- HRUM melanjutkan rebound dari terendah kemarin, mengincar terendah 2026.
- Perseroan mengumumkan buyback selama 5 Januari 2026 hingga 17 Maret 2026.
- RSI 14-Hari mengindikasikan momentumnya bullish dan masih ada ruang di sisi atas.
HRUM diperdagangkan di 1.190 yang lebih tinggi 3,03% dibandingkan penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Saham PT Harum Energy Tbk. dibuka dengan gap atas kecil di 1.160 dan merayap naik untuk mencatatkan tertinggi hari di 1.220 di sesi perdagangan pertama hari ini. Aksi tersebut sekaligus memulihkan penurunan HRUM ke 1.100 pada hari kemarin, berpotensi melanjutkan kenaikan dari awal tahun.
Pemulihan tersebut menyusul laporan aktivitas eksporasi bulanan yang diungkapkan dalam keterbukaan informasi pada hari kemarin. Perseroan menyebut bahwa perseroan melalui PT Position memfokuskan eksplorasinya pada satu blok dari tiga blok yaitu pada Blok Maba 1 yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, selama tahun 2025.
Dilakukan pengeboran coring sebanyak 246 titik dengan total kedalaman pengeboran 4.401 meter. PT Position mengirimkan contoh sebayak 25.746 sample original dan sample quality control ke pihak laboratorium untuk analisa. Biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas ini mencapai Rp33,34 miliar dan akan melanjutkan pengeboran infill di tahun 2026 di sekitar area penambangan saat ini.
Sebelumnya pada awal tahun, perseroan menginformasikan rencana pembelian kembali saham atau buyback, seperti diungkapkan dalam keterbukaan informasi. Prakiraan periode buyback padalah 5 Januari 2026 – 17 Maret 2026 dengan pelaksanaan aktivitas ini diprakirakan maksimal Rp335 miliar yang sudah mencakup biaya-biaya terkait. Perseroan mengklaim buyback tidak akan memengaruhi kemampuan perseroan untuk memenuhi kewajikan yang akan jatuh tempo. Buyback berasal dari dana internal dan bukan berasal dari pinjaman.
Grafik Harian HRUM

Tren HRUM dalam jangka lebih panjang adalah bullish karena bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Namun dalam jangka yang lebih pendek saham ini belum menunjukkan pergerakan arah yang signifikan sejak mencapai tertinggi 2025 di 1.375.
Relative Strength Index (RSI) di 65,46 mengindikasikan bahwa momentumnya bullish dan masih ada ruang untuk naik sebelum kembali memasuki zona jenuh beli. Sebelumnya, indikator ini mencapai zona jenuh beli pada 7 Januari 2026, saat meraih tertinggi baru 2026 di 1.250.
Jika saham ini terus diminati, rintangan yang bisa dihadapi HRUM adalah 1.250 (tertinggi 2026 yang dicapai pada 7 Januari), 1.290 (tertinggi 14 Oktober 2025), dan 1.375 (tertinggi 2025). Sementara di sisi bawah, saham ini memiliki support di 1.100 (terendah 12 Januari 2026), 1.080 (terendah 2 dan 5 Januari 2025), dan 1.000 (level angka bulat).
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Breaking: IHK AS Naik 2,7% YoY di Bulan Desember
Amerika Serikat memiliki tingkat inflasi tahunan sebesar 2,7% di bulan Desember ketika dilacak oleh Indeks Harga Konsumen (IHK), sesuai dengan kenaikan bulan November, seperti yang diungkapkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada hari Selasa. Angka ini sesuai dengan prakiraan pasar.
Valas Hari Ini: Yen Jepang – Pemenang Besar; Fokus Beralih ke Data IHK AS
Menjelang bel pembukaan Eropa, Dolar AS (USD) menghentikan pemulihan akhir yang terlihat pada sesi Amerika Utara hari Senin. Greenback memasuki mode konsolidasi saat para pedagang beralih ke pinggir lapangan di tengah kewaspadaan pasar yang khas sebelum laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pertama tahun ini.
Prakiraan Harga EUR/USD: Tertekan dalam Kisaran
Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan dengan tidak stabil sepanjang paruh pertama hari Selasa, terjebak di sekitar zona harga 1,1660.
Koin privasi diperkirakan akan memimpin pada 2026 seiring regulasi mempercepat permintaan untuk anonimitas on-chain
Segmen koin privasi mengungguli pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas, dengan kenaikan sekitar 290% pada tahun 2025. Meningkatnya jumlah pengguna pada pengaduk mata uang kripto (cryptocurrency) Tornado Cash di tengah dorongan regulasi, seperti Undang-Undang GENIUS 2025, mencerminkan lonjakan permintaan untuk privasi.
IHK AS naik 2,7% YoY pada bulan Desember
Amerika Serikat memiliki tingkat inflasi tahunan sebesar 2,7% di bulan Desember, seperti yang dilacak oleh Indeks Harga Konsumen (IHK), sesuai dengan kenaikan bulan November, demikian laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada hari Selasa. Angka-angka ini sesuai dengan prakiraan pasar.