• IHSG belum membuat kemajuan di level-level 6.180.
  • Presiden Prabowo menerima pengunduran diri Perry Warjiyo.
  • Bank Indonesia akan tetap ada di pasar, salah satunya melalui intervensi.

IHSG bergerak lebih rendah 0,11% di 6.178,84 dari penutupan Senin lalu selama sesi I Selasa ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka 6.175,19 dan mencatatkan tertinggi dan terendah harian masing-masing di 6.199,44 dan 6.146,28. Namun, indeks kembali ke dekat level pembukaan, kesulitan menindaklanjuti salah satu arah dengan tegas yang mirip dengan perilaku pergerakan hari kemarin di tengah berita-berita beragam dari mulai pengunduran diri Gubernur BI, pelemahan Rupiah, serta penurunan harga minyak dunia di balik de-eskalasi konflik AS-Iran.

LQ45 (+0,17%) menjadi indeks dengan kenaikan tertinggi sejauh ini yang terutama didorong oleh EXCL (+4,22%), AMRT (+3,05%), dan ADMR (-2,03%). Tidak ada aksi korporasi yang menopang kenaikan saham-saham di atas dengan minat beli menjadi pendorong signifikan. EXCL memulihkan penurunan hari kemarin sekaligus mematahkan penutupan negatif lima hari perdagangan berturut-turut, meskipun tren jangka menengah saham ini masih terlihat sideways karena bergerak naik dan turun di area 2.500 sejak awal bulan Juni.

Presiden Indonesia Menerima Pengunduran Perry Warjiyo dari Gubernur BI

Setelah menghadiri rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin Presiden Republik Indonesi (RI), Prabowo Subianto, di Jakarta, Pejabat Sementara Gubernur Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan bahwa arah kebijakan moneter Bank Indonesia menetapkan stabilitas nilai tukar rupiah menjadi prioritas utama dan bank sentral akan tetap ada di pasar melalui berbagai instrumen, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara. Destry mengatakan, "Kami akan terus berada di pasar, baik dengan melalui intervensi di spot, DNDF, ataupun NDF." Lebih lanjut, beliau dan anggota-anggota dewan gubernur lainnya akan tetap berkomitmen dan melanjutkan keberlangsungan tugas mereka sesuai dengan yang dimandatkan di Bank Indonesia.

Itu menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa Presiden Prabowo telah meneriman pengunduran diri tersebut setelah beliu memimpin bank sentral selama lebih dari tujuh tahun. Terkait peristiwa itu, Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman (BBH) mengatakan bahwa, "Pengunduran dirinya meningkatkan risiko campur tangan politik dalam kebijakan moneter. Independensi BI sudah berada di bawah pengawasan setelah mandatnya diperluas untuk mendukung pertumbuhan, memicu kekhawatiran atas dominasi fiskal."

Indeks pasar saham Indonesia belum bisa memanfaatkan sentimen positif dari penurunan lebih lanjut harga minyak dunia di balik kabar pengunduran diri Gubernur BI. Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di area $80,26 per barrel, turun lebih jauh dari tertinggi Juli di area $92,25 di tengah berlanjutnya jeda temporer aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran sejak akhir pekan lalu untuk memberikan ruang untuk perundingan.

Pelemahan Rupiah pada perdagangan sesi Asia hari ini juga meredam sentimen. Mata uang Indonesia berada di 18.100 per Dolar AS, kembali ke level-level 18.000 setelah bertahan di bawah level tersebut sejak pertengahan bulan ini. Keputusan suku bunga bank sentral AS pada hari Rabu pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB) dapat menjadi penggerak Rupiah yang pada akhirnya memengaruhi sentimen pasar saham lokal di tengah kosongnya data ekonomi Indonesia sepanjang pekan ini.

Secara teknis, tren jangka lebih panjang IHSG masih bearish saat berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 53,37 menunjukkan bahwa momentum bullish memudar setelah gagal menindaklanjuti reli pekan lalu, meskipun secara teori momentumnya tetap bullish karena berada di atas level netral 50. Kegagalan tindak lanjut reli yang disebutkan di atas juga meredam ekspektasi pembentukan struktur higher highs dan higher lows yang terlihat pada grafik harian, berisiko membentuk kisaran sideways yang lebih lebar sebelum menunjukkan pergerakan arah yang lebih tegas.

IHSG
Grafik harian IHSG

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Euro Dekat Terendah Bulanan, Bertahan di Atas 1,1350 saat Pembeli USD Berhenti Sejenak Jelang Pertemuan FOMC

Euro Dekat Terendah Bulanan, Bertahan di Atas 1,1350 saat Pembeli USD Berhenti Sejenak Jelang Pertemuan FOMC

Pasangan mata uang EUR/USD terlihat berkonsolidasi di dekat titik terendah bulanan dan diperdagangkan sedikit di atas pertengahan 1,1300-an selama perdagangan sesi Asia pada hari Selasa. Para pedagang tampaknya ragu-ragu dan menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari FOMC sebelum menempatkan posisi terarah yang agresif.
Valas Hari Ini: Dolar AS Melemah saat Minyak Anjlok di Tengah Jeda di Timur Tengah

Valas Hari Ini: Dolar AS Melemah saat Minyak Anjlok di Tengah Jeda di Timur Tengah

Dolar AS (USD) diperdagangkan sebagian besar tidak berubah pada hari Senin saat jeda sementara dalam permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran mengurangi permintaan terhadap aset-aset safe-haven. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan lebih rendah pada awal sesi tetapi bergerak mendekati titik impas menjelang sore waktu Amerika.
Emas Terlihat Rentan saat Fokus Beralih ke Pertemuan The Fed

Emas Terlihat Rentan saat Fokus Beralih ke Pertemuan The Fed

Emas menguji level $4.050 pada awal perdagangan Selasa, melanjutkan pullback dari di atas $4.100, karena para penjual tetap memegang kendali menjelang pertemuan kebijakan moneter dua hari Federal Reserve (The Fed) AS, yang dimulai nanti pada hari ini. Emas berada di zona merah untuk dua hari berturut-turut sejauh Selasa ini, tertekan oleh permintaan terbaru terhadap Dolar AS (USD).
XRP dan XLM melanjutkan koreksi seiring tekanan bearish yang meningkat

XRP dan XLM melanjutkan koreksi seiring tekanan bearish yang meningkat

Ripple dan Stellar masih berada di bawah tekanan pada hari Selasa setelah kehilangan lebih dari 4% dan lebih dari 5%, masing-masing, pada hari sebelumnya. Selain itu, indikator momentum yang melemah dan metrik derivatif yang memburuk menunjukkan para penjual tetap mengendalikan pasar, meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut untuk kedua altcoin tersebut. Data derivatif menunjukkan kecenderungan bearish ringan.

Valas Hari Ini: AS dan Iran Menghentikan Serangan, Meningkatkan Sentimen untuk Memulai Minggu The Fed

Valas Hari Ini: AS dan Iran Menghentikan Serangan, Meningkatkan Sentimen untuk Memulai Minggu The Fed

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 27 Juli: Pasar berbalik menjadi positif risiko di awal minggu baru seiring para investor menyambut baik berita penghentian serangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pada paruh kedua hari ini, kalender ekonomi AS akan menampilkan Pesanan Barang Tahan Lama dan Indeks Bisnis Manufaktur Federal Reserve Bank of Dallas.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA