IHSG Mundur dari 7.773, Menantikan Perincian Hasil Kunjangan Presiden Prabowo ke Paris


  • IHSG kesulitan untuk menindaklanjuti kenaikan di atas 7.773.
  • Presiden RI, Prabowo, melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Prancis.
  • Keputusan suku bunga BI semakin membayangi di tengah kosongnya kalender ekonomi Indonesia.

IHSG berada di area 7.675,18 yang lebih rendah 0,01% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 7.750,89 dan sesaat naik untuk meraih tertinggi 7.773,57 di sesi pertama. Namun demikian, indeks kesulitan untuk untuk menindaklanjutinya dan malah berbalik arah untuk menutup gap yang disebutkan di atas. Pasar tampak beristirahat sejenak setelah indeks ditutup positif untuk lima hari perdagangan berturut-turut sambil menantikan detail dari hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis.

Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja beragam pagi ini. Indeks JII (-0,03%) dibuka dengan gap atas namun kesulitan untuk memanfaatkannya dan menuju menutup gap tersebut. Meskipun demikian, beberapa emiten dalam indeks ini menunjukkan kinerja yang baik seperti AADI (+5,58%), ADRO (+2,04%), dan lain-lain.

Kenaikkan AADI menyusul informasi bahwa emiten tersebut menjual 720.385.220 saham atau setara 47,99% dan waran Kestrel Coal Group Pty Ltd., sebuah perusahaan pertambangan Australia, seperti diinformasikan dalam keterbukaan informasi. Perusahaan mengatakan tujuan dari penjualan ini adalah untuk mendukung pelaksanaan strategi bisnis dan investasi Perseroan. Namun demikian, perusahaan mengklaim bahwa tidak ada dampak material yang merugikan kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.

Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, melanjutkan kunjungan kenegaraannya ke Prancis pada Senin malam waktu setempat. Ini menyusul pertemuannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada hari Selasa untuk membahas penguatan kerja sama antara kedua negara, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara. Namun demikian, belum ada perincian mengenai sektor apa saja yang menjadi objek kerja sama.

Kalender ekonomi Indonesia kosong sampai akhir pekan. Dengan demikian, penggerak makro pasar Indonesia akan bergantung pada perkembangan eksternal, terutama konflik Timur Tengah. Isyarat soal ada peluang perundingan baru antara kedua negara memicu sentimen positif baru-baru ini.

Belum ada keterangan pasti kapan perundingan tersebut akan dilakukan. Sentimen positif lainnya juga berasal dari masih terjaganya gencatan senjaga dua minggu yang menyebabkan harga minyak dunia mereda. Minyak West Texas Intermediate (WTI) merayap lebih rendah dalam beberapa hari terakhir dan sempat jatuh ke 84,86 pada perdagangan sesi Asia hari ini.

Kembali ke dalam negeri, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam sebuah seminar di Jakarta sebelumnya pekan ini mengatakan bahwa di tengah perkembangan global yang meningkatkan tekanan di pasar keuangan dan nilai tukar, BI mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang dimiliki secara terukur, berkelanjutan, dan tepat waktu dengan salah satunya memperkuat intervensi di pasar off-shore melalui Non-Deliverable Forward (NDF), serta intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Peristiwa penting terjadwal untuk pasar Indonesia yang terdekat adalah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung selama dua hari dimulai pada 21 April 2026 dan ditutup dengan keputusan suku bunga pada 22 April 2026.

Dalam keputusan bulan lalu, BI mempertahankan BI-Rate tidak berubah di 4,75%. Dalam konfrensi pers, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan, "Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional."

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun di 6,604% dan belum bergerak. Pada dasarnya, imbal hasil ini tidak bergerak sepanjang hari kemarin di level saat ini setelah naik 0,86% pada awal pekan. Dalam jangka pendek, imbal hasil ini tampak dalam mode koreksi dari 6,932%, tertinggi baru 2026 yang dicapai pada 16 Maret.

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Apr 22, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: -

Sebelumnya: 4.75%

Sumber: Bank Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

AUD/USD berjuang di bawah 0,7000 karena risiko Iran dan taruhan The Fed mendukung USD

AUD/USD berjuang di bawah 0,7000 karena risiko Iran dan taruhan The Fed mendukung USD

Pasangan mata uang AUD/USD diperdagangkan dengan bias negatif di bawah 0,7000 untuk hari kedua berturut-turut pada hari Selasa dan tampak berisiko di tengah penguatan Dolar AS. Meskipun ada tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi damai AS-Iran, para investor masih khawatir terhadap penurunan upaya diplomatik di tengah penutupan Selat Hormuz dan ancaman tindakan militer Trump terhadap Iran. Hal ini, bersama dengan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang menguat, membantu USD bertahan di dekat level tertinggi satu tahun dan membebani pasangan mata uang ini.

USD/JPY Bertahan Stabil di Sekitar Pertengahan 161,00-an, di Bawah Tertinggi Juli 2024

USD/JPY Bertahan Stabil di Sekitar Pertengahan 161,00-an, di Bawah Tertinggi Juli 2024

USD/JPY berkonsolidasi di sekitar 161,50 selama sesi Asia pada hari Selasa, menghentikan penarikan kembali moderat hari sebelumnya dari level tertinggi sejak Juli 2024. Para trader tetap waspada tinggi di tengah kekhawatiran terhadap potensi intervensi pemerintah untuk menopang Yen Jepang, menjaga harga spot di bawah 162,00. Namun, JPY berusaha keras untuk memikat para pembeli di tengah risiko ekonomi yang berasal dari gangguan pasokan energi di Selat Hormuz. Selain itu, selisih suku bunga AS-Jepang yang lebar membatasi JPY dan mendukung pasangan mata uang ini di tengah Dolar AS yang bullish.

Harga Emas Diperdagangkan di Bawah $4.200 di Tengah Taruhan The Fed Hawkish, USD Bullish

Harga Emas Diperdagangkan di Bawah $4.200 di Tengah Taruhan The Fed Hawkish, USD Bullish

Emas berusaha keras untuk memanfaatkan kenaikan moderat pada hari sebelumnya dan turun tipis selama sesi Asia pada hari Selasa. Ekspektasi yang menguat untuk kenaikan suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik membantu Dolar AS untuk tetap kuat di dekat level tertingginya sejak Mei 2025, melemahkan emas batangan. Namun, harga Minyak yang melemah meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek pengetatan yang lebih agresif oleh bank-bank sentral, yang seharusnya membatasi pelemahan logam kuning ini.

Induk NYSE ICE, OKX bermitra untuk memperluas pasar ekuitas tokenisasi dan aset digital

Induk NYSE ICE, OKX bermitra untuk memperluas pasar ekuitas tokenisasi dan aset digital

Perusahaan induk Bursa Saham New York, Intercontinental Exchange, dan bursa kripto OKX telah membentuk usaha patungan untuk mengembangkan infrastruktur bagi produk keuangan tokenisasi dan berbasis blockchain, menurut sebuah pernyataan pada hari Senin. Usaha ini akan berupaya beroperasi sebagai dealer pialang dan pedagang komisi berjangka yang terdaftar di AS, dengan tunduk pada persetujuan regulasi.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 22 Juni

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 22 Juni

Para investor mempertahankan sikap hati-hati di awal minggu saat mereka menilai berita terbaru yang berasal dari Timur Tengah. Pada pertengahan hari ini, data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Mei dari Kanada akan diawasi dengan cermat oleh para pelaku pasar. Selain itu, beberapa pengambil kebijakan dari bank-bank sentral utama akan menyampaikan pidato.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA