Kurs DJIA


Pialang Sponsor

Kurs Aset

Lihat Semua Aset

Kurs Aset

Lihat Semua Aset

Pilihan Editor

EUR/USD Mendorong Lebih Tinggi, Catat Puncak Baru Di Sekitar 1,1850

EUR/USD perpanjang momentum sisi atas untuk sesi lainnya Kamis ini, berhasil merebut kembali pertengahan 1,18 dan pada saat yang sama meraih puncak baru multi-hari. Penjual tampaknya telah muncul kembali di sekitar greenback.

Berita EUR/USD lainnya

USD/JPY Dekat Puncak Multi-Minggu, Bulls Tunggu Pergerakan Di Atas 107,00

Pasangan USD/JPY bergerak kembali lebih dekat ke puncak tiga minggu yang dicatat pada hari Rabu, dengan bulls masih menunggu pergerakan berkelanjutan di atas angka bulat 107,00. Berhasil menarik beberapa aksi beli-saat-turun di dekat wilayah 106,55 dan bergeser ke wilayah positif untuk sesi kelima berturut-turut pada hari Kamis.

Berita USD/JPY Lainnya

DOW JONES atau DJIA

Dow Jones Industrial Average (DJIA), juga disebut “Dow Jones” atau “the Dow”adalah rata-rata tertimbang saham dari 30 saham signifikan yang diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE), sekitar dua pertiga di antaranya diwakili oleh perusahaan yang memproduksi barang industri dan barang konsumsi. "Price-weighted" berarti setiap perusahaan diberi bobot berdasarkan harga sahamnya. Ini ditemukan oleh Charles Dow pada tahun 1896. Jika DJIA naik sebesar 10 poin dibandingkan kemarin, itu berarti bahwa biaya pembelian 30 saham dalam indeks saat ini adalah $10 lebih tinggi daripada membeli 30 saham yang sama kemarin, dengan memperhitungkan pembagian saham dan dividen.

Seiring waktu, DJIA dapat digunakan sebagai tolok ukur bagi perekonomian.


TERTINGGI DAN TERENDAH HISTORIS DOW JONES

  • Rekor sepanjang masa: Maks: 29368 pada 13/02/2020 - Min: 35,32 pada 27/07/1970
  • 5 Tahun Terakhir: Maks: 29368 pada 13/02/2020 - Min: 17282 pada 21/08/2015

* Data per Februari 2020


ASET YANG PALING MEMPENGARUHI DOW JONES

  • Mata uang: USD, EUR dan JPY.
  • Komoditas: Minyak.
  • Obligasi: T-Bond (Obligasi Treasury adalah jaminan utang pemerintah AS yang dapat dipasarkan, sekuritas utang pemerintah AS dengan Suku bunga tetap).
  • Indeks: S&P500 (Indeks pasar saham Amerika berdasarkan kapitalisasi pasar 500 perusahaan besar yang memiliki saham biasa tercatat di NYSE), NASDAQ (indeks patokan untuk saham teknologi AS), WTI (West Texas Intermediate adalah grade minyak mentah yang digunakan sebagai patokan harga minyak , komoditas yang mendasari kontrak berjangka minyak NYMEX) dan RUSSELL 2000 (tolok ukur paling umum untuk reksa dana yang mengidentifikasi diri mereka sebagai "small-cap").

ORGANISASI, TOKOH DAN DATA EKONOMI YANG PALING MEMPENGARUHI THE DOW

Karena Dow Jones adalah tolok ukur saham Amerika, apa yang akan berdampak pada nilainya terkait dengan semua keputusan dan angka yang mempengaruhi hasil perusahaan besar di Amerika Serikat. Artinya, antara lain:

  • Indikator Ekonomi inflasi (IHK, IHP,...), Kepercayaan Konsumen (seperti Michigan Consumer Confidence Index), Pertumbuhan (PDB), Ketenagakerjaan (Non Farm Payrolls) dan upah (Average Hourly Wages)
  • Suku Bunga diputuskan oleh Federal Reserve System (Fed) yang merupakan sistem perbankan sentral Amerika Serikat. Bank didirikan pada 23 Desember 1913, dengan berlakunya Undang-Undang Federal Reserve, setelah serangkaian kepanikan keuangan menyebabkan keinginan untuk melakukan kontrol pusat sistem moneter untuk mengurangi krisis keuangan. Jerome Powell adalah Ketua ke-16 The Fed.
  • Kebijakan fiskal, kesepakatan perdagangan, hukum bisnis yang diputuskan oleh pemerintah AS (Presiden Trump, presiden Amerika Serikat ke-45 dan saat ini, menjabat pada 20 Januari 2017), tetapi juga oleh Departemen Keuangan AS (Steve Mnuchin, menjabat sebagai Menteri Keuangan Amerika Serikat sebagai bagian dari Kabinet Donald Trump) dan Departemen Perdagangan AS yang merupakan departemen eksekutif pemerintah federal yang berkepentingan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi (Wilbur Ross, Menteri Perdagangan Amerika Serikat).
  • Harga energi (listrik, minyak,...), karena harga energi berdampak pada biaya produksi untuk perusahaan-perusahaan. Tarif tetap menetapkan biaya energi untuk jangka waktu tertentu, sementara harga pada tarif variabel dapat naik atau turun sesuai dengan pasar. Harga energi tergantung pada serangkaian kondisi pasokan dan permintaan yang berbeda, termasuk situasi geopolitik, bauran energi nasional, diversifikasi impor, biaya jaringan, biaya perlindungan lingkungan, dll.