Geoff Yu dari BNY mencatat bahwa tembaga melonjak seiring ketersediaan yang semakin ketat bertemu dengan ketidakpastian atas tarif Amerika Serikat (AS), dengan pengiriman ke Amerika Serikat menguras persediaan di tempat lain dan output tambang yang terbatas membuat pasar rentan terhadap squeeze. Yu menyoroti level tertinggi dua bulan di dekat US$14.000/ton di London, backwardation LME yang tajam menandakan kelangkaan jangka pendek, serta kenaikan tahub berjalan yang didorong oleh kebijakan perdagangan dan tema transisi energi.

Tarif Berbenturan dengan Logam yang Langka

"Tembaga melonjak seiring ketersediaan yang semakin ketat berbenturan dengan ketidakpastian atas tarif AS."

"Pasar tembaga menjadi sorotan ketika logam ini naik ke level tertinggi dua bulan hampir US$14.000/ton di London, dengan para trader mencermati persediaan AS yang membengkak menjelang keputusan tarif yang diprakirakan oleh Presiden Trump."

"Lebih dari 200 Ribu ton tiba di pelabuhan-pelabuhan AS pada bulan Juli, arus masuk bulanan terbesar dalam data pengiriman yang tersedia, memperketat pasokan di tempat lain dan membantu mendorong pasar LME ke backwardation yang lebih tajam yang menandakan kelangkaan jangka pendek."

"Pengiriman ke AS telah menguras persediaan di tempat lain, sementara output tambang yang terbatas membuat pasar rentan terhadap squeeze lebih lanjut."

"Tarif mungkin mengalihkan arus, tetapi tidak dapat menciptakan lebih banyak logam."

"Tembaga telah naik sekitar 12% tahun ini karena spekulasi kebijakan perdagangan dan optimisme yang terkait dengan transisi energi serta infrastruktur kecerdasan buatan, meskipun sebagian permintaan Tiongkok telah melemah karena harga tetap tinggi."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Bertahan Stabil saat Pedagang Menimbang Perundingan AS–Iran, Prospek The Fed

Emas Bertahan Stabil saat Pedagang Menimbang Perundingan AS–Iran, Prospek The Fed

Emas (XAU/USD) diperdagangkan datar pada hari Selasa, melanjutkan pergerakan sideways karena ketidakpastian seputar upaya perdamaian AS–Iran dan jalur kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) membuat para pedagang berhati-hati.

USD/IDR: Rupiah Kembali ke Atas Rp18.000 Jelang JOLTS AS dan PDB Kuartal II Indonesia

USD/IDR: Rupiah Kembali ke Atas Rp18.000 Jelang JOLTS AS dan PDB Kuartal II Indonesia

Rupiah Indonesia (IDR) melemah 35 poin atau sekitar 0,19% ke Rp18.015 per Dolar AS (USD) pada penutupan perdagangan antarbank domestik Selasa, dari Rp17.980 pada Senin. Mata uang Garuda kehilangan penguatan awal pekan setelah harga minyak kembali naik, sementara pelaku pasar menanti data Lowongan Kerja JOLTS AS pada Selasa malam dan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II pada Rabu.
AI Tantang Pedoman Disinflasi: Minyak Murah Belum Tentu Redakan Inflasi Inti

AI Tantang Pedoman Disinflasi: Minyak Murah Belum Tentu Redakan Inflasi Inti

Lanskap ekonomi global berfokus pada Timur Tengah sejak perang AS-Iran dimulai pada akhir Februari, dengan pasar bereaksi terhadap perubahan tajam harga Minyak Mentah dan menilai dampaknya terhadap dinamika inflasi serta prospek pertumbuhan.
Emas Bertahan di Atas $4.050; Taruhan The Fed Hawkish Mendukung Pedagang Bearish

Emas Bertahan di Atas $4.050; Taruhan The Fed Hawkish Mendukung Pedagang Bearish

Harga emas tetap terbatas dalam kisaran di bawah level $4.100 hingga awal sesi Eropa karena para pedagang memilih untuk menunggu perkembangan lebih lanjut seputar krisis Timur Tengah. Sementara itu, ketidakpastian atas perundingan damai AS-Iran terus menjadi pendorong bagi safe-haven Dolar AS.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 4 Agustus

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 4 Agustus

Dolar AS stabil setelah mencatatkan kenaikan pemulihan moderat pada hari Senin seiring memudar optimisme pasar mengenai resolusi diplomatik konflik di Timur Tengah. Pada paruh kedua hari ini, kalender ekonomi akan menampilkan data Neraca Perdagangan Barang, Lowongan Pekerjaan JOLTS, dan Pesanan Pabrik untuk bulan Juni dari Amerika Serikat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA