Tim Riset Danske Bank mencatat bahwa ekuitas global ditutup lebih rendah pada hari Selasa, dengan sektor Energi menjadi satu-satunya sektor yang berada di wilayah positif seiring melonjaknya harga Minyak. Bank tersebut mencatat bahwa aksi jual terkonsentrasi pada sektor consumer discretionary dan staples, mencerminkan kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi akan merugikan konsumen. Meskipun ekuitas naik lebih dari 10% secara year to date, consumer discretionary kini menjadi sektor dengan kinerja terburuk, turun lebih dari 5%.

Sektor konsumen menanggung beban terbesar dari aksi jual

"Ekuitas ditutup lebih rendah di seluruh kawasan kemarin karena minyak naik lagi 4%. Minyak kini telah naik pada sepuluh dari sebelas sesi terakhir, menguat hampir 30% selama periode tersebut. Tak mengherankan, Energi menjadi satu-satunya sektor yang berada di wilayah positif."

"Sinyal yang lebih jelas datang dari bagian pasar lainnya. Tidak termasuk Energi, ini bukan rotasi defensif yang konvensional. Sebaliknya, aksi jual terkonsentrasi pada sektor konsumen, dengan consumer discretionary memimpin penurunan tetapi consumer staples juga berada di bawah tekanan. Para investor semakin memandang konsumen sebagai korban utama dari harga energi yang lebih tinggi dan karenanya mengurangi eksposur."

"Meskipun pasar ekuitas yang lebih luas masih naik lebih dari 10% secara year to date, consumer discretionary adalah sektor dengan kinerja terburuk dan turun lebih dari 5%. Yang penting, baik consumer discretionary maupun consumer staples tidak mengalami penurunan estimasi laba terbesar."

"Karena itu, kinerja yang lebih lemah mencerminkan para investor yang menuntut premi risiko lebih tinggi di sektor konsumen, bukan sekadar merespons estimasi laba yang lebih lemah."

"Minyak mereda dari level tertingginya pagi ini, mendukung ekuitas Asia, sementara futures Eropa dan AS sedikit lebih tinggi."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Pembeli Emas Tampak Ragu di Bawah US$4.350 karena Fokus Tetap pada Keputusan Suku Bunga The Fed

Pembeli Emas Tampak Ragu di Bawah US$4.350 karena Fokus Tetap pada Keputusan Suku Bunga The Fed

Emas (XAU/USD) mempertahankan kenaikan moderat dalam perdagangan harian, meskipun tetap berada di bawah US$4.350 menjelang sesi Eropa pada hari Rabu. Dolar AS (USD) mundur dari tertinggi dua pekan dan memberikan sedikit dukungan pada komoditas ini.
Rupiah Indonesia Menguat saat Dolar AS Melemah Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Rupiah Indonesia Menguat saat Dolar AS Melemah Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed

USD/IDR menghentikan kenaikan empat hari berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 17.740 selama sesi perdagangan Asia pada hari Rabu. Pasangan mata uang ini melemah seiring Dolar AS (USD) turun menjelang keputusan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Seluruh Fokus Tertuju pada Pertemuan FOMC

Seluruh Fokus Tertuju pada Pertemuan FOMC

Di AS, peristiwa utama minggu ini adalah pertemuan FOMC malam ini. Sebelumnya minggu ini kami merevisi pandangan kami dan kini memprakirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 bp pada pertemuan tersebut.
Bitcoin, Ethereum, dan Ripple mundur saat keputusan suku bunga The Fed membayangi

Bitcoin, Ethereum, dan Ripple mundur saat keputusan suku bunga The Fed membayangi

Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Ripple (XRP) masih berada di bawah tekanan dan berkonsolidasi pada saat berita ini ditulis pada hari Rabu setelah turun lebih dari 3%, 4%, dan 9%, masing-masing, karena Clarity Act gagal maju di Senat pada hari Selasa.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 16 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 16 September:

Dolar AS datar di dekat level tertinggi dua pekan di sekitar 99,60 pada awal perdagangan Eropa. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun acuan diperdagangkan di 4,992% setelah mencoba menguji kembali level 5%, yang merupakan level tertingginya sejak 2007. Federal Reserve AS akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada hari Rabu nanti, diikuti oleh konferensi pers oleh Ketua The Fed Kevin Warsh.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA