Rupiah Stabil di Bawah 16.800, Pasar Cermati Tarif AS dan Likuiditas Domestik


  • USD/IDR turun tipis ke 16.795,8; area 16.800 menjadi pivot jangka pendek.
  • Support 16.750-16.700 diuji, resistance terdekat berada di 16.850 hingga 16.920.
  • Perpanjangan penempatan dana Rp200 triliun dan sikap hati-hati The Fed membentuk arah pasar.

Pergerakan rupiah pada Rabu menunjukkan fase stabilisasi setelah volatilitas yang cukup terasa di awal pekan. Dalam perdagangan dalam perdagangan harian, pasangan mata uang USD/IDR tercatat di 16.795,8, turun sekitar 19,2 poin (-0,11%), menandakan penguatan tipis mata uang domestik di tengah arus global yang masih dinamis.

Area 16.800 menjadi acuan pergerakan rupiah. Selama berada di bawah level tersebut, peluang penguatan masih terbuka dengan kisaran 16.750-16.700 sebagai area yang berpotensi dituju.

Sebaliknya, jika dolar kembali menguat, rentang 16.850-16.900 menjadi batas atas yang diperhatikan, dengan 17.000 sebagai level psikologis berikutnya. Saat ini, pergerakan cenderung stabil sambil menunggu kejelasan arah kebijakan global.

Sentimen eksternal tetap membayangi. Pemerintahan Presiden Donald Trump mempertahankan tarif 10% untuk barang yang tidak dikecualikan, menyusul pembatasan kewenangan tarif oleh Mahkamah Agung. Dalam pidato State of the Union, Trump menegaskan ekonomi AS tengah “bangkit kembali”, dengan inflasi inti turun ke 1,7% pada akhir 2025 dan produksi energi mencetak rekor. Ia kembali menyebut tarif sebagai salah satu pendorong utama pemulihan, meski mengkritik putusan Mahkamah Agung tersebut. Trump juga menyinggung isu Iran dan menekankan preferensi diplomasi di tengah kesiapan militer AS.

Sementara itu, pejabat The Fed mempertahankan nada hati-hati. Presiden The Fed Boston, Susan Collins, menilai suku bunga perlu dipertahankan untuk sementara guna mengevaluasi data lanjutan. Presiden The Fed Richmond, Thomas Barkin, menyatakan posisi kebijakan saat ini cukup memadai untuk merespons risiko ekonomi. Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board tercatat naik ke 91,2 pada Februari dari 89,0 (direvisi dari 84,5), namun penguatan dolar belum berlanjut konsisten karena investor masih mengkalkulasi risiko perdagangan.

Dari sisi domestik, dukungan tambahan datang dari kebijakan fiskal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di perbankan nasional tetap selaras dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) dan diperpanjang hingga September 2026. Evaluasi menunjukkan langkah tersebut membantu menurunkan suku bunga kredit tertimbang menjadi 8,80% pada Januari 2026, dari 9,20% pada Januari 2025.

Bagi pasar valas, koordinasi fiskal-moneter ini memperkuat likuiditas domestik dan menjaga kepercayaan terhadap aset rupiah. Dalam jangka pendek, USD/IDR masih bergerak dalam rentang 16.750-16.900, dengan penembusan salah satu sisi kisaran tersebut akan menjadi penentu arah lanjutan rupiah dalam beberapa sesi mendatang.

Pertanyaan Umum Seputar Tarif

Meskipun tarif dan pajak keduanya menghasilkan pendapatan pemerintah untuk mendanai barang dan jasa publik, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Tarif dibayar di muka di pelabuhan masuk, sementara pajak dibayar pada saat pembelian. Pajak dikenakan pada wajib pajak individu dan perusahaan, sementara tarif dibayar oleh importir.

Ada dua pandangan di kalangan ekonom mengenai penggunaan tarif. Sementara beberapa berpendapat bahwa tarif diperlukan untuk melindungi industri domestik dan mengatasi ketidakseimbangan perdagangan, yang lain melihatnya sebagai alat yang merugikan yang dapat berpotensi mendorong harga lebih tinggi dalam jangka panjang dan menyebabkan perang dagang yang merusak dengan mendorong tarif balas-membalas.

Selama menjelang pemilihan presiden pada November 2024, Donald Trump menegaskan bahwa ia berniat menggunakan tarif untuk mendukung perekonomian AS dan produsen Amerika. Pada tahun 2024, Meksiko, Tiongkok, dan Kanada menyumbang 42% dari total impor AS. Dalam periode ini, Meksiko menonjol sebagai eksportir teratas dengan $466,6 miliar, menurut Biro Sensus AS. Oleh karena itu, Trump ingin fokus pada ketiga negara ini saat memberlakukan tarif. Ia juga berencana menggunakan pendapatan yang dihasilkan melalui tarif untuk menurunkan pajak penghasilan pribadi.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Tetap Kuat karena Risiko Geopolitik Dukung Permintaan Safe-Haven di Tengah USD yang Lebih Lemah

Emas Tetap Kuat karena Risiko Geopolitik Dukung Permintaan Safe-Haven di Tengah USD yang Lebih Lemah

Harga Emas (XAU/USD) mempertahankan kenaikan moderat dalam perdagangan harian di bawah level $5.200 sepanjang sesi Asia pada hari Rabu dan tetap dekat dengan puncak bulanan yang dicapai pada hari sebelumnya.

Perak Naik ke Dekat $91,00 karena Pemulihan Bullish

Perak Naik ke Dekat $91,00 karena Pemulihan Bullish

Harga Perak (XAG/USD) telah memulihkan pelemahan terbarunya yang tercatat di sesi sebelumnya dan diperdagangkan di sekitar $90,50 per ons troy selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu.

Prakiraan Harga EUR/USD: Support Minor Muncul di Sekitar 1,1750

Prakiraan Harga EUR/USD: Support Minor Muncul di Sekitar 1,1750

Setelah EUR/USD tidak dapat menembus puncak Februari di atas 1,1900, pasangan mata uang ini tampaknya telah memasuki periode konsolidasi, dengan harga menetap di sekitar atau sedikit di bawah level 1,1800.

Bitcoin, Ethereum dan Ripple mencatat pemulihan hati-hati di tengah risiko penurunan

Bitcoin, Ethereum dan Ripple mencatat pemulihan hati-hati di tengah risiko penurunan

Bitcoin, Ethereum, dan Ripple mencatatkan pemulihan yang hati-hati pada hari Rabu setelah koreksi pasar awal minggu ini.  BTC mendekati level penembusan kunci, sementara ETH dan XRP sedang rebound dari level-level support penting.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 25 Februari:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 25 Februari:

Namun, dengan membaiknya sentimen pasar, USD mulai kehilangan kekuatannya pada awal hari Rabu. Eurostat akan menerbitkan revisi data HICP Januari nanti hari ini. Karena kalender ekonomi AS tidak akan menampilkan rilis data berdampak tinggi, fokus pasar akan tetap pada komentar dari para pengambil kebijakan The Fed.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA