- IHSG mencatatkan tertinggi bulanan di awal bulan baru.
- PMI Manufaktur Indonesia untuk bulan April memasuki wilayah kontraksi.
- Emas Antam melanjutkan penurunan, Rp1.900.000 menjadi batas bawah selanjutnya.
IHSG berada di 6.808,51 pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 6.811,11 dan naik ke 6.818,28 pada satu jam pertama perdagangan yang merupakan tertinggi baru Mei 2025. Namun demikian, indeks memangkas kenaikan tersebut hingga ke terendah hari 6.765,83. Meskipun merah, indeks menuju mengakhiri hari dengan naik 1,80-an% pada basis mingguan.
Indeks-indeks saham Indonesia sebagian besar bergerak positif tidak lebih dari 1%. PEFINDO i-Grade dan DBX menjadi pengecualian yang naik masih-masing 1,48% dan 1,17%. Sama seperti IHSG, PEFINDO i-Grade dibuka dengan gap atas dan mencatatkan tertinggi baru April 2025. TPIA dan ISAT masing-masing naik lebih dari 8%, menjadi dua saham dalam indeks ini yang menunjukkan kenaikan yang mengesankan.
PMI Manufaktur Indonesia Turun di Bawah 50
IHSG tampaknya mengabaikan PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis pagi ini. PMI Manufaktur S&P Global Indonesia untuk bulan April mengalami penurunan, mencapai angka 46,7 setelah sebelumnya berada di level 52,4 pada Maret. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor manufaktur di Indonesia masuk ke wilayah kontraksi. Level 50 membatasi antara kontraksi dan ekspansi.
Rupiah diperdagangkan di 16.434 terhadap Dolar AS, menguat 0,96%. Namun demikan pasangan mata uang ini akan dipengaruhi dari sisi Dolar AS karena dalam waktu dekat akan ada rilis data tenaga kerja Nonfarm Payrolls AS untuk bulan April yang diprakirakan menunjukkan penambahan 130 ribu pekerja dibandingkan perekrutan 228 ribu pekerja pada bulan Maret. Selain itu, Pendapatan Rata-Rata dan Tingkat Pengangguran juga akan diperhatikan untuk mencari pentunjuk arah kebijakan The Fed selanjutnya, yang jelas bisa menjadi penggerak untuk pasangan mata uang ini dalam waktu dekat.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,871, naik 0,28% setelah mencatatkan tertinggi hari 6,888%. Imbal hasil ini tampak mencoba menghentikan penurunan tajam dari 7,235% di awal bulan. Kenaikan imbal hasil mengindikasikan berkurangnya minat investor pada obligasi ini karena berbagai alasan. Salah satu alasan tersebut adalah sentiment positif karena meredanya ketegangan perdagangan membuat investor mengalihkan dananya dari obligasi ke aset-aset yang memiliki imbal hasil lebih tinggi.
Emas Antam Terus Turun, Amati Rp1.900.000
Harga Emas 1 gram Antam di Rp1.912.000 turun Rp23.000 dari Rp1.935.000 pada hari sebelumnya. Emas Antam tetap dalam mode melanjutkan penurunan dari rekor tertinggi sepanjang sejarah RP2.016.000 yang diraih pekan lalu. Pelemahan Emas ini terjadi di tengah meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan mitra-mitra dagangnya. Sebelumnya pekan ini, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa kita memiliki peluang yang sangat baik bisa mencapai kesepakatan dengan Tiongkok. Selain itu, ada kesepatan potensial dengan negara-negara Asia seperti India, Korea Selatan, dan Jepang.
IHSG terus naik untuk mencatatkan tertinggi baru bulanan, dalam prosesnya, indeks menembus beberapa lower high dari struktur lower highs dan lower lows. Jika berlanjut, ini bisa merusak struktur tersebut dan mematahkan tren menurun jangka panjang. Target terdekat di sisi atas jika indeks terus naik adalah 6.908,70 (tertinggi 18 Februari 2025, lower high). Namun untuk benar-benar mematahkan tren menurun, indeks perlu menembus SMA 200-hari, saat ini di 7.160, yang kemungkinan tidak terjadi dalam waktu dekat.
Namun dalam kasus indeks berbalik arah, indeks bisa mengincar titik tembus lower high terakhir di 6.510 sebelum terendah 2025 di 5.882,60. IHSG diprakirakan bergerak sideways di antara dua lower high yang disebutkan di atas selama tidak ada peristiwa-peristiwa menonjol dari dalam maupun luar negeri yang menggerakkan indeks.
Grafik Harian IHSG

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Kapan Data PMI Manufaktur ISM AS akan Dirilis, dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap EUR/USD?
Data Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur Institute of Supply Management (ISM) Amerika Serikat (AS) untuk bulan Februari akan dirilis hari ini pada pukul 15:00 GMT (22:00 WIB).
Emas Melonjak karena Aliran Safe Haven di Tengah Perang AS-Iran
Emas (XAU/USD) membuka minggu ini dengan gap bullish di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan perang AS-Iran memicu gelombang permintaan safe-haven yang baru. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $5.386, menandai level tertingginya dalam lebih dari satu bulan.
Prakiraan EUR/USD: Tekanan Bearish Meningkat saat Aliran Safe-Haven Mendominasi
EUR/USD melakukan rebound setelah dibuka dengan gap bearish tetapi kembali turun, tertekan oleh sentimen pasar yang menghindari risiko. Pasangan mata uang ini tetap berada di bawah tekanan pada perdagangan sesi Eropa pada hari Senin dan diperdagangkan sedikit di atas 1,1700.
Bitcoin di Ambang Perincian di Tengah Perang AS-Iran
Bitcoin (BTC) tetap berada di bawah tekanan di dekat level support utama $65.700. Diperdagangkan di $66.400 pada saat berita ini ditulis pada hari Senin, penembusan di bawah level penting ini akan menunjukkan adanya koreksi yang lebih dalam di depan.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 2 Maret:
Aliran safe-haven mendominasi aksi di pasar keuangan untuk memulai minggu setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terkoordinasi terhadap Iran selama akhir pekan. Kalender ekonomi AS akan menampilkan data Indeks Manajer Pembelian Manufaktur dari Institute for Supply Management untuk bulan Februari pada hari ini, tetapi para investor akan tetap fokus pada berita yang datang dari Timur Tengah.