutan
Prospek Ripple dan Stellar: Pertahankan bias bullish di atas EMA saat derivatif mendukung kenaikan
Valas Hari Ini: Data PDB Jepang dan Perdagangan Tiongkok menjadi Pusat Perhatian
Dolar AS (USD) memulai pekan ini dengan melemah, dengan cepat meninggalkan kenaikan Jumat dan kembali berfokus pada sisi bawah. Meski demikian, Greenback juga menantang level terendah tiga hari saat para investor tampaknya sudah mencerna hasil NFP yang lebih kuat sementara perlahan mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi AS yang krusial pada hari Jumat.