• BBRI kesulitan memulihkan penurunan kemarin.
  • Perseroan membeli kembali 31 juta saham.
  • SMA 200-hari membatasi sisi atas sejak awal bulan.

BBRI lebih tinggi 0,30% dari penutupan Selasa untuk diperdagangkan di 3.330 di awal sesi II Rabu. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dibuka dengan gap turun kecil di 3.310 dan merangkak naik ke tertinggi harian 3.360. Namun, saham ini tidak menunjukkan tindak lanjut aksi beli dan kesulitan untuk memulihkan penurunan hari kemarin di tengah kabar bahwa perseroan telah menyelesaikan periode pembelian kembali saham.

BBRI menjadi anomali hari ini karena menjadi satu-satunya saham perbankan dengan kinerja positif dalam indeks INFOBANK15. Saham-saham lainnya merah dengan yang menonjol adalah ARTO (-3,16%), BRIS (-1,75%), dan BMRI (-1,16%).

Perseroan Buyback 31 Juta Saham

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pasca-penutupan pasar kemarin, perseroan mengumumkan bahwa periode buyback 12 Juni 2026 sampai dengan 11 September 2026 telah selesai.

Selama aksi korporasi ini, perseroan membeli kembali saham sebanyak 31 juta lembar saham dengan total nilai Rp90,37 miliar. Saham hasil buyback ini adalah untuk program kepemilikan saham Pekerja dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris setelah mendapatkan persetujuan dari RUPS. Perseroan mengklaim aksi ini tidak berdampak material negatif pada aktivitas operasional, hukum, kondisi keuangan perseroan.

Jika melihat periode buyback yang disebutkan di atas, BBRI mengalami kenaikan lebih dari 13% dan belum membuat kemajuan signifikan sejak itu.

SMA 200-Hari Batasi Sisi Atas

BBRI bergerak naik dan turun tepat di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Saham ini berada di ambang mengubah tren jangka panjang menjadi naik atau melanjutkan tren turun dan membuktikan bahwa average yang disebutkan di atas sebagai resistance kuat.

Dalam jangka pendek, BBRI terperangkap dalam kisaran sideways dengan indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari masih di atas level netral 50 yang mengindikasikan momentum bullish. Dalam kasus BBRI berhasil melewati SMA 200-hari, penghalang selanjutnya muncul di 3.600 (level angka bulat, tertinggi 11 Maret), 3.840 (tertinggi 2 dan 3 Maret), dan 3.980 (tertinggi 2026 yang dicapai pada 23 Februari). Sementara di sisi bawah, saham ini memiliki support di 3.230 (area batas bawah kisaran sideways), 3.080 (terendah 12 dan 13 Agustus), dan 2.910 (terendah 29 Juli).

BBRI
Grafik harian BBRI

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Pembeli Emas Tampak Ragu di Bawah US$4.350 karena Fokus Tetap pada Keputusan Suku Bunga The Fed

Pembeli Emas Tampak Ragu di Bawah US$4.350 karena Fokus Tetap pada Keputusan Suku Bunga The Fed

Emas (XAU/USD) mempertahankan kenaikan moderat dalam perdagangan harian, meskipun tetap berada di bawah US$4.350 menjelang sesi Eropa pada hari Rabu. Dolar AS (USD) mundur dari tertinggi dua pekan dan memberikan sedikit dukungan pada komoditas ini.
Rupiah Indonesia Menguat saat Dolar AS Melemah Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Rupiah Indonesia Menguat saat Dolar AS Melemah Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed

USD/IDR menghentikan kenaikan empat hari berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 17.740 selama sesi perdagangan Asia pada hari Rabu. Pasangan mata uang ini melemah seiring Dolar AS (USD) turun menjelang keputusan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Seluruh Fokus Tertuju pada Pertemuan FOMC

Seluruh Fokus Tertuju pada Pertemuan FOMC

Di AS, peristiwa utama minggu ini adalah pertemuan FOMC malam ini. Sebelumnya minggu ini kami merevisi pandangan kami dan kini memprakirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 bp pada pertemuan tersebut.
Bitcoin, Ethereum, dan Ripple mundur saat keputusan suku bunga The Fed membayangi

Bitcoin, Ethereum, dan Ripple mundur saat keputusan suku bunga The Fed membayangi

Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Ripple (XRP) masih berada di bawah tekanan dan berkonsolidasi pada saat berita ini ditulis pada hari Rabu setelah turun lebih dari 3%, 4%, dan 9%, masing-masing, karena Clarity Act gagal maju di Senat pada hari Selasa.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 16 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 16 September:

Dolar AS datar di dekat level tertinggi dua pekan di sekitar 99,60 pada awal perdagangan Eropa. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun acuan diperdagangkan di 4,992% setelah mencoba menguji kembali level 5%, yang merupakan level tertingginya sejak 2007. Federal Reserve AS akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada hari Rabu nanti, diikuti oleh konferensi pers oleh Ketua The Fed Kevin Warsh.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA