Harga Emas (XAU/USD) mencapai nilai tertinggi dalam sejarah dan berada di level 2532.19 pada hari selasa kemarin walaupun kemudian mengalami koreksi hingga kembali ke level 2500.77 tapi akhirnya menutup perdagangan di level 2513.79. Faktor utama kenaikan harga emas kemarin yaitu semakin melemahnya Dolar AS yang disebebkan oleh turunya imbal hasil Obligasi Treasury AS. Hal ini juga diperkuat dengan ekspetasi Dovish dari The Fed membantu logam mulia ini mencapai level ketinggian maksimal dalam sejarah.

Sikap pasar yang menunggu pemangkasan tingkat suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed pada bulan September ini membuat imbal Obligasi Treasury dan Dolar AS mengalami situasi yang sangat kritis dimana pelemahan yang terjadi sehingga membuat Emas memperoleh momentum yang luar biasa. Sementara itu peluang untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 bp yang akan dilakukan oleh The Fed pada pertemuan FOMC yang akan dilakukan bulan september nanti.

Sementara itu Keputusan yang dilakukan oleh Bank Sentral Cina (PBoC) untuk menambah tingkat import Emas menunjukan bahwa nilai pembelian emas semakin menunjukan trend yang positif sehingga dengan sikap ini akan memberikan nilai tawar yang tinggi bagi penguatan lanjut yang akan terjadi pada XAU/USD.

Dari sisi geopolitik, semakin panasnya konflik di Timur Tengah walaupun terdapat potensi gencatan senjata yang akan dilakukan oleh Hamas dan Israel setidaknya membuat pasar akan sangat memperhatikan kondisi ini. Dibagian lain wilayah konflik dimana semakin tegang antara Rusia dan Ukraina semakin membuat Emas menjadi aset safe haven yang menjadi pilihan utama.

Untuk hari ini, Emas diperkirakan akan mengalami pergerakan yang signifikan walaupun sepinya kalender ekonomi yang berlevel tinggi. Potensi koreksi masih sangat besar terjadi ditengah peluang penguatan pada logam mulia ini.

Pasar terus akan menantikan setiap pernyataan yang dikeluarkan oleh para pejabat The Fed. Disamping itu notulen FOMC yang akan dirilis pada kamis dini hari nanti akan menjadi agenda besar bagi pergerakan pasar. Pasar juga menunggu pernyataan yang akan dikeluarkan oleh Gubernur Sentral Bank AS Jerome Powell pada Simposium Jackson Hole pada hari jumat nanti. Pernyataan yang dikeluarkan akan memberikan petunjuk tentang pemangkasan suku bunga yang diperkirakan akan terjadi pada bulan September nanti.

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisis teknikal menunjukkan bahwa hari ini XAU/USD “wait and see” dalam pergerakannya walaupun peluang penguatan masih sangat besar akan tetapi diyakini bahwa rilis FOMC yang akan dikeluarkan pada dini hari nanti bisa memberikan tekanan pada emas.

Akan tetapi sikap pasar yang sangat hati-hati dalam menghadapi ketegangan di Timur Tengah dan peperangan antara Rusia dan Ukraina setidaknya menjadi triger penguatan pada Emas. Kebijakan yang diambil oleh The Fed akan memberikan dorongan arah baru untuk XAU/USD.

Pada pembukaan pasar Asia hari ini, XAU/USD dibuka di level 2513.06, sempat mengalami pengutan hingga 2519.20 akan tetapi koreksi terjadi lagi pada pergerakan emas. Emas masih terus berkonsolidasi tapi peluang penguatan masih tetap ada karena pasar masih terus memperhatikan setiap kondisi yang terjadi.

Menurut perkiraan kami, puncak XAU/USD hari ini akan berada di level 2539.12 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan semakin ke puncak di level 2547.54. Namun, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 2530.00.

Namun demikian, ditengah masih adanya peluang kelanjutan Bullish, tidak tertutup kemungkinan Bearish akan terjadi selama hari ini. Kami memproyeksikan bahwa penurunan harga emas bisa mencapai titik terendah di level 2483.27. Namun, untuk mencapai level tersebut, emas harus melewati level 2495.38 dan terus turun hingga ke level 2490.97.

 

Trading Plan

Range XAU/USD: 2496.27 - 2532.38

S1 = 2490.97

S2 = 2483.27

R1 = 2539.12

R2 = 2547.54

Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua analisa

Gabung Telegram

Analisis Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

Data IHK AS Diprakirakan akan Tunjukkan inflasi Tetap Jauh di Atas Target The Fed pada November

Data IHK AS Diprakirakan akan Tunjukkan inflasi Tetap Jauh di Atas Target The Fed pada November

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan menerbitkan data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sangat penting untuk bulan November pada hari Kamis pukul 13:30 GMT (20:30 WIB).

Rupiah Melemah Terukur Usai Sikap Netral BI, Menanti Arah dari Data IHK AS

Rupiah Melemah Terukur Usai Sikap Netral BI, Menanti Arah dari Data IHK AS

Pada perdagangan Kamis siang menjelang sesi Eropa, rupiah (IDR) bergerak melemah secara terukur setelah pasar sepenuhnya mencerna sikap netral Bank Indonesia sehari sebelumnya.

Prakiraan EUR/USD: Euro Stabil Dekat 1,1750 karena Fokus Bergeser ke ECB, Data AS

Prakiraan EUR/USD: Euro Stabil Dekat 1,1750 karena Fokus Bergeser ke ECB, Data AS

Setelah menghabiskan paruh pertama hari di bawah tekanan bearish pada hari Rabu, EUR/USD melakukan rebound di akhir untuk ditutup sedikit lebih rendah.

BoE Siap Melanjutkan Siklus Pelonggaran, Memotong Suku Bunga Menjadi 3,75%

BoE Siap Melanjutkan Siklus Pelonggaran, Memotong Suku Bunga Menjadi 3,75%

Bank of England akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya yang terakhir untuk tahun 2025 pada hari Kamis pukul 12:00 GMT. Pasar memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang akan membuat Suku Bunga Bank BoE berada di 3,75%.

Valas Hari Ini: Investor Bersiap untuk Keputusan Kebijakan BoE dan ECB, Data Inflasi AS

Valas Hari Ini: Investor Bersiap untuk Keputusan Kebijakan BoE dan ECB, Data Inflasi AS

Inflasi tahunan di AS, yang diukur dengan perubahan IHK, diprakirakan akan naik menjadi 3,1% di bulan November dari 3% di bulan Oktober. Dalam periode ini, IHK inti diprakirakan akan naik 3%, sesuai dengan angka bulan Oktober. Data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan laporan aktivitas manufaktur regional dari AS juga akan diawasi dengan cermat oleh para pelaku pasar.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA