- IHSG menutup perdagangan Rabu naik 0,94% ke level 9.032, didorong minat beli selektif meski investor masih mencermati dinamika global.
- Saham siklikal (+3,21%), IDX MES BUMN (+2,46%), dan infrastruktur (+2,21%) menjadi motor penguatan, sementara indeks defensif dan dividen bergerak melemah tipis.
- Pelaku pasar menanti rilis Indeks Harga Produsen (IHP) AS dan Penjualan Ritel AS sebagai penentu arah sentimen global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu di zona positif, naik 0,94% ke level 9.032 setelah bergerak di rentang 8.979-9.049. Penguatan ini menandai lanjutan minat beli selektif di pasar saham domestik, di tengah sikap investor yang tetap berhati-hati menyikapi dinamika global.
Dari sisi sektoral, penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham siklikal yang melonjak 3,21%, diikuti IDX MES BUMN yang menguat 2,46%, serta sektor infrastruktur yang naik 2,21%. Sebaliknya, tekanan ringan masih membayangi sejumlah indeks defensif dan berbasis dividen, dengan IDXHIDIV20 turun 0,33% dan IDXSHAGROW melemah 0,36%, mencerminkan rotasi terbatas ke saham-saham berisiko lebih tinggi.
Indonesia Tunda B50, Lanjutkan B40: Tekanan Pasokan CPO Global Mereda
Sentimen domestik turut dipengaruhi kebijakan sektor energi, Reuters melaporkan pemerintah Indonesia memutuskan untuk menunda penerapan mandatori biodiesel B50 dan tetap menjalankan B40 pada 2026, dengan pertimbangan kesiapan teknis dan pendanaan.
Kebijakan ini meredakan kekhawatiran terhadap pasokan minyak sawit global, tercermin dari harga CPO acuan Malaysia yang memangkas penguatan awalnya. Pemerintah juga mengisyaratkan kenaikan pungutan ekspor CPO mulai 1 Maret guna menopang keberlanjutan pembiayaan program biodiesel.
Inflasi AS Melandai, Tenaga Kerja Tetap Solid, Risiko Geopolitik dan Kebijakan Menjaga Pasar Waspada
Sementara itu, Dari sisi makroekonomi AS, inflasi menunjukkan sinyal pelonggaran bertahap yang menjaga pasar tetap berhati-hati. IHK inti Desember naik 0,2% (mtm) di bawah ekspektasi, dengan inflasi inti tahunan melandai ke 2,6%, sementara IHK utama naik 0,3% (mtm) dan inflasi tahunan bertahan di 2,7%.
Di saat yang sama, pasar tenaga kerja AS masih solid namun mulai mendingin, dengan data ADP tetap positif meski Nonfarm Payrolls Desember hanya bertambah 50.000. Tingkat pengangguran turun ke 4,4% dan pertumbuhan upah meningkat ke 3,8% (yoy). Presiden The Fed Richmond, Tom Barkin, menilai kondisi tenaga kerja masih moderat dan stabil, meski perekrutan di luar sektor kesehatan dan AI semakin terbatas.
Di tengah itu, ketidakpastian geopolitik dan kebijakan AS – termasuk tensi terkait Iran serta isu independensi Federal Reserve – tetap menjadi faktor pembatas agresivitas pasar. Meski demikian, IHSG relatif mampu menjaga momentum penguatan berkat dukungan sektor-sektor berbasis siklus domestik.
Pasar Menanti IHP dan Penjualan Ritel AS, Arah IHSG Menunggu Konfirmasi Global
Ke depan, IHSG diprakirakan bergerak selektif dengan kecenderungan konsolidatif, sembari menanti rilis Indeks Harga Produsen (IHP) AS, Penjualan Ritel AS, pidato pejabat Federal Reserve, serta publikasi Beige Book. Selama tekanan eksternal tidak meningkat tajam, ruang pergerakan IHSG dinilai masih terbuka, dengan perhatian investor tetap tertuju pada saham-saham yang sensitif terhadap pemulihan dan belanja domestik.
Indikator Ekonomi
Indeks Harga Produsen (Thn/Thn)
Indeks Harga Produsen dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja, Departemen Tenaga Kerja mengukur rata-rata perubahan harga di pasar utama AS oleh produsen komoditas di semua negara bagian untuk pengolahan. Perubahan IHP secara luas diikuti sebagai indikator inflasi komoditas. Secara umum, pembacaan tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk USD, sedangkan bacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau bearish).
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Jan 14, 2026 13.30
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: -
Sebelumnya: 2.7%
Sumber: US Bureau of Labor Statistics
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Penjualan Ritel AS Diprakirakan Naik 0,4% di Bulan November
Valas Hari Ini: Dolar AS Mendapatkan Kembali Kekuatan, Fokus pada Data Penjualan Ritel AS dan IHP
Dolar AS (USD) memulihkan beberapa posisi yang hilang terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu, didorong oleh data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan tetap bertahan pada bulan ini.
Prakiraan EUR/USD: Euro Naik Perlahan dengan Posisi Terendah Satu Bulan di Depan Mata
EUR/USD naik pada hari Rabu, diperdagangkan di dekat 1,1650 pada saat berita ini ditulis, tetapi tidak memiliki momentum untuk menjauh dari level terendah satu bulan di area 1,1615. Dolar AS mempertahankan bias bullish yang moderat, meskipun angka inflasi moderat dirilis pada hari Selasa.
Penjualan Ritel AS Diprakirakan Akan Tiba dengan Kenaikan yang Moderat pada Hari Rabu
Bureau Sensus AS akan menerbitkan Penjualan Ritel bulan November pada hari Rabu. Data yang tertunda diprakirakan akan menunjukkan bahwa penjualan naik moderat 0,4% di bulan ini, setelah tidak ada perubahan di bulan Oktober. Angka ini relevan karena paling sesuai dengan komponen belanja konsumen dari Produk Domestik Bruto.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 14 Januari:
Dolar AS memulihkan beberapa posisi yang hilang terhadap rekan-rekan utamanya pada hari Rabu, didorong oleh data inflasi IHK AS yang memperkuat memprakirakan bahwa The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga akhir bulan ini.