- IHSG naik 0,72% ke 8.948, bergerak di rentang 8.841-8.956, seiring kembalinya minat beli selektif pada saham berfundamental kuat pasca koreksi.
- Sektor komoditas dan industri memimpin penguatan, dengan IDXBASIC melonjak 2,68%, IDXINDUST naik 2,12%, dan IDXHIDIV20 menguat 2,03%
- Sentimen global masih berhati-hati, pasar menanti rilis inflasi AS Desember serta mencermati arah kebijakan The Fed di tengah isu independensi bank sentral.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa di jalur positif dengan kenaikan 0,72% ke level 8.948, bergerak dinamis di rentang 8.841-8.956 sepanjang sesi. Penguatan ini mencerminkan kembalinya minat beli selektif, terutama pada saham-saham yang dinilai memiliki daya tahan fundamental, di tengah pasar yang mulai menata ulang eksposur setelah fase koreksi sebelumnya.
Dorongan utama datang dari sektor-sektor berbasis komoditas dan industri. IDXBASIC melesat 2,68%, disusul IDXINDUST yang naik 2,12%, sementara IDXHIDIV20 menguat 2,03%. Pola ini mengindikasikan pergeseran preferensi investor ke saham-saham dengan karakter defensif dan arus kas yang lebih stabil, sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan portofolio di tengah ketidakpastian global.
Sebaliknya, tekanan masih membayangi sektor yang sensitif terhadap siklus konsumsi dan mobilitas. IDXCYCLIC terkoreksi 1,85%, diikuti IDXTRANS yang melemah 0,91%, serta IDXTECHNO yang turun 0,73%. Pelemahan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar terhadap sektor yang rentan terhadap perubahan prospek pertumbuhan dan dinamika suku bunga.
Pasar Pertimbangkan Arah Kebijakan Energi, Pemerintah Pertahankan B40 Sambil Siapkan B50
Dari dalam negeri, perhatian pasar turut tertuju pada arah kebijakan energi pemerintah. Pernyataan pemerintah terkait rencana biodiesel B50 – yang masih bergantung pada dinamika harga minyak mentah dan CPO – memberi sinyal bahwa kebijakan tetap dijalankan secara bertahap. Keputusan untuk mempertahankan B40 sambil menyiapkan implementasi B50 pada paruh kedua 2026 dinilai menjaga stabilitas kebijakan, sekaligus memberi ruang adaptasi bagi sektor terkait.
Isu Independensi The Fed Membuat Pasar Global Menahan Langkah
Dari eksternal, sentimen global cenderung berhati-hati. Pasar masih memantau arah kebijakan moneter AS, di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu independensi bank sentral serta ekspektasi suku bunga yang kini lebih condong ke bertahan dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat investor domestik cenderung selektif, tanpa sepenuhnya mengurangi eksposur risiko.
Fitch Ratings menilai independensi The Fed sebagai faktor utama penopang peringkat sovereign AA++ AS, dan menyatakan akan terus memantau tata kelola serta mekanisme checks and balances. S&P Global Ratings juga menegaskan bahwa kredibilitas The Fed merupakan pilar utama kelayakan kredit AS, serta memperingatkan bahwa peringkat dapat berada di bawah tekanan apabila kekuatan institusi Amerika terganggu.
Pasar Menanti Inflasi AS, Arah IHSG Masuk Fase Konsolidasi dengan Bias Menguat
Fokus pasar kini tertuju pada rilis inflasi AS (IHK) Desember yang dijadwalkan malam ini, dengan inflasi utama diprakirakan stabil di 2,7% YoY, sementara inflasi inti diperkirakan meningkat ke 2,7% YoY dari 2,6% pada November. Hasil data tersebut dipandang krusial dalam membentuk arah sentimen global berikutnya.
Ke depan, IHSG berpotensi bergerak konsolidatif dengan bias menguat, selama dukungan dari sektor-sektor berbasis fundamental tetap terjaga. Namun, keberlanjutan penguatan masih akan diuji oleh respons pasar terhadap data inflasi AS serta perkembangan global yang memengaruhi aliran dana dan selera risiko dalam jangka pendek.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Kehilangan Traksi Setelah Menguji $5.200
Emas terkoreksi lebih rendah setelah menguji $5.200 namun berhasil bertahan di wilayah positif pada paruh kedua hari Rabu. Logam mulia ini tetap didukung dengan baik oleh memburuknya skenario geopolitik di Timur Tengah, sementara ketahanan Dolar AS membatasi kenaikan.
EUR/USD Mundur Menuju 1.1600 Setelah Data AS yang Optimis
EUR/USD menjauh dari level tertinggi sesi dan turun menuju 1,1600 di sesi Amerika pada hari Rabu. Data ketenagakerjaan sektor swasta yang optimis dan PMI Jasa ISM dari AS membantu Dolar AS (USD) tetap tangguh terhadap rivalnya, membatasi kenaikan pasangan mata uang ini.
GBP/USD bertemu resistance di sekitar 1,3400
Sesuai dengan rekan-rekan yang terkait dengan risiko, GBP/USD mencatatkan koreksi yang moderat pada hari Rabu, meskipun menghadapi beberapa resistance di sekitar area 1,3400. Pemulihan Cable yang sederhana berusaha keras untuk mengumpulkan momentum saat Greenback mendapatkan keuntungan dari rilis data makroekonomi yang lebih baik dari yang diprakirakan.
Kripto Hari ini: Bitcoin, Ethereum, XRP Pulih di Tengah Arus ETF yang Beragam
Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang halus meskipun terdapat ketidakpastian global yang meningkat setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran serta balasan yang kemudian berubah menjadi perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 2 Maret:
Dolar AS memasuki fase konsolidasi pada awal hari Rabu setelah mengungguli rivalnya selama dua hari berturut-turut. Kalender ekonomi AS akan menampilkan data Perubahan Ketenagakerjaan ADP untuk bulan Februari dan Institute for Supply Management akan menerbitkan data Indeks Manajer Pembelian Jasa untuk bulan Februari.