- Indeks Dolar AS memulihkan setengah dari penurunan sebelumnya, yang dipicu oleh putusan MA AS terhadap tarif Trump.
- Presiden AS, Trump, mengumumkan tarif global 15% untuk mengimbangi dampak putusan MA terhadap kebijakan tarifnya.
- Lemahnya PDB kuartal IV dan data PMI sektor swasta AS juga telah membebani Dolar AS.
Dolar AS (USD) berhasil mendapatkan kembali setengah dari penurunan sebelumnya setelah memperoleh pijakan temporer di dekat 97,40 selama perdagangan sesi Eropa pada hari Senin. Pada saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan 0,2% lebih rendah di dekat 97,60.
Harga Dolar AS Hari Ini
Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Dolar AS (USD) terhadap mata uang utama yang terdaftar hari ini. Dolar AS adalah yang terlemah dibandingkan Yen Jepang.
| USD | EUR | GBP | JPY | CAD | AUD | NZD | CHF | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| USD | -0.12% | -0.14% | -0.17% | -0.09% | 0.02% | -0.03% | -0.11% | |
| EUR | 0.12% | -0.02% | -0.07% | 0.05% | 0.15% | 0.09% | 0.00% | |
| GBP | 0.14% | 0.02% | -0.04% | 0.05% | 0.17% | 0.11% | 0.03% | |
| JPY | 0.17% | 0.07% | 0.04% | 0.10% | 0.21% | 0.16% | 0.09% | |
| CAD | 0.09% | -0.05% | -0.05% | -0.10% | 0.11% | 0.05% | -0.02% | |
| AUD | -0.02% | -0.15% | -0.17% | -0.21% | -0.11% | -0.06% | -0.14% | |
| NZD | 0.03% | -0.09% | -0.11% | -0.16% | -0.05% | 0.06% | -0.08% | |
| CHF | 0.11% | -0.01% | -0.03% | -0.09% | 0.02% | 0.14% | 0.08% |
Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Dolar AS dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Yen Jepang, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili USD (dasar)/JPY (pembanding).
Sebelumnya pada hari ini, Dolar AS menghadapi tekanan jual yang intens saat para investor menjadi cemas atas prospek kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS), menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Pada hari Jumat, MA AS membatalkan kebijakan tarif Trump, menyebutnya "ilegal", karena didukung dengan mengacu pada Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA). Peristiwa ini menyebabkan penurunan tajam dalam daya tarik Dolar AS, meningkatkan kekhawatiran atas kredibilitas kebijakan AS.
Menanggapi hal ini, Presiden AS, Trump, mengutuk putusan MA terhadap kebijakan tarifnya dan mengumumkan peningkatan bea masuk global sebesar 15% untuk mengimbangi putusan tersebut.
Dari sisi data ekonomi, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV AS yang lebih lambat dari yang diprakirakan dan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) S&P Global yang secara mengejutkan lebih rendah untuk bulan Februari juga berperan sebagai penghambat utama bagi Dolar AS.
Bureau of Economic Analysis (BEA) melaporkan pada hari Jumat bahwa pertumbuhan PDB AS adalah 1,4% Tahun-ke-Tahun (YoY), lebih lambat dari prakiraan 3% dan rilis sebelumnya 4,4%. PMI Gabungan (Composite PMI) sektor swasta tercatat lebih rendah di 52,3 dari 53,0 pada bulan Januari karena aktivitas di sektor manufaktur dan jasa tumbuh secara moderat.
Ke depan, para investor akan memperhatikan dengan seksama pernyataan dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) minggu ini untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga AS.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Naik ke Tertinggi Tiga Minggu saat Tarif AS dan Ketegangan Iran Mengguncang Pasar
Emas (XAU/USD) melonjak ke level tertinggi dalam tiga minggu pada hari Senin seiring dengan ketidakpastian baru mengenai kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang meningkatkan permintaan safe-haven.
Perak Pulih Dekat $52,00 karena Sentimen Risk-Off, Nada Dovish The Fed
Harga Perak (XAG/USD) naik tipis setelah mencatatkan pelemahan lebih dari 4,25% di sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $52,00 per ons troy selama perdagangan sesi Eropa pada hari Senin.
Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Incar Penutupan Harian di Atas Resistance Utama Fibonacci 61,8%
Emas naik lebih dari 1% di awal hari Senin, setelah mengalami kenaikan 2% pada hari Jumat. Logam mulia ini melewati hambatan-hambatan teknis utama, karena para pembeli tetap kuat di tengah pembaruan ketidakpastian tarif dan ekonomi bersamaan dengan ketegangan geopolitik AS-Iran yang mengintai.
Cardano Bersiap Menghadapi Dampak Saat Badai Tarif AS Meningkat
Cardano turun 4% pada saat berita ini ditulis pada hari Senin, memasuki hari ketiga berturut-turut penurunan. Bias bearish di pasar derivatif Cardano sejalan dengan meningkatnya tekanan pada pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas di tengah penilaian kembali tarif global oleh Presiden AS Donald Trump dan konflik domestik dengan Mahkamah Agung AS.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 23 Februari:
Pasar keuangan memulai minggu dengan cara yang volatil saat para investor menilai berita terbaru seputar rezim perdagangan Amerika Serikat dan geopolitik. Dengan tidak adanya rilis data berdampak tinggi, para pelaku pasar akan memantau perkembangan baru mengenai subjek-subjek ini pada hari Senin.