- IHSG kesulitan menindaklanjuti penutupan positif kemarin.
- Iran membantah akan menyerahkan program nuklirnya.
- Menteri ESDM RI mengklaim bahwa pasokan energi Maret-April aman.
- Bank Indonesia akan merilis data Cadangan Devisa Jumat ini.
IHSG bergerak di 7.646,48 yang lebih rendah 0,83% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 7.699,47 dan sempat naik untuk mencatatkan tertinggi hari di 7.700,31. Namun demikian, kenaikan itu berlangsung singkat karena indeks turun ke terendah hari 7.604,29 dalam satu jam pertama perdagangan, menghapus semua rebound hari sebelumnya menjelang data Cadangan Devisa Indonesia yang akan dirilis pagi ini.
Indeks-indeks saham Indonesia merah di sesi pertama hari perdagangan terakhir pekan ini yang rata-rata di bawah 1%. Indeks JII (-1,94%) menjadi indeks dengan kinerja terburuk sejauh hari ini, ditekan oleh emiten-emiten BRPT (-5,50%), RATU (-3,88%), ISAT (-3,57%), PANI (-3,20%), INKP (-2,24%), dll.
Sebelumnya sempat ada kabar baik dari konflik di Timur Tengah. Pada hari kemarin, Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengatakan Iran bersedia meningalkan program nuklirnya dengan syarat diberikan penawaran alternatif yang menguntungkan oleh Amerika Serikat, seperti dilaporkan oleh Sky News Arabia. Namun, Iran segera membantah kabar tersebut.
Konflik itu sendiri telah menyebabkan kenaikan harga komoditas seperti minyak mentah karena potensi gangguan distribusi di Selat Hormuz. Sebanyak 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini. Sebelumnya pekan ini, Iran menyatakan telah menutupnya dan mengancam membakar kapal yang melewati selat. Menanggapi hal tersebut, Presiden AS, Donald Trump, memberikan jaminan keamanan dengan mengawal kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz jika diperlukan.
Di dalam negeri, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional untuk saat ini aman dan bahkan di atas standar minimal cadangan nasional. Menteri Bahlil menyebut cadangan BBM maksimal sekitar 25 hari atau minimal cukup untuk 20 sampai 23 hari. Angka tersebut muncul karena memang kapasitas cadangannya yang masih terbatas.
Ke depan Presiden RI, Prabowo Subianto, mengarahkan untuk membangun fasilitas penyimpanan baru dalam waktu dekat untuk memperkuat cadangan energi, seperti diinformasikan dalam situs Presiden RI. Saat ini pemerintah menyiapkan beberapa alternatif lokasi, salah satunya di Sumatera.
Mitigasi lainnya adalah dengan melakukan diversifikasi sumber impor miyak mentah. Terlepas dari mitigasi itu, pasar tetap khawatir terhadap kenaikan harga minyak global yang berpotensi menciptakan inflasi ke depan. West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, sempat naik ke $80,54 untuk pertama kalinya sejak Juni 2024 pada hari kemarin. Namun, harga minyak kembali diperdagangkan di bawahnya di perdagangan sesi Asia, di $78,09 pada saat berita ini ditulis.
Data Cadangan Devisa Indonesia untuk Februari 2026 akan dirilis oleh Bank Indonesia hari ini pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Tidak ada prakiraan konsesus untuk data ini. Melihat bulan sebelumnya, Cadangan Devisa Januari 2026 turun menjadi $154,6 miliar dari sebelumnya $156,5 miliar. Cadangan ini setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor. Ini menandakan bahwa cadangan devisa masih di atas standar kecukupan internasional yaitu sekitar 3 bulan impor.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,588% yang belum berubah pagi ini. Itu menyusul penurunan 0,72% dari puncak 2026 yang diraih di 6,636% pada 4 Maret. Meskipun mundur, tren imbal hasil jelas naik, terutama dari terendah 2026 di 6,088% hingga tertinggi tahun berjalan yang disebutkan di atas.
Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp3.024.000 hari ini yang turun Rp25.000 dari harga kemarin di Rp3.049.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Hal tersebut menyusul penurunan 1,17% harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup di $5.080 per toy ons kemarin. Dengan demikian, Emas ini menghapus rebound ringan hari Rabu.
Mengalihkan perhatian sejenak dari pertikaian AS-Iran, hari ini akan ada data penting dari AS yang biasanya menjadi penggerak signifikan untuk harga Emas. Data tersebut adalah Nonfarm Payrolls (NFP) serta data tenaga kerja lainnya seperti Pendapatan Rata-Rata Per Jam dan Tingkat Pengangguran. Data tersebut penting untuk menilai prospek kebijakan bank sentral AS ke depan. Data penting lainnya meliputi Penjualan Ritel dan pernyataan para pejabat The Fed.
Grafik Harian IHSG

IHSG tidak melanjutkan penurunan Rabu pada hari kemarin. Namun, secara teknis indeks telah berubah bearish karena menutup hari di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari untuk tiga hari berturut-turut. Tren tersebut didukung oleh Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang berada di 31,36 mengindikasikan momentumnya bearish karena berada di bawah level netral 50 sekaligus baru melepaskan diri dari zona jenuh jual.
Perlu dorongan-dorongan signifikan untuk melewati kembali SMA 200-hari. Dalam kasus IHSG berhasil melakukannya, rintangan yang perlu dihadapi indeks muncul di 8.000 (level angka bulat), 8.437,08 (tertinggi Februari 2026), dan 8.596,17 (tertinggi 28 Januari 2026). Sementara di sisi bawah, support bisa ditemukan di 7.481,98 (terendah 2026 yang dicapai pada 29 Januari), 7.240 (tertinggi 26 Mei 2025), dan 7.000 (level angka bulat).
Indikator Ekonomi
Cadangan Devisa
Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Jum Mar 06, 2026 03.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: -
Sebelumnya: $154.6
Sumber: Bank of Indonesia
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Merosot di Bawah $5.100 saat Dolar AS Menguat
Harga Emas (XAU/USD) anjlok ke dekat $5.085 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Jumat. Logam mulia ini kehilangan pijakan di tengah penguatan Dolar AS (USD). Laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan Februari akan menjadi sorotan utama nanti pada hari Jumat.
WTI Naik di Atas $78,00 saat Konflik Timur Tengah Mengganggu Pasokan
West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $78,10 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Jumat. WTI mendapatkan momentum setelah kenaikan 8,5% dalam satu hari, yang merupakan yang terbesar sejak 2020.
Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Menunggu Nonfarm Payrolls AS untuk Dorongan Arah yang Jelas
Emas sedang melakukan pemulihan yang baik di atas $5.100 pada awal hari Jumat, menunggu data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang sangat penting untuk pergerakan arah besar berikutnya.
Ethereum menarik $169 Juta saat validator mulai melakukan staking ETH
ETF Ethereum spot AS mencatat arus masuk bersih sebesar $169 juta pada hari Rabu, menandai penerimaan harian terbesar dalam dua bulan, menurut data SoSoValue. Kenaikan arus masuk ini menandakan minat institusional yang diperbarui terhadap Ethereum di tengah volatilitas pasar yang lebih luas.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk hari Jumat, 6 Maret:
Dolar AS (USD) didukung oleh harga minyak mentah, yang naik ke level tertinggi sejak Juli 2024, di tengah berita tentang potensi gangguan di Selat Hormuz dan serangan terhadap kapal di wilayah tersebut.